KKN Part 37- HAKIKAT REZEKI Pagi ini menyusuri jalanan setengah basah menuju ungaran bersama partner sepiket, sepaket, sekamar, segame dan se-Bapak (doi anak bimbing Ayah tercinta, daku anak biologis plus ideologis). Tetiba bocah satu ini berujar, "dibawain bolu sama Ibuk". Lalu kami pun bergabung dengan senam pagi ini. Selepas senam, kami lanjutkan dengan menyelesaikan taman toga. Kiranya, pukul setengah duabelas baru kami dapat benar-benar beristirahat di kontrakan. Lalu barulah bolu kukus ini kami santap. Sungguh lezat, dengan perut kosong dan selepas aktivitas cukup padat. Teringat daku pada sebuah nasihat, tausiyah dari Ustadz Salim A. Fillah mengenai hakikat rezeki. "Rezeki kita, jauh lebih tahu dimana kita. Sejumput garam yang melezatkan makanan kita daya usahanya untuk menghampiri kita jauh lebih besar dibanding dengan daya usaha kita." Begitu kiranya intinya. Seperti perenungan Bolu Kukus ini. Bolu kukus ini, sampai ke mulut ini begitu banyak tangan yang membantu hajat bolu kukus untuk mengisi perut ini. Ketika masih berbentuk tepung, sang Ibunda teman saya harus membuatnya di pagi buta menjadi bolu kukus. Di bawa dari Tegowanu, Grobogan jauh-jauh ke Ungaran. Harus ikut pula kegiatan senam. Sungguh, perjalanan bolu kukus ini untuk sampai ke perut ini, jauh lebih besar daya upayanya ketimbang hanya usaha diri ini mengambilnya dari plastik di karpet kontrakan. Jangan risau, rezekimu jauh lebih tahu dimana kamu. KKN menginjak hari-hari terakhir, jadi, sudah sadarkah dirimu dengan paket komplit rezeki yang TUHAN berikan ? Maka, coba lihat teman-teman yang pagi hari kau lihat wajahnya tiap hari itu. Coba pandang wajah teman-keluarga yg menemani makan-ngeprogram-main-solat-danlainlain? Mereka, salah satu dari paket rezeki yang TUHAN berikan untuk kita, bukankah begitu? #kknpart37 #kkn #hakikatrejeki #bolukukus #rezekiku #rezekimu













