Sebelum Memulai
Diantara banyak pilihan, mungkin memilih kata memulai dan selesai menjadi isu yang paling sensitif untuk didiskusikan. Mungkin karena ini pilihan dan setiap pilihan orang itu berbeda-beda. Bagi saya sendiri, sebelum memulai kita harus benar-benar selesai.
Selesai dengan segala kerumitan yang kita ciptakan sendiri. Entah itu berwujud kekecewaan, kerisauan, kegalauan, ketakutakan, keresahan dan berbagai kekhawatiran berlebihan lainnya. Tidak salah jika kebanyakan orang mengatakan bahwa perjalanan terberat dan tersulit itu ada di perjalananmu mengalahkan dirimu sendiri. Bukankah kebanyakan mereka yang belum memulai karena langkahnya terhenti oleh dirinya lebih tepatnya perasaanya sendiri?
Sebelum memulai, perasaan harus lebih dulu diredam. Seperti ketika ingin menuliskan ini. Ada-ada saja perasaan was-was yang hadir. Duh gimana nih, nanti jelek nanti malah diejek nanti dan nanti yang lain.
Segala kekhawatiran yang hadir laksana musuh yang menyerang kita di medan perang. Namun bukankah kita bisa menjadi prajurit yang tangguh? Yang memiliki kekuatan untuk menghabisi satu per satu kekhawatiran itu? Dengan apa? Dengan menyelesaikan semuanya secara baik-baik!
Sama seperti keputusan saya baru-baru ini. Sepanjang hari saya mencoba berkontemplasi dengan diri sendiri dan dari sekian banyak keputusan untuk memulai, saya menemukan bahwa yang paling menyita banyak waktu dan tenaga, karena diri saya sendiri yang tak pernah tegas, yah saya belum sepenuhnya selesai dengan diri saya yang ada di masa lalu. Boro-boro mau lanjutin perjalanan, jalan yang ditempuh sekarang saja masih belepotan. Haaaah, kepengen teriak dalam hati, Nti yuk rombak hati segera! Selesaikan urusan -urusan ini secepatnya. Sebelum penyesalan itu datang, sebelum waktu semakin berkurang, sebelum iman dan hidayah ini keburu dicabut.
Nah, selesai ini yang paling sulit eeeuuuy! Tapi tetap harus kita selesaikan bagaimanapun sulitnya. Sini deh saya bisikkin satu hal. Kalau perjuanganmu menyelesaikan akan berbanding lurus dengan apa yang akan kamu mulai ke depan nantinya. Kita tidak ingin setiap hari selalu membawa luka dan kenangan yang sama? Kita juga perlu mempersiapkan masa depan. Kita tidak lagi berada di masa lalu kan? Lalu untuk apa masih bertahan, berharap, memberikan pembenaran, percaya, memberikan kesempatan? Kita ingin kehidupan baru nanti kita benar-benar bebas dan berdamai dari masa lalu dan dengan begitu kita bisa menikmati hidup dengan lebih baik. Perjalanan nanti tak selamanya sulit namun tanpa membawa kenangan apapun sungguh menjadikan perjalanan itu semakin lebih mudah kita lalui. Percayalah! Untuk setiap yang menahan langkahmu segera selesaikan secara baik-baik!
Mulailah memaafkan, mulailah menerima, mulailah melepaskan, mulailah mengiklaskan, mulailah memasrahkan semuanya kepada ketentuan takdirNya.
Sebelum memulai, saya semakin sadar bahwa melepaskan yang memang tak bisa lagi digenggam, menghakhiri yang memang tak bisa lagi dilanjutkan dan menyelesaikan yang memang harus diselesaikan adalah langkah paling awal untuk memulai. Rapikan kenangan itu, perasaan itu di tempat terbaiknya. Kita tak perlu membawanya ke mana-mana lagi. Selesaikanlah yang memang seharusnya diselesaikan, redamlah perasaan yang memang seharusnya diredam. Karena sebelum memulai kita memang harus benar-benar selesai.
Seperti kata penulis kece mas Gun,
“Segala sesuatu selalu ada selesainya. Dari urusan perasaan hingga kehidupan. Ada awal, selalu ada akhir. Selesaikan urusan-urusanmu yang tak juga selesai, urusan yang menguras waktu, daya, pikiran dan iman. Sebelum kehidupanmu berakhir, sebelum penyesalan.”
Bagaimana, sudah siap?
Selamat menyelesaikan, selamat memulai perjalananmu yah!
📋 @dianesstari 🎨 @shintamalia
Tulisan ini bagian dari #30dayswritingproject dengan mengusung tema "Life Journey, Let's be meaningful!". Proyek ini adalah sebuah kontemplasi atas peristiwa demi peristiwa perjalanan hidup @dianesstari dan @shiinta.amalia. Adapun kolaborasi ini sendiri seutuhnya kami dedikasikan untuk kami berdua. Dan semoga dengan izin Allah bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman. Postingan "Life Journey" Insya Allah akan kami posting secara bergantian di akun instagram dan tumblr kami selama 30 hari ke depan pada pukul 19.00, dengan tagar #memaknaiperjalanan.











