Ileż to razy w myślach osiągałem wszystko. Udało mi się tylko nie być komunistą.
Dzień Świra - Adaś Miauczyński
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from Türkiye
seen from Austria
seen from India
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Argentina
seen from Malaysia
seen from Morocco

seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from France
seen from Uzbekistan
Ileż to razy w myślach osiągałem wszystko. Udało mi się tylko nie być komunistą.
Dzień Świra - Adaś Miauczyński
Apakah Islam Alergi Sosialisme ?
Sebenarnya saya heran dengan orang islam yang alergi paham-paham seperti sosialisme, marxisme, komunisme. Sedangkan saat ditanya apasih sosialisme itu? Mereka juga tidak paham betul. Trauma sejarah akan masa lalu ditambah doktrin orba tentang paham kiri yang salah, masih melekat dalam perspektif masyarakat kita. Hal ini diperparah dengan kasus razia buku-buku kiri yang pernah terjadi.
Dalam batin saya bertanya, apakah benar islam itu anti paham kiri ? Kemudian saya dipertemukan dengan buku "Muhammad SAW & karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas" Karya Munir Che Anam.
Buku ini menjelaskan tentang pandangan seorang nabi Muhammad dan Karl Marx tentang masyarakat tanpa kelas. Ada banyak kesamaan sosialisme dengan ajaran islam, bahkan islam lebih dulu menerapkan sosialisme sebelum jamannya Karl Marx.
Persoalan yang timbul antara Nabi Muhammad SAW dan elite Makkah sebenarnya bukan hanya persoalan keyakinan agama, namun lebih, yakni bersumber pada ketakutan terhadap konsekuensi sosial ekonomi dari doktrin Muhammad SAW yang melawan segala bentuk dominasi ekonomi, pemusatan dan monopoli harta, penimbunan dan pemborosan. Dalam hal kepemilikan bersama juga diatur dalam islam, Nabi Muhammad SAW menyuarakan kepemilikan bersama (Public Ownership).
Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas bahwa Rasulullah bersabda : "Umma Islam berserikat dalam tiga hal, yakni air, makanan ternak, dan api. Memungut bayaran untuk itu adalah haram hukumnya. " Abu Sa'id mengatakan : "Yang dimaksud dengan air adalah air yang mengalir".
Hadits nabi tersebut merupakan penjelasan akan hak kepemilikan umum dan tidak boleh dimiliki oleh seseorang namun setiap orang berhak untuk mengambil manfaat dari hak milik umum tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah berusaha membangun sebuah tatanan sosial yang egaliter dimana alat-alat produksi dikuasai umum dan dapat dimanfaatkan semua orang secara kolektif.
Islam juga mewajibkan untuk memenuhi hak-hak para pekerja. Nabi Muhammad SAW dalam sabda beliau : "Berikanlah upah seorang pekerja itu sebelum kering keringatnya"
Ada banyak penjelasan tentang sosialisme dan masyarakat tanpa kelas dalam pandangan islam di buku ini. Mereka yang koar-koar alergi terhadap paham kiri tanpa mencari tahu mungkin mereka adalah orang-orang yang tidak membaca buku. Tidak heran jika mereka-mereka ini mudah dibodohi dengan berita-berita hoaks.
Salam literasi!
Komunisme
Opini Faqih Hindami Alwi, mahasiswa Studi Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Sebuah tanggapan atas tulisan berjudul “Komunisme” karya Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi yang dimuat di republika pada tahun 2016 dan kembali disebarluaskan pada September 2017.
Saya memang belum memiliki latar pendidikan setinggi Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Saya bahkan belum memperoleh gelar sarjana. Tapi kalau boleh salah saya mengkritik dan menyatakan, adalah pemikiran yang sangat dangkal apabila kita menyamakan komunisme dengan atheisme dan mengatakan bahwa komunisme mengingkari entitas yang disebut Tuhan. Sebab yang dikritik Marx adalah penggunaan institusi agama yang salah oleh borjuis. Borjuis menggunakan agama sebagai 'penenang' bagi proletar agar tidak memberontak; bahwa apabila proletar berlaku sabar terhadap penindasan, mereka akan dibalas surga di akhirat, bahwa Tuhan punya rencana yang lebih indah di hari akhir dibalik penderitaan yang mereka alami, bahwa menuruti pemimpin mereka adalah bentuk ketaatan. Hal ini membentuk pola pikir proletar yang "nerimo bae" dan akhirnya menghambat mobilitas sosial vertikal atau kenaikan kelas. Padahal di ayat-ayat lain - apabila kita membaca Al-Kitab - agama pun menekankan nilai-nilai perjuangan. Tapi hal ini diabaikan. Peribadatan menimbulkan kenikmatan spiritual, terlalu "nikmat" sampai kaum proletar terkadang tidak merasa ditindas. Wajar kalau Marx mengatakan bahwa "agama adalah candu masyarakat".
