((Info Kopfi))
4 bulan berjalan, ibarat bayi masih tertatih, berguling merangkak berjalan, pelan...
Doakan kami terus bergerak ya gaeees, berkontribusi demi tegaknya kalimatullah *duh beratnya, heee...
Bismillaaah yaaak :)

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from South Korea
seen from China
seen from United States

seen from Türkiye
seen from China

seen from Germany
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Australia
((Info Kopfi))
4 bulan berjalan, ibarat bayi masih tertatih, berguling merangkak berjalan, pelan...
Doakan kami terus bergerak ya gaeees, berkontribusi demi tegaknya kalimatullah *duh beratnya, heee...
Bismillaaah yaaak :)
Kopfi Bandung : Nobar 3 Alif Lam Mim
“APA YANG TERJADI DENGAN INDONESIA 20 TAHUN LAGI?”
Apakah “tradisi teror” akan (masih) menjadi tradisi untuk pengalihan isu? Apakah umat-umat beragama masih bangga dengan identitas keagamaannya? Apakah konspirasi-konspirasi masih terus menjadi isi dari setiap tragedi yang muncul?
Spesial untuk kamu-kamu yang ingin mengasah ketajaman berpikir sebagai calon penerus generasi bangsa, kami mengajak untuk menonton FILM Futuristik Pertama di Indonesia yang menjadi WARNING ALERT untuk masyarakat dan seluruh Umat beragama di Indonesia. Ketika Pancasila diubah menjadi Catursila, ketika agama tidak dijadikan dasar munculnya perdamaian dunia. Ketika Indonesia dikuasai oleh ASING dan umat beragama menjadi minoritas. Isu yang diangkat adalah isu ideologi, karena itu Film ini Wajib ditonton oleh GENERASI PENERUS BANGSA ! Agar kita dapat mulai bersiap menanti masa depan (dengan amunisi)! SO, jika kamu merasa bagian dari generasi muda penerus bangsa, pastikan nama kamu-kamu terdaftar Dalam Event NOBAR bersama KOPFI :
NOBAR 3 Alif Lam Mim (Official) SPESIAL FULL VERSION NONTON=DONASI
☀Minggu, 31 Januari 2016
dibagi dalam 2 Batch (pilih)
Batch 1 13.00-15.00 wib Batch 2 15.30-17.30 wib
🏢Lokasi : Ruang Multimedia lt.2 PUSDAI BANDUNG
☎PENDAFTARAN 25-30 Januari 2016 Whatsapp/SMS ke 089656602659 (Deasy) Format : Nobar3REG_Nama Lengkap_Jumlah (Keterangan)_pilihan Batch1/2 (Pembayaran 25-30 Januari)
💰INFAK ONLY 30K (sudah termasuk DONASI)
Pembayaran Via Transfer ke BNI 0228337628 a.n Deasy Resnasari
Segera transfer untuk booking batch fix 😊 —————————————- Review Film 3 ‘Alif Lam Mim’ Resmi KOPFI
http://www.kopfi.id/2016/01/13/review-film-3-alim-lam-mim/
Trailer Official http://youtu.be/7v73m1onml4
Promo Film 3 @ToninghShow Net TV
https://youtu.be/EbqVMGtuY5E https://youtu.be/Wu6DMMwwbFA
https://youtu.be/KyNa_Jthnpk
#NobarKOPFI #DukungFilmBaik #BanggaFilmIndonesia
Organized by Kopfi Bandung
Supported by Baznas Jabar
🍭 More information:
KOPFI BANDUNG Ig: kopfi.bandung twitter: kopfi_bandung FP: Kopfi Bandung CP: 085222280307
KOPFI PUSAT Website: kopfi.id |twitter & ig : @kopfi_id | FP: Komunitas Pecinta Film Islami | FB: Kopfi | kopfi-id.tumblr.com | [email protected]
Alhamdulillaaah, telah lahir website Kopfi. Uyeaaaah. Semoga makin progresif yes, hehe.
Trus tumblr ditinggalin dongss. Wait, I hope not of course. Semoga admin masih sempat mengisi tumblr juga walau website sudah nyata.
