Sejauh mana persiapan yang akan kita didikkan kepada keturunan kita, jika masa produktifitas ini kita isi dengan kelalaian semata?
Padahal ketika kita ditanya tentang masa depan, bukan rencana apa saja yang kita utarakan namun kita menggebu-gebu mengevaluasi orang lain yang sudah berkeluarga!
Padahal salah satu pertanyaan yang akan ditanyakan kepada kita, “Kamu isi dengan apa masa mudamu?”. Lantas jawaban apa yang akan keluar dari mulut kita?

















