Agenda #Jogja Peluncuran #KlubBaca Radio Buku. 4 Maret 2017. Raden Mandasia. Mari rayakan buku dengan membacanya bersama-sama
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from Poland
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Singapore
seen from China
seen from China

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Maldives
seen from Bangladesh
seen from France
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from New Zealand
Agenda #Jogja Peluncuran #KlubBaca Radio Buku. 4 Maret 2017. Raden Mandasia. Mari rayakan buku dengan membacanya bersama-sama
Menertawakan Hidup Bersama Kakek Berumur Seratus Tahun
Review Buku
Judul: The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared
Penulis: Jonas Jonasson
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penyunting: Ade Kumalasari
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: I, Mei 2014
Harga: Rp 59.000,-
ISBN: 978-602-291-018-3
Menertawakan Hidup Bersama Kakek Berumur Seratus Tahun
Apa yang akan kita lakukan ketika berumur seratus tahun? Pertanyaan itu akan menjadi pertanyaan yang menarik untuk ditanyakan pada setiap orang, karena pada zaman sekarang ini, jarang sekali kita menemukan orang yang mencapai usia seratus tahun. Dan tentu saja, kalaupun mencapai usia itu, sepertinya kita tidak akan memilih kabur lewat jendela dan menyongsong petualangan baru di luar sana.
Namun, sepertinya justru itulah yang ada dalam benak Allan Karlsson, lakon utama dalam novel The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared. Novel ini adalah debut dari seorang mantan jurnalis berkebangsaan Swedia, Jonas Jonasson. Novel setebal 508 halaman ini seperti sebuah perpaduan antara film perjalanan dan biografi satir yang dikemas secara modern, seperti pujian yang dilontarkan oleh NDR Kultur dari Jerman.
Sebagai sebuah novel debut, Jonas Jonasson tidak hanya mampu menceritakan sebuah kisah yang mempesona, tetapi juga mampu mengangkat tema yang begitu beragam melalui tokohnya, seorang kakek berumur seratus tahun, Allan Karlsson. Belum lagi ditambah dengan cara bercerita Jonas yang jenaka membuat pembaca tidak bosan untuk terus membaca buku ini. Kisah-kisah tentang keberanian diri, kepercayaan akan takdir yang sudah digariskan, dan kenyataan bahwa hidup kadang perlu ditertawakan menghiasi hampir setiap bagian perjalanan Allan Karlsson.
Allan Karlsson adalah seorang kakek yang akan menggenapi usia keseratusnya di sebuah rumah jompo di Malmkopping, Swedia. Sebuah perhelatan pesta ulang tahun akan digelar. Wali kota akan hadir. Pers akan meliput. Tetapi, satu-satunya yang tidak ingin menghadiri pesta tersebut adalah Allan Karlsson sendiri. Dengan hanya mengenakan sandal jepit, pria gaek ini bersiap memulai petualangannya.
Allan Karlsson digambarkan sebagai seorang pria yang tidak peduli dengan banyak hal, cenderung sarkastik, santai, dan tidak suka politik. “Segala sesuatu berjalan seperti apa adanya, dan apa pun yang akan terjadi, pasti terjadi,” adalah slogan yang Allan amini sejak dia masih kecil. Allan percaya bahwa hidup ini hanyalah persoalan bagaimana kita menikmatinya saja karena segala sesuatu pasti akan terjadi sebagaimana adanya.
Sebagian kisah petualangan Allan di buku ini berjalan dalam kilas balik. Siapa yang bisa mengira bahwa pria seratus tahun ini ternyata merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah abad kedua puluh? Diceritakan bahwa Allan pernah berteman dengan presiden AS, Harry Truman; menyelamatkan selir Mao Tse-tung; mengomentari kumis Kamerad Stalin dalam jamuan; bahkan membantu Amerika mengembangkan bom atom!
Saya pikir setiap orang perlu memulai petualangannya sendiri suatu hari. Berkaca pada kisah hidup Allan yang penuh kejutan membuat kita sadar bahwa hidup ternyata menawarkan lebih banyak jika kita bisa punya keberanian untuk “melompat ke luar jendela”.
Jadi ketika kamu berumur seratus tahun, petualangan seperti apa yang ingin kamu lakukan?
Salam