#Seberapa #Jauh #PenglihatanMu #Hiks https://www.instagram.com/p/B92yuY7HgJk/?igshid=1xcptnr9gpj9d
seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from United States
seen from Kosovo

seen from Malaysia
seen from India

seen from Russia
seen from South Korea
seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Singapore

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Chile

seen from Malaysia
#Seberapa #Jauh #PenglihatanMu #Hiks https://www.instagram.com/p/B92yuY7HgJk/?igshid=1xcptnr9gpj9d
Seberapa Penting Tes HbA1c untuk Penderita Diabetes? - Okezone
Seberapa Penting Tes HbA1c untuk Penderita Diabetes? – Okezone
PREVALENSIdiabetesdi masyarakat yang terus meningkat perlu mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun 2018, pasien diabetes naik 10,9 persen. Sebelumnya di tahun 2017 dikatakan sebanyak 10,3 juta masyarakat Indonesia terkena diabetes dan jumlahnya akan terus meningkat.
Banyak faktor yang membuat jumlah pasien…
View On WordPress
Seberapa Kuat Paspor Indonesia Dibanding Paspor Negara ASEAN Lain? - Kompas.com - KOMPAS.com
Seberapa Kuat Paspor Indonesia Dibanding Paspor Negara ASEAN Lain? – Kompas.com – KOMPAS.com
JAKARTA,KOMPAS.com– Paspor Jepang dan Singapura, bersaing untuk memegang predikat paspor terkuat di seluruh dunia. Dalam laporan HenleyPassport Indexyang diperbaharui tanggal 1 Oktober 2019, pemegang paspor Jepang dan Singapura bisa pergi ke 190 negara (destinasi) tanpa visa.
Setelah sempat turun, paspor Singapura beranjak naik kembali menyaingi Jepang yang berada di puncak indeks. Sementara…
View On WordPress
Seberapa Cepat Pemulihan Luka Bekas Operasi Caesar - Kompas.com - Lifestyle Kompas.com
Seberapa Cepat Pemulihan Luka Bekas Operasi Caesar – Kompas.com – Lifestyle Kompas.com
KOMPAS.com –Persalinandengan metode caesar meningkat dua kali lipat di dunia. Menurut data WHO, ada 21 persen kelahiran lewat jalan operasi ini di tahun 2015 dari yang sebelumnya hanya 12 persen.
Operasi caesar(C-fragment) dilakukan dokter dengan membuka bagian perut dan rahim. Operasi ini merupakan opsi terakhir untuk persalinankarena tingginya komplikasi dan waktu pemulihan yang lebih lama.
View On WordPress
Seberapa Dahsyat Twitter Trump Pengaruhi Pasar Keuangan? - CNBC Indonesia
Seberapa Dahsyat Twitter Trump Pengaruhi Pasar Keuangan? – CNBC Indonesia
CNBC Indonesia
Market
Infografis
Internasional Market –, CNBC Indonesia 09 September 2019 17: 27 Jakarta, CNBC Indonesia– Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat suka bermain Twitter. Bahkan, sejak Trump mendeklarasikan diri melaju sebagai calon presiden AS 2015 lalu, cuitannya di aplikasi tersebut…
View On WordPress
#Seberapa #Besar #Tinggi #Nya #Kamu #Kau #Akan #Di #Tenggelamkan #Existence #Hiks https://www.instagram.com/p/Bq9fXo3FCGY/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1awypgc7x0f7i
Apa Arti Radikal Bebas dan Seberapa Besar Bahayanya? Sering Anda membaca dan mendengar tentang radikal bebas, namun tahukah apa sebenarnya arti dari kata tersebut? Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan terbentuk akibat kerja tubuh semisal bernapas.
(2) Untukmu Yang Sangat SEBERAPA
Dan semuanya berjalan baik di hari-hari selanjutnya. Hanya ada satu yang tidak baik. Yuhu tidak lain dan tidak bukan, aku dihadapkan pada penunaian masa baktiku (gaya amat) selaku Kadiv Kaderisasi HMIF. Hahaha, aku harus mempertanggungjawabkan segala kegagalanku, ya benar kegagalanku. Tapi perjalanan itu, kalau kuingat lagi, sudah menorehkan pembelajaran besar di hidupku. Lebih tepatnya yang paling penting disini adalah Aku belajar dari begitu banyak orang hebat di sekitarku.
