Hari ini, tepat setahun berlalu.
Kalau bisa kembali ke waktu itu, akan ku hentikan tanganku membuka pintu mobil itu, memutar balik langkahku, berjalan mundur menghindarinya.
Karna ternyata, 1 tahun belakangan ini bukanlah masa yang mudah. Semua perjuanganku untuk mencapai posisi itu, dengan jerih dan payahku, bukan suatu yg datang karna keberuntungan belaka. Aku jatuh bangun menggapainya, mengabaikan semua tangis pada kehidupan sebelumnya.
Tapi, semua kini kembali pada garis start. Harus merangkak lagi pelan2. Terseok-seok hilang arah.
Mondar mandir keluar masuk ruang ahli jiwa. Menyibukkan diri kesana kemari agar menjaga warasku.
Mencoba tetap hidup di saat sudah hampir gila :)
Masih melihat pagi saja sudah untung bagiku.
Teruntuk aku, yg telah tetap hidup setahun ini,
Terima kasih ya sudah sangat kuat sekali melawan setiap badai yg menerpa. Meski air mata sudah kering rasanya, dan jiwa yg hampir gila pada titik terendah itu.
Untuk diriku, dan semua yg tetap memelukku, terima kasih banyak. Meski tangisnya masih suka pecah diam2, tapi aku percaya, hujan pasti reda. Lalu pelangi akan menyapa, lagi. Nanti, mungkin akan ada badai yang lebih besar lagi.
Tolong siapapun kalian yg membaca ini, bila saat itu terjadi, tetap gandeng aku ya, peluk aku. Karna aku, diri yang kadang lemah :)