MEMERHATIKAN KEMURAHAN ALLAH:
“Kemurahan Allah ialah Kasih Karunia. Jadi, jangan menyombongkan diri.”
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. (Rom. 11:22 ITB)
Berdasarkan firman TUHAN di atas, maka kita melihat bahwa Paulus mengajak orang-orang percaya di Roma untuk memerhatikan kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya. Kekerasan Allah atas orang-orang yang telah jatuh, dan kemurahan Allah atas orang-orang yang tetap dalam kemurahan-Nya. Sebab kalau tidak tetap dalam kemurahan-Nya, maka orang-orang percaya di Roma pun akan dipotong juga. Pertanyaannya: kemurahan Allah yang bagaimanakah yang perlu diperhatikan dan bagaimana memerhatikannya?!
Bila membaca keseluruhan dari Roma pasal 11 ini, maka kita melihat bahwa sekali-kali Allah tidak menolak umat-Nya. Ya, memang Allah tidak menolak umat yang dipilih-Nya. Tetapi, karena ketidakpercayaan mereka, sehingga ibarat pohon zaitun, cabang yang tidak berguna dipotong dan dibuang. Artinya umat yang dipilih-Nya yang tidakpercaya itulah yang Dia tolak. Ketika umat yang dipilih-Nya tidak percaya, sehingga dipotong dan dibuang (ditolak), maka orang-orang yang tidak dipilih-Nya diambil dan dicangkokkan pada pohon zaitun. Sehingga pada pohon zaitun itu terdapat cabang yang asli dan cabang hasil cangkokkan.
Mengapa Allah menyangkokkan orang-orang yang tidak dipilih-Nya pada pohon zaitun, sehingga terdapat dua jenis cabang pada pohon zaitun? Apa semata karena ketidakpercayaan dari umat-Nya yang dipilih-Nya? Sejatinya tidak demikian. Sebab kalau penolakkan terhadap orang-orang pilihan-Nya yang tidakpercaya mendatangkan pencangkokkan orang-orang yang tidak dipilih-Nya, maka tentu sama halnya adalah penerimaan Allah terhadap orang-orang pilihan-Nya tetap mendatangkan pencangkokkan bagi orang-orang yang tidak dipilih-Nya. Maksudnya ibarat pohon zaitun, Allah tetap mencangkokkan cabang yang tidak asli pada pohon zaitun yang di mana terdapat cabang yang asli, sekalipun tidak ada cabang asli yang tidak dibuang, sehingga pada pohon zaitun terdapat dua jenis cabang.
Lalu, apa ini berarti di dalam Allah yang ibarat pohon zaitun tetap terdapat dua jenis cabang yang akan menghasilkan dua macam rasa buah? Sejatinya tidak tetap begitu. Sebab ibarat adonan, kalau roti cetakan pertama adalah wuenak, maka roti cetakkan keduapun tetap wuenak. Artinya sekalipun ibarat pohon zaitun terdapat dua jenis cabang di sana, yakni cabang yang asli dan yang dicangkokkan, tetapi karena sumber kehidupan kedua jenis cabang itu dari satu pohon zaitun, maka kedua-dua cabang tersebut tetap menghasilkan buah yang sama wuenak. Sehingga karena itu, kalau cabang pohon zaitun hasil cangkokkan menghasilkan buah yang sama wuenaknya dengan yang asli, maka cabang hasil cangkokkan tidaklah boleh membanggakan dirinya. Kalau membanggakan dirinya, maka akan dipotong dan dibuang juga. Mengapa tidak boleh membanggakan dirinya? Sebab oleh karena kasih karunia Allah, ibarat pohon zaitun, maka Allah mencangkokkan cabang yang tidak asli pada pohon zaitun dan memberi nutrisi untuk bertumbuh-kembang dan menghasilkan buah yang sama wuenaknya dengan cabang yang asli. Itulah kemurahan hati Allah.
Jadi, kemurahan hati Allah yang bagaimanakah yang perlu diperhatikan? Jawabannya ialah kasih karunia-Nya mencangkokkan cabang yang asli pada pohon zaitun, sehingga bertumbuh-kembang menghasilkan buah yang sama wuenak dengan cabang zaitun yang asli, yakni menjadikan orang-orang yang tidak pilih-Nya dari semula menjadi orang-orang pilihan-Nya. Artinya di dalam Allah ada orang-orang yang dipilih dari semula dan orang-orang yang tidak dipilih dari semula. Kedua jenis orang-orang tersebut adalah satu, yakni orang-orang pilihan-Nya. Kedua jenis orang tersebut tetap menghasilkan buah yang sama. Lalu, bagaimana memerhatikan kemurahan Allah?! Jawabannya ialah dengan tidak membanggakan diri atau menyombongkan diri. Bukankah ketidaksombongan merupakan buah yang Allah kehendaki dari setiap orang-orang pilihan-Nya baik yang dari semula maupun tidak dari semula?! Pikirkanlah dan bertobatlah.