Berat Badan yang Diinginkan di Keto-Fastosis
sekedar cukup terlihat? atau benar terasakan?
Begitu tinggi dan menarik daya tarik dari Keto-Fastosis terhadap orang-orang yang mempunyai problem kesehatan, minimal yang overweight / obesitas (kegemukan) ;)
Mohon maaf sebelumnya jika penjelasan saya lewat artikel ini akan sedikit banyak mengupas dan mengulas sisi kelompok overweight.. semata-mata agar kita lebih mudah untuk bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi..
Dan juga artikel ini bukan untuk semata-mata membahas tujuan Keto-Fastosis hanya untuk 'menurunkan Berat Badan'.. tapi lebih cenderung sebagai pemahaman awal sederhana bahwa ada tujuan yang lebih besar dari sekedar Berat Badan.. ;)
Seperti yang sudah sering saya jelaskan di grup-grup dan japrian, Berat Badan kita terdiri atas 3 FAKTOR PEMBENTUK UTAMA :
(1) Berat Air
(2) Berat Massa Otot (Lean Mass)
(3) Berat Lemak Tubuh (Body Fat)
Jika dari titik ini kita disuruh memilih mana dari 3 faktor ini yang harus secara DOMINAN membentuk berat badan kita..
Jawabannya pasti SERAGAM >> Berat Massa Otot, minimal seperti 1/2 nya Ade Rai atau mirip mendekati mas Tyo ;) :D
Pertanyaannya adalah..
Bagaimana mencapai itu dari posisiku sekarang mas?
Kemungkinan posisi awal (penanya) adalah sbb:
(1) BELUM menjalankan Keto-Fastosis
Bagi yang di posisi ini, cukup banyak Pe-eR yang harus dikerjakan..
Kok bisa mas..?
Yup, langkah pertama tentu harus menjalani proses adaptasi Ketosis dulu. Mencapai kondisi Ketosis itu berarti harus mengosongkan stok Glukosa tersembunyi dalam tubuh, seperti Glycogen dan Glycation.
Apa hubungannya dengan BB mas..?
Stok Glukosa dalam tubuh, Glycogen dan Glycation, mengikat Air di dalam tubuh dengan perbandingan 1:3.. yang artinya 1 molekul Glukosa mengikat 3 molekul Air..
Jadi ketika terjadi pengosongan stok Glukosa, maka terjadi pengurangan molekul Glukosa dalam tubuh (karena puasa dan aktifitas) dan otomatis molekul air yang terikat sebelumnya, menjadi terlepas.. dan keluar menuju kemana..? ;)
BAK = Buang Air Kecil, dan atau Keringat lewat kulit..
Otomatis, jangan heran di langkah pertama ini, angka BB di timbangan TURUN SIGNIFIKAN (bagi yg overweight) karena setiap pembakaran 300 gram stok Glukosa dalam tubuh, maka akan terlepas air dari tubuh sebanyak 900 gram air lewat kencing dan keringat..
Berat Badan = (Air)* + Massa Otot + Lemak Tubuh
(xx)* >> berkurang
Mas.. gula (glukosa) dalam tubuhku ndak sampai segitu (300 gram) deh..?
Glukosa yang terukur di alat ukur hanyalah Glukosa yang beredar di darah, larut dalam darah, bukan yang terdeteksi yang tersimpan di dalam jaringan otot/organ (Glycogen) dan atau yang ter-glikasi (lengket) di sel-sel tubuh.. ;)
Makanya di langkah pertama adaptasi Keto-Fastosis ini kita memastikan tidak ada lagi Karbo (very low Carbs) dari luar yang bisa masuk kembali ke dalam tubuh.. mengapa?
Supaya proses pengosongan stok Glukosa-nya bisa optimal, dan mempercepat TRANSISI metabolisme tubuh dari yang semula menggunakan sumber energi bahan bakar dari GLUKOSA menjadi dari LEMAK / KETONE..
Saat tubuh kita mulai 'mengenali' ternyata LEMAK bisa digunakan sebagai sumber energi metabolisme tubuh.. TERBUKALAH akses menuju BODY FAT (Lemak Tubuh) yang selama ini hanya bisa DIBENTUK, bukan DIPAKAI.. ;)
Maksudnya gimana mas..?
Gaya hidup kita yang lama, yang berbasis Glukosa, sangat bergantung pada hormon Insulin yang dihasilkan dari Pankreas kita. Tujuannya adalah untuk selalu menjaga agar tingkat Gula Darah tubuh selalu dalam posisi NORMAL >> 100-110 mg/dL, berapapun jumlah makanan yang masuk..