Okeh, doakan kami istiqomah menebar kebaikan guys. See you at top :)
(( Kopfi Promote Film Islami ))
Edisi ini Kopfi coba promote film Ketika Mas Gagah Pergi. Film yang diadaptasi dari cerpen dan novel dengan judul yang sama karya Helvy Tiana Rosa. Yap, cerpen ini konon dianggap sebagai tonggak kebangkitan sastra islami era 90-an. Munculnya cerpen tersebut mendapat sambutan luar biasa di masanya yang diikuti munculnya berbagai karya-karya sastra Islami lainnya.
Kini, mbak Helvy dan crews sedang berjuang untuk megangkat cerita tersebut di layar lebar yang akan ditayangkan di tahun 2016.
Nah untuk teman-teman yang berminat, ada tiket presale untuk nobarnya lhoo. Hanya dengan RP100.000 kamu bisa dapat nobar film bersama dengan artisnya, goodybag, donasi untuk pohon, donasi untuk komunitas pilihanmu. Cek aja di http://kmgp.club/ atau di http://kmgp.act.id/
Bang Arie Untung (Produser Film 3 Alif Lam Mim) memberikan testimoni untuk teman-teman Kopfi.
Bismillaah, kita akan terus mensupport karya-karya islami terbaik bangsa Indonesia bang, insha Allooh. Doakan kami dapat bertebaran dan ditemukan di seluruh pelosok Indonesia yaa
(( Edisi Promote Film Bagus ))
Gaessss 1 - 6 Desember 2015 akan diselenggaran Jogja Asian Film Festival di Jogja, nah teman-teman kopfi liat beberapa jadwal ada film yang worth it nih buat ditonton, mumpung cuma 15K jugak loooh.
Kami ringkasin nih jadwal yang seabrek-abrek :D
Surga Yang Tak Dirindukan - Kuntz Agus 3 Desember 2015 10.00 - 11.30 Studi 4 Empire XXI
Mencari Hilal - Ismail Basbeth 4 Desember 2015 11.10 - 13.10 TBY
3 Alif Lam Mim - Anggy Umbara 5 Desember 2015 10.00 - 13.40 Studio 4 Empire XXI
Battle of Surabaya (Animasi) - Aryanto Yuniawan 6 Desember 2015 11.20 - 13.15 di TBY
Untuk tiket bisa didapatkan di https://event.arenatiket.com/festival/2/jogja-netpac-asian-film-festival-2015.html
For more information cek aja di https://jaff-filmfest.org/
Ps.
1. Harga tiket hanya 15K (kapan lagi cobaaa nonton film bagus di bioskop tiket murah meriah :D)
2. Tiket presale terbatas! Bangettt! Tapi ada tiket ots nya sih.
Film 3 Tetap Tayang Karena KOPFI
Pada Hari Minggu tanggal 8 November ini, telah diadakan kembali nonton bareng film yang memukau tapi kurang populer, yaitu “3” Alif Lam Mim karya Anggy Umbara. Nonton bareng yang dilaksanakan di J-walk Babarsari itu mendapatkan respon positif dari banyak orang, terbukti dari penuhnya studio 6 saat itu dan bahkan masih menyisakan seratus lebih daftar nama dalam waiting list untuk nobar selanjutnya. Walaupun telah ditarik dari penayangan bioskop-bioskop di Indonesia, kita dapat lagi menikmati film seru ini berkat usaha dan kerjasama dari teman-teman Komunitas Pencinta Film Islami, atau singkatnya KOPFI yang berada di Yogyakarta. Komunitas yang belum lama berdiri ini tanpa basa-basi langsung membuat acara yang langsung viral dan disukai oleh khalayak ramai. “Sayang banget kalau film bagus kayak 3 ini hilang gitu aja” ujar Siti Nurlaila Indriani, salah satu anggota dari KOPFI ini.
