Mencicil Hutang Rindu
Mungkin jika di sebuah tempat tidak terdapat hal-hal yang pantas diingat, tidak akan ada rindu yang sebesar ini,
saya bukan tipe seseorang bisa menetap di sebuah kota dalam waktu yang lama, di usia yang hampir seperempat abad lebih ini sudah berbagai kota yang saya tinggali, bukan apa-apa kebanyakan alasannya karena sebuah tuntutan,
seperti sebab menjadi seorang mahasiswa yang terdaftar di sebuah perguruan tinggi, sebab merantau demi mencari jati diri dengan pengalaman kerja disana-sini, atau sebab ikut dengan suami,
dari semua kota yang pernah singgah di kepala, hanya satu kota ini yang entah mengapa sehari atau dua hari saya rasa tidak cukup waktunya untuk menyusuri pesonanya, seperti ada morfin yang bercampur dalam cuaca dan suasananya,
apa karena disana saya dilahirkan? atau apa karena disana saya habiskan masa-masa puber hingga masa menuju dewasa? atau apa karena disana saya pertama kali mengenal apa itu debar dalam dada?(halah, pret!!)
Tak banyak berubah memang dari wajah kota ini, selain beberapa hal yang terakhir saya ingat, seperti sudah tidak saya temukan lagi pedagang kaki lima sepanjang jalan Pecinan menuju Pasar Rejowinangun (apa karena saya terlalu pagi waktu itu sampai disana? Sekitar pukul 6 pagi, mbuhlah... pokoknya maa syaa allaah tambah enak dilihat karena tak ada polusi pemandangan, hehe), dan saya juga tidak temukan lagi ibu-ibu penjual getuk yang legend pada masanya yang biasa mangkal di depan toko mas Mustika, ternyata beliau sudah pindah ke pasar Rejowinangun yang sudah dibangun ulang.
Impian saya dulu sejak mulai merantau ke daerah orang, ialah jika nanti mempunyai kesempatan mampir ke kota kelahiran, saya ingin mengulang sejarah yang mana dahulu selalu jalan kaki dari sekolah - alun2 - pasar - gelanggang remaja - AKMIL - Pakelan - SMA - SMP - balik lagi ke alun2, hanya sekedar untuk menikmati suasana yang pernah saya ingat untuk sekali lagi (urusan kaki jadi pegel-pegel itu urusan mburi, yang penting sedikit rindu ini terobati).
Di kesempatan selanjutnya semoga Allaah mengijinkan saya untuk bergerilya kesana dalam waktu yang lebih lama, agar rindu-rindu ini bukan lagi sebagai hutang yang kerap merajuk ingin segera dilunaskan.


















