“The most important thing in the world is family and love. ” (John Wooden) #family #familyphotography #keluargakecilku #keluargabesarku #keluarga (di Best Western Kindai Hotel)

seen from Singapore
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Russia
seen from Poland
seen from Luxembourg

seen from United States
seen from Poland
seen from Norway
seen from Italy

seen from United States

seen from Russia
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
“The most important thing in the world is family and love. ” (John Wooden) #family #familyphotography #keluargakecilku #keluargabesarku #keluarga (di Best Western Kindai Hotel)
Hari melelahkan itu telah usai .. . Masa depan menanti disana, semangat terus, dab terus semangat. Baktikan ilmu yang sudah di dapat .. . Perjuangan ini terkhususkan untuk orang-orang yang sudah sangat mensuport perjuangan selama ini .. . Untuk AYAH dan MAMA, jasa dari perjuangan mu mendidikku tak akan bisa kubalas hingga aku di panggil oleh-Nya .. . Rasa sukurku atas Allah yang menjadikan Beliau sebagai sosok yang tepat untuk membimbingku .. . Memang belum sampai pada pengesahan studi ini, namun setidaknya rasa syukur dan terimakasih ini karena telah membimbing ku hingga saat ini ..😊😊 . Dan terkhususkan untuk dia yang tak henti-hentinya memberikan semangat untuk menyelesaikan tugas akhir ini .. 😁😊 . #Ayah&mama #kakak2ku #adiku2ku #keluargabesarku #teman2mahadaly #pakamin #terkhususkanuntuk #nurazizah . . NB: Belum di sahkan, tapi tetap mau mungacapkan terimakasih sudah mendukung hingga saat ini .. 😬☺️😊 (di East Java)
Sore yang menyepi
Aku beranjak dari alas dudukku yang sedari tadi menemaniku mencari bahan ajarku untuk minggu depan. Kudapati rumahku sunyi sepi. "10tahun yang lalu rumah ini begitu ramai dengan suara teriakan, tangisan dan tawa kami, how time flies?", pikirku.
Waktu begitu cepat berlalu. Dulu, ketika aku dan saudara-saudaraku masih kanak-kanak, kami selalu saja ribut entah itu karena mempermasalahkan sesuatu atau sekedar bermain. Ohya, Saudara-saudaraku pernah berpikir kalau aku adalah anak kesayangan mama bapak. Bagaimana tidak, semua keinginanku selalu dituruti oleh mereka, tanpa perlu babibu mereka mengiyakan pintaku. Mungkin saudara-saudaraku merasa tidak adil dengan itu. Ketika ada sesuatu barang yang paling bagus yang dibelikan bapak, mama selalu memberikan barang yang paling bagus itu untukku meskipun saudara-saudaraku yang lain sangat menginginkannya. Pernah suatu ketika, saudara-saudaraku yang umurnya dibawahku memusuhiku, tidak mau berbicara denganku. Dulunya aku sedih dan annoyed karena itu semua bukanlah salahku, dan mengapa harus aku yang dimusuhi? Yahh, sekarang itu semua tinggal kenangan. Kenangan masa kecil kami.
Bapakku pernah mengingatkan kami, kira-kira bunyinya kayak gini, "Nikmatilah hari-harimu sekarang bersama saudara-saudaramu selagi kalian masih bisa bersama dalam satu rumah. Kalau kalian sudah menikah semua, saat-saat seperti ini akan jarang kalian rasakan lagi". Memang betul apa yang dikatakan bapak.
Sekarang kakak kedua ku sudah memiliki keluarganya sendiri, walaupun dia lumayan sering ke Kendari sejak nikah dan punya anak, suasananya tidak bisa seperti dulu lagi ketika dia belum nikah. Hari ini adikku yang ke 2 merantau ke Jakarta untuk mengikuti tes tahap 2 disana. Bapak lagi-lagi mengingatkan kami hal yang serupa. Kata dia, "kalau adikmu lulus tahap 2, berarti anggota rumah ini akan berkurang". "Ini yang saya bilang (akan ada saatnya kami harus meninggalkan rumah karena mencari kerja ataupun karena sudah menikah), kalian harus saling menyayangi, nikmati kehidupan yang sekarang bersama orang tua dan saudara2mu", tambahnya lagi.
Aku tahu hal itu pasti datang. Hari dimana kami harus saling mengikhlaskan untuk tidak bertemu untuk sementara ataupun untuk selama-lamanya.