Seyla Benhabib, salah seorang filsuf perempuan terpenting abad ini, mengajukan konsep “kosmopolitanisme lain” (another cosmopolitanism) untuk mengatasi kegagapan Teori Kritis secara khusus dan filsafat politik secara umum dalam menjawab persoalan tersebut. Etika diskursus publik yang dikembangkan Habermas, misalnya, dianggap tidak memadai oleh Benhabib karena kehilangan kepekaan terhadap isu-isu gender, disagregasi kedaulatan, imigran tanpa dokumen, pengungsi, dan imigran yang sudah tidak memiliki negara (stateless persons). Benhabib mencoba melampaui keterbatasan Habermas tersebut, dan dengan demikian, ia telah memberi tenaga baru bagi filsafat politik dewasa ini. Amin Mudzakkir, Kosmopolitanisme Seyla Benhabib, Yogyakarta, Cantrik Pustaka, Oktober 2022, 158 hlm, 85.000 #AminMudzakkir #KosmopolitanismeSeylaBenhabib #Kosmopolitanisme #Kosmopolitan #SeylaBenhabib #CantrikPustaka (di Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/CnNxLzghleM/?igshid=NGJjMDIxMWI=