Di Indonesia, Tan Malaka, tokoh komunis di Indonesia yang dalam beberapa hal mewarisi pemikiran Karl Marx, menggunakan istilah "logika mistika" untuk menyebut cara berpikir masyarakat Indonesia yang masih terjebak dalam takhayul dan pemikiran-pemikiran spiritual yang kolot sehingga menghambat perjuangan kelas. (Baca Madilog karya Tan Malaka)
Hal ini juga perlu kita perhatikan sebagai aktivis dakwah. Terkadang kita terlalu "nikmat" beribadah dalam "ruang privat" sehingga tidak menyadari adanya pergolakan pada "ruang publik", terlalu "nikmat" berukhuwah sehingga menutup diri dari orang-orang yang butuh disadarkan, terlalu nyaman berada di masjid hingga tidak mengindahkan kemungkaran di luar masjid. Kita terus berprasangka bahwa Allah mempunyai rencana yang lebih indah dibalik kegagalan, sehingga kadang kita lupa bahwa kegagalan adalah hasil dari "human error" yang perlu digali penyebabnya. Padahal islam pun menekankan nilai-nilai kemandirian dan perjuangan, bahwa usaha mengubah nasib perlu dilakukan, dsb.
Nah, kembali lagi ke gagasan komunisme. Lantas apakah komunisme itu sama dengan atheis atau anti agama? Tidak! Kurang tepat mengatakan bahwa Marx anti agama, karena ia telah banyak menulis topik tentang agama di awal karirnya sebagai penulis dan jurnalis, walaupun secara pribadi ia tidak memiliki komitmen dengan satu agama apapun. Tan Malaka, seorang tokoh Partai Komunis di Indonesia adalah muslim yang taat. Ia bahkan sempat menawarkan konsep komunis yang islamis dalam Forum Komunisme Internasional. Jadi, pandangan bahwa komunisme sama dengan atheisme adalah salah.
Para tokoh komunisme memang berpikir bahwa perubahan besar yang menurut mereka baik harus dilakukan melalui pergerakan massa buruh yang massive. Tidak ada yang salah dengan ini. Para komunis punya landasan pemikiran sendiri yang logis dan saya menghargai itu. Mereka punya sudut pandang sendiri mengenai bagaimana perubahan baik dapat dicapai. (Baca Aksi Massa karya Tan Malaka)
Saya akui bahwa sistem komunisme telah gagal, bahwa memang komunisme tidak membangun kesejahteraan, bahwa komunisme taunya ya menyamaratakan tanpa melihat kapasitas personal. Komunisme telah gagal karena pemimpin-pemimpinnya melakukan korupsi, cenderung amoral, karena mengabaikan nilai-nilai keimanan serta menampik kebaikan dalam beragama. Saya sependapat dalam hal ini. Saya hanya ingin meluruskan pemahaman kebanyakan orang.
Mengenai gagasan kapitalisme yang dimaksud Dr. Hamid di atas, saya tidak ingin mengomentari karena saya tidak cukup mumpuni dalam hal ini. Mungkin kawan-kawan yang lain yang lebih ahli dalam kapitalisme bisa memberikan pandangan.
Saya pun sependapat bahwa kita tidak bisa begitu saja mengatakan bahwa "islam itu sosialis", atau "islam itu kiri" atau "islam itu kapitalis". Memang Tjokroaminoto punya pandangan sendiri mengenai islam dan sosialisme. Tapi harus kita sadari bahwa islam lebih dulu muncul sepuluh abad sebelum sosialisme muncul di tengah peradaban yang belum semodern pada masa kehidupan Marx. Begitu pula dengan kapitalisme dan komunisme. Ajaran islam tidak dibatasi oleh gagasan isme-isme tadi. Maka islam dapat kita katakan lebih tinggi dari gagasan-gagasan tersebut. Dalam islam, kita punya beberapa kisah kapitalis Utsman Bin Affan atau Siti Khadijah yang dapat mematahkan nalar Adam Smith. Apabila mengikuti batasan yang dibuat ilmuwan Barat, dalam arti positif, saya boleh mengatakan bahwa sebetulnya "Islam lebih sosialis daripada sosialisme" dan "Islam lebih kapitalis daripada kapitalisme". Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi.
Karena itu, bagi saya, kurang tepat pula bila Dr. Hamid mengatakan islam sebagai alternatif dari dua sistem yang gagal. Kawan-kawan paham kan maksud dari kata "alternatif"? Justru islam mestinya menjadi sistem yang utama, dengan muslim yang baik sebagai eksekutornya, dan bukan diposisikan sebagai alternatif.
Apa yang saya jabarkan di atas adalah hasil pemikiran saya yang dibentuk setelah empat tahun mempelajari gagasan Karl Marx di Prodi Rusia FIB ditambah pula oleh wejangan-wejangan beberapa Ustadz. Tidak ada referensi atau quotation tertulis. Silahkan apabila kawan-kawan ingin memberi kritik. Saya terbuka, karena saya akui punya banyak celah dalam berpikir. Sebab saya memang cuma mahasiswa yang belum sarjana mencoba menanggapi tulisan Dr. Hamid.
sumber gambar
Demonstrasi kelompok komunis di tahun 1955
Waktu: 1955 Sumber / Hak cipta: Michael Rogge
Kewaspadaan nasional dan bahaya laten komunis, Alex Dinuth 440 halaman Used kondisi bagus Rp.65.000,- #komunisme (di Kencana 1 Kalimulya Depok) https://www.instagram.com/p/Cp4EFiRyMbe/?igshid=NGJjMDIxMWI=