Berlatar Jakarta tahun 2036, Indonesia telah menjadi negara liberal setelah 10 tahun revolusi besar-besaran melawan kelompok radikal islam. Kebebasan menjadi nilai yang paling tinggi di junjung. Aparat diharuskan menggunakan peluru karet dalam semua operasinya. Agama dianggap kuno dan penganutnya langsung dipandang sebagai kaum ekstrimis yang mengancam keamanan negara dan warganya. Tiga tokoh utama di film ini bernama Alif (Cornelio Sunny), Herlam (Abimana Aryasatya), dan Mimbo (Agus Kuncoro). Tiga orang yang sama-sama berasal dari pesantren dan padepokan beladiri yang sama, lalu memilih jalan yang berbeda-beda setelah dewasa.
Alif memilih untuk masuk ke detasemen khusus karena mencari pelaku pembunuhan orang tuanya, dengan kuat membela sistem negara yang ia yakini benar sebagai bagian dari aparat. Lam yang lalu menjadi seorang jurnalis tidak sepenuhnya percaya dengan bagaimana Indonesia berjalan. Mim memutuskan untuk menjadi ustadz dan tetap tinggal di pesantren bersama warga muslim lainnya yang saat itu merupakan kaum minoritas. Konflik mulai meningkat ketika sebuah cafe yang baru saja dikunjungi oleh sekelompok orang berbaju gamis menjadi target pengeboman. Penelitian Lam lalu membawa Alif ke dalam perseteruan yang tak terelakkan dengan Mim.
Hanya dari melihat posternya saja sekilas kita diingatkan dengan film-film action laga Indonesia seperti “The Raid” dan “The Raid 2”. Namun sebenarnya film 3 ini lebih dari itu. Paduan action, drama, dan reliji menghasilkan film yang apik dan dengan kuat menusuk cara pandang “tidak peduli” dari banyak orang terhadap dunia dan spesifiknya, Indonesia. Film dengan tema dystopia ini, dengan karakter dari tokoh yang begitu kuat dan cerita yang terkonsep apik, dengan sukses dapat memberikan penontonnya kesempatan untuk menaiki roller coaster emosi dengan penggambaran kritisnya terhadap kemungkinan masa depan mengerikan yang menunggu umat beragama di Indonesia.
“Nggak sampai dua puluh tahun, 232 tempat ibadah ditransform menjadi gudang” salah satu kutipan dari tokoh Lam dalam film ini cukup menggambarkan betapa kuat pesan yang ingin disampaikan Anggy Umbara dalam karyanya yang satu ini. Begitulah film 3 ini menginspirasikan sekelompok pemuda-pemudi untuk mendirikan KOPFI. Meskipun baru berdiri sebentar dan baru kegiatan pertama, tampaknya nobar ini menangkap banyak perhatian. Belum ada 2 bulan berdiri, KOPFI Yogyakarta sudah merambat dan memicu berdirinya KOPFI cabang Pekanbaru. Bahkan kegiatan di Yogyakarta ini mendapat kontak tawaran kerjasama dari berbagai pihak yang mendukung berjalan terusnya kegiatan nobar ini. “Kita udah sempet komunikasi terus sama multivision, bahkan sama Anggy Umbara juga,” lengkap Indri.
Dalam waktu dekat ini akan berdiri lagi cabang-cabang KOPFI di beberapa kota seperti Lampung, Tangerang, Malang, Semarang, Palembang, Solo dan Medan. Tidak hanya di Indonesia, akan juga berdiri cabang di Australia oleh PPI Australia. Sudah 4 kali film 3 ini tayang di Yogyakarta berkat kerjasama Blitz-CGV dan KOPFI dalam 2 bulan ini. Bagi yang belum sempat menonton, tenang saja karena kabar-kabarnya masih akan ada lagi acara batch 5 yang bahkan tidak hanya nonton bareng saja, tapi juga akan mengundang Anggy Umbara untuk bedah film bersama. Tertarik? Follow dan pantau terus aktifitas KOPFI yang bisa kita lihat di instagram dan twitternya @KOPFI_ID.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/zakyharun/fillm-3-tetap-tayang-karena-kopfi_56407238db9373ff048b4567
*Sambutan atas nobar film 3 dan kopfi. Terima kasih banyaaak :)