Pelajaran dari Kisah Abul Basyar
Assalamu’alaikum. Halo, teman-teman! Kalian pasti sudah pernah mendengar kisah tentang Abul Basyar atau bapak dari seluruh manusia, ialah Nabi Adam a.s. Banyak hikmah yang terselip disana. Pada kesempatan ini SAIN akan membahas mengenai pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Adam a.s.
Ketika Allah menciptakan Adam, Ia memberikan kemampuan berupa kecerdasan. Allah mengajarkan kepadanya mengenai nama benda-benda. Kemudian Allah bertanya kepada malaikat, apakah malaikat mengetahui benda benda tersebut. Kemudian malaikat menjawab, “Maha suci Engkau, tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami”. Ini merupakan indikasi jawaban dari sifat rendah hati para malaikat. Istilah rendah hati dalam Islam dikenal degan tawadu’ antonim dari takabbur. Sebagai seorang Muslim, kita dapat mencontoh sikap dari malaikat tersebut untuk rendah hati dan tunduk terhadap perintah Allah.
Sebagai seorang Muslim yang benar-benar beriman tidak akan berlaku sombong, karena ia mengetahui bahwa Allah Swt tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri, berjalan dengan angkuh, dan memalingkan muka dihadapan orang lain karena sombong. Seseorang yang sombong merasa dirinya lebih tinggi, lebih mampu dan lebih sempurna dari orang lain maka akan menjadi penyakit dalam dirinya. Seperti iblis, yang tidak mau sujud kepada Adam ketika Allah memerintahkannya.
Pada saat Adam dan istrinya di keluarkan dari surga dan menyadari sepenuhnya atas kekhilafan yang telah mereka lakukan, Nabi Adam selalu berdoa dan memohon ampunan kepada Allah “Ya Allah sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri, sekiranya tidak engkau ampuni kami, nisca jadilah kami orang yang merugi”. Melalui doa tersebut dan berkat Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah, Adam pun diampuni. Demikian pula lah hendaknya kita sebagai seorang muslim, harus memiliki sifat pemaaf, sanggup menahan diri, menahan marah, lapang hati, banyak sabar, dan jangan pemarah.









