ada kamu lagi menjelang pagi
/ada kamu di sudut kamar, dengan wujud beragam, dalam figura tua, di pelataran meja, di styrofoam, berwujud struk belanja, berbentuk brosur toko, dalam sekotak surat cinta nostalgila masa sma.
/ah, kamu lagi, kali ini di langit-langit kamar, di sekeliling lampu pijar sewarna putih pudar dimakan masa awal kita menyandang gelar “pacar”.
/dari langit-langit kamar menuju ventilasi, pamit tanpa salam selamat kepada malam, pertanda akan ada kamu lagi malam berikut dan akan datang.
/dan akhirnya, ada jejakmu di setiap sudut kamar, di langit-langit dekat lampu pijar, dan di ventilasi kayu tua berpola acak, semua sewarna merah jambu. rindu.
-padang, lima ke enam september duaribusebelas, dini hari-














