Lag. Lag adalah bahasa sula yang artinya cacing laut. Ini adalah salah satu makanan favorit ibu guru @aulilaa Bahkan sesampainya di Jakarta saja dia masih kepikiran dan tetap coba untuk bisa makan cacing ini. Mama piara di desa yang mengirimkan laur ini ke Jakarta. Laur hanya muncul satu tahun sekali saja, biasanya muncul di bulan-bulan maret, tapi saya menduga adanya perhitungan munculnya laur dihitung menggunakan kalender hijriyah (pakai bulan). Ada istilahnya yaitu ketika bulan dimakas air masin, usut punya usut artinya adalah bulan itu terlihat dekat sekali dengan air laut. Bagi yang menyukainya dan tentunya dengan mengolahnya dengan baik dan lezat pasti orang akan menyukainya. Sengaja warnanya dibuat hitam putih, takut pada geli lihatnya. Cacing laut ini berwarna warni loh... Ada kunjng, hijau, biru dan merah. Sekiam cerita tentang laur. Semoga tahun ini mama piaraku juga kirim laur kering haha.. #30HariMenulis #day9 #FLPBandarlampung #milad23FLP #kepulauansula #kulinersula #makanansula #ceritaara (at Kepulauan Sula) https://www.instagram.com/p/B8IykHWBgN2/?igshid=1a70d66uywpi7