Rasanya belum pernah aku menceritakan sebagaimana aku berterima kasih atas kesempatan itu. Rasanya belum pernah aku bercerita tentang sebagaimana bangganya aku memiliki tim kecil itu. Jadi izinkan aku menceritakannya dengan hatiku yang sampai saat ini pun masih sangat menggebu-gebu dan mataku pun yang turut berbinar-binar tiap kali mengingatnya. Bersiaplah kalian para pembaca karena bagian ini akan cukup panjang, sepertinya. Hehe
Semuanya berawal dari pergantian kepengurusan di HMIF kala itu. Saat itu aku lagi megang divisi Kakak Asuh dan Komunitas ALTERA STEI ITB (tanya orang lain ada yang pernah tau divisi ini, percayalah jawabannya pasti tidak, dan itu adalah bukti nyata seberapa gagal aku memimpin divisi ini). Maafkan aku Taufiq, aku tidak pernah bisa mewujudkan divisi ini sekeren apa yang kamu rencanakan. Tapi tak apa, setidaknya divisi ini mengajarkanku sangat banyak hal. Tempatku pertama belajar. Maksudnya tempatku ya belajar dari adik-adik yang harusnya kupimpin, karena to be honest, mereka jauh lebih hebat dan menginspirasi dari pada aku. Divisi ini membuktikan bahwa kau bisa belajar dari manapun bahkan orang yang lebih muda sekalipun. Kalau dipikir-pikir, ALTERA juga yang membuatku punya banyak teman diluar HMIF. Terima kasih sebesar-besarnya untuk adik-adik yang sudah membantu Monika, Yusri, Novita, Angela, Yosi, Angga, Yuni, Ardi, Vita, semua-semuanyalah yang sudah sangat berjasa di hidup Monika.
Nah lho, ceritanya jadi ngelantur. Yuk kembali ke kasus awal. Ya jadi intinya aku ditawari Joshua jadi Kadiv Kaderisasi. Sejujurnya saat itu aku bingung kenapa bukan Rafi aja yang jauh lebih rajin dari pada aku. Aku mah orangnya suka hilang-hilangan. Belum lagi emang ya yang tadi itu, aku masih megang sesuatu juga di Altera. Pokoknya singkat cerita akhirnya jadi ajalah aku Kadiv Kaderisasi tanpa aku tau sama sekali harus dibawa ke arah mana kaderisasi HMIF ini.
Oke tugas pertama Monika bikin proker. Oh my God. Mau dibawa kemana aja ga paham gimana caranya bikin proker ya. Akhirnya setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang yang kuanggap ilmunya mumpuni saat itu, akhirnya aku pun memutuskan hal-hal apa saja yang ingin kubawa di kaderisasi HMIF tahun itu dan proker apa untuk mewujudkannya.
How to make kaderisasi to be a simple thing so many people love it. Hahaha, ngakak cuy, tapi menurut aku di HMIF khususnya, Kaderisasi itu dianggap divisi yang sama sekali tidak menarik. Terbukti saja dengan jumlah orang-orang yang masuk divisi ini yang super sedikit (cek divisi lain kalau tidak percaya, bandingkan, dan kalian pasti mendapati kaderisasi di urutan terbawah jika divisi diurutkan berdasarkan peminat). Kalau rada banyak pun percayalah itu karena dia terlempar dari pilihan dia. Nyatanya, kita semua tahu lah ya kalau terpaksa performa kerjanya pasti tidak semaksimal kalau dia punya passion di divisi itu *sok iye*. Yasudah-yasudah intinya aku mau bikin biar kaderisasi itu tidak dipandang sebagai hal serius-serius saja seperti kajian dll (ya kajian pasti masuk sih tapi hanya salah satu diantara banyak lainnya). Seperti arti Kaderisasi itu sendiri ‘BELAJAR’, dan belajar itu bisa untuk segala aspek yang kita alami di hidup ini, ya ga?
How with Kaderisasi we can make HMIF ITB be a learning organization. Asli gaya amat cuy, learning organization. But let me make it simple. Jadi gini maksudnya. Dari zaman pertama aku ikut pemilu di HMIF (ya zamannya Kak Dikra vs Kak Yodi), ga Cuma HMIF deh, pemilihan apapun deh di lingkup ITB, nyadar ga sih kalau masalah yang dihadapi tiap tahunnya itu sama-sama aja. Hmm maksudnya gini lho kalau ternyata masalah yang dihadapi sama-sama aja, jadi apa gunanya dong organisasi itu berjalan selama setahun. Toh tidak ada yang diperbaiki dari kepengurusan itu, toh orang setelahnya harus lagi memulai dari awal dan berpikir keras bagaimana cara menangani hal yang sama berulang-ulang setiap tahunnya. Let me explain it. Misal ada organisasi yang memiliki tujuan akhir Z dan current state dia saat ini A. Kalau organisasi itu termasuk learning organization, selama setahun dia belajar dan berkembang, kemudian di akhir kepengurusan current statenya sudah B, dst sampai mencapai Z. Mayan sih lama juga ya butuh 26 tahun buat dia mencapai tujuan akhirnya, but at least it makes progress. Kebalikannya, seperti apa yang dialami HMIF saat itu, current state A, kepengurusan berganti current statenya masih aja A lagi, tidak ada yang berubah, nah lho jadi mau kapan sampai Z. Ya intinya berlandaskan pemikiran ini aku ingin berusaha bagaimana membuat HMIF menjadi organisasi pembelajar.