Ironisnya problemnya adalah kita selalu cenderung OVER EATING, hidup bergantung dari makanan.. apapun aktifitas yang hendak kita lakukan, harus selalu mengasup energi dahulu dari luar >> Makanan >> DOMINAN KARBOHIDRAT..
Otomatis hal ini berdampak pada selalu tingginya kadar Insulin di tubuh kita >> Tubuh harus selalu mencari cara menyimpan kelebihan Glukosa di dalam tubuh.. karena aktifitas kita rata-rata (dunia modern) tidak banyak bergerak.. Jadi bagaimana caranya?
Dirubah (dikonversi) menjadi Lemak Tubuh (BODY FAT)..!
Over ekses Glukosa tersebut HANYA BISA disimpan dengan AMAN dalam bentuk BODY FAT tanpa menimbulkan efek samping metabolisme.. itu SOP (Standar Operasi Prosedur)nya tubuh dalam hal over ekses Glukosa.. menyimpan kelebihan Glukosa menjadi ke dalam bentuk Lemak dan disimpan di jaringan bawah kulit (Adipose Tissue).. ;)
Gaya hidup lama >> DOMINAN KARBO >> membentuk dan MENUMPUK BODY FAT
Gaya hidup Keto-Fastosis >> DOMINAN LEMAK >> memakai dan MELURUHKAN BODY FAT .. ;)
jadi seiring dengan adaptasi proses pengosongan stok Glukosa tersembunyi dan 'mulai melatih' tubuh untuk mulai mengenali Lemak sebagai bahan baku sumber energi KETONE .. maka persamaan BB-nya menjadi :
Berat Badan = (Air)* + Massa Otot + (Lemak Tubuh)*
(xx)* >> berkurang
Tapi mas.. kok angka BB ku tidak signifikan turunnya? Tidak sama seperti di awal-awal ketika sering kencing dan berkeringat..?
Nah, disinilah bedanya.. harus diingat kalau berat Air dan Lemak Tubuh, manakah yang lebih berat? dan manakah yang lebih banyak 'memakan tempat' untuk berat yang sama? ;)
1 kg Air hanya memakan tempat (volume) seukuran 1 kotak susu UHT Ultra Jaya, namun..
1 kg Lemak akan memakan tempat (volume) jauh lebih banyak, 2x-3x nya ukuran kotak susu yang sama
Jadi ketika sudah optimal tercapai kondisi Ketosis tubuh, setelah angka BB timbangan sudah 'drop' duluan (sekian belas kilogram), maka terkesan agak stagnan setelahnya (hanya 1/2 - 1 kg).. namun Lingkar pinggang yang kemudian terus menyusut secara signifikan.. ;)
Makin optimal Ketosis di tubuh nya >> makin optimal pembakaran Lemak tubuh (Body Fat) nya..
Sampai sini dulu pembahasan persamaan BB nya.. karena kita masuk ke poin (2) di bawah ;)
---------------------------------
(2) SUDAH menjalankan Keto-Fastosis
Bagi yang sudah mencapai posisi ini, saatnya membangun kebiasaan baru dan pemahaman baru pula..!
Persamaan terakhir :
Berat Badan = (Air)* + Massa Otot + (Lemak Tubuh)*
(xx)* >> berkurang
Jadi tinggal faktor Massa Otot.. jika Air dan Lemak Tubuh turun, maka BB juga turun khan? logikanya seperti itu..
Pertanyaan utamanya adalah..
Bagaimana mempertahankan atau malah meningkatkan Massa Otot saya mas, supaya BB saya tidak 'turun terus menerus'..?
Nah, satu hal yang perlu diingat adalah.. TIDAK ADA penambahan Massa Otot HANYA KARENA MAKAN PROTEIN.. ;)
Kita tidak akan bertambah massa ototnya hanya karena kita banyak makan daging, bukan.. jauh panggang dari api. Itu salah satu mind set lama yang harus juga dirubah..
Hanya satu cara untuk menambah massa otot.. OLAHRAGA dan atau AKTIFITAS BANYAK GERAK..
Logikanya seperti ini..
Energi sudah disediakan dari KETONE oleh kondisi Ketosis tubuh kita.. disupply dari BODY FAT.. Energi ini HARUS digunakan oleh kita untuk bisa beraktifitas dan berolahraga sepanjang jam puasa untuk membentuk dan menambah Massa Otot.. jika ini tidak dilakukan, yaa jadi mubazir daging atau sumber hewani (protein dan lemak) yang kita konsumsi.. ;)
Jangan pernah berharap semalam kita makan Protein, besok paginya bangun tubuh kita sudah bertambah massa ototnya sebanyak 500 gram... :D
Keto-Fastosis >> Energy and Muscle Gain by demand driven
Old lifestyle >> Energy and Gain Weight by supply driven
See the differences..? ;)
Written with Love, Care and Humble..