Seperti apa yang dijelaskan di poin 1, ya kaderisasi itu belajar. Nah kalau memang itu proses belajar, how I can measure that the learning process make an impact for everyone in HMIF. Bagaimana aku dapat memetakan setiap peingkatan yang dialami oleh anggota HMIF berdasarkan proses belajar yang dirancang di Kaderisasi dan divisi-divisi lainnya dan menilai benarkah orang tersebut mengalami progress.
Oke 3 poin itu sudah dipikirkan, proker-proker untuk memetakan sudah direncanakan, tapi apa daya, ternyata eksekusi memang selalu lebih sulit dari pada perencanaan (ya iya atuh ya, kalo rencana mah aku cuma ngomong doang, sedangkan eksekusi aku butuh bantuan-bantuan orang lain).
Mulai dari tiba-tiba Joshua bilang, “Ya jadi inti kepengurusa kali ini kaderisasi ya”. Holy sh*t. Tapi pas staffing yang milih kaderisasi di pilihan pertama tuh cuma 4 orang deh kalo ga salah (ya antara 4 atau 5 deh). Wkwkwkw, jadi aja pokoknya aku dapat lumayan staf tapi ya kayak yg aku bilang tadi, hasil tidak diterima di divisi lainnya. Oke fine kumpul perdana, hari itu tanpa direncanakan sama sekali lahirlah istilah ‘TIDAK SEBERAPA’. Aku juga tidak mengingat detailnya tapi sejak hari itulah istilah kaderisasi tak seberapa dilahirkan. Ya karena ya gitu, kekesalan Monika atas segala situasi, ya karena kesedihan Monika staf nya paling sedikit, ya karena kemarahan Monika lagi-lagi dia belum bisa menjadikan kaderisasi memiliki daya tawar lebih dibanding divisi-divisi lainnya. Tapi tak apa, setidaknya anak-anak baru yang masuk Kaderisasi ganteng-ganteng wkwkw ga penting.
Pokoknya setahun berlalu, kejadian yang kualami di ALTERA terulang lagi di HMIF. Punya proker tapi 80% dari prokernya ga jalan. Sedih amat ya nasib Monika. Kala itu aku selalu menyalahkan keadaan: ya itu tuh karena rekan-rekan DE ga pernah ngisi rapor, padahal di awal udah komitmen kalau bakal isi rapor tiap bulan; ya itu karena itu, karena ini, hmmm ya alasan. Kalau alasan mah tiap orang juga pasti bisa punya, alasan muluk-muluk untuk menutupi kekuranganku saat itu (maafkan aku teman-teman kalau saat itu ada orang-orang yang tersakiti karena sikapku, egoku, perkataanku, atau semua-semuanya).
Tapi dibalik itu semua, kalau kata ibuku, semua pasti ada hikmahnya jika kau berhasil melihatnya dari sisi positif lainnya, dari sudut pandang yang berbeda. Ya, setidaknya setelah mencoba memimpin divisi Kaderisasi, ya walaupun gagal, aku mengenal banyak orang, dan mendapatkan orang-orang yang sangat SEBERAPA di divisi ini. Ya mereka semua berhasil cuy, ada yang jadi ketua PLO, ada yang jadi ketua SPARTA, ada orang-orang yang selalu setia ada dalam kondisi seperti apapun HMIF, ada orang-orang yang secara ikhlas (menggerutu sih di dalam hati) tapi tetap selalu ada untuk himpunan yang tidak seberapa itu. Biarpun aku tahu mereka berhasil ya juga bukan karena Monika, setidaknya aku sangat senang bisa melihat mereka belajar dan berkembang. Ya mereka yang telah mengajarkan banyak sekali hal kepadaku selalu ada di tengah segala ketidakseberapaan Monika.
Sampai di hari aku harus mempertanggung jawabkan segala hal yang sudah dilakukan di divisi ini, dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku. Hari itu aku mengakhiri segala kegagalanku, selesai sudah. Tapi kutitipkan mimpi besarku ke adik-adikku yang ada di divisi itu, mataku berbinar-binar kala itu, karena aku percaya mereka akan berhasil mewujudkan semua harapan-harapan itu di kemudian hari. Setidaknya aku memiliki adik-adik luar biasa yang akan kuceritakan kelak ke semua orang. Rasa terima kasihku juga untuk orang-orang yang sudah memilihku menjadi ‘DE of The Year’, ketahuilah ada banyak DE lain yang sejujurnya lebih pantas untuk hal itu, tetapi terima kasih telah mempercayaiku, terima kasih telah memantaskanku menerima hal itu di tengah segala kekuranganku.
Untukmu yang seberapa, maafkan aku karena aku bukan pemimpin yang baik, tetapi terima kasih karena kalian semua telah berdiri di sampingku, sebagai orang-orang yang selalu ada untuk siap membantuku.