Kisah Patah Hati
mana yang lebih menyedihkan imsak yang selalu mengejar sahur atau buka yang selalu menunggu magrib? Jein, 2017 oleh: @jeinoktaviany
seen from France

seen from United States

seen from Portugal
seen from United States

seen from Netherlands
seen from T1
seen from United States
seen from Spain
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
Kisah Patah Hati
mana yang lebih menyedihkan imsak yang selalu mengejar sahur atau buka yang selalu menunggu magrib? Jein, 2017 oleh: @jeinoktaviany
Selamat Datang, Selamat Bermaaf-maafan
Kini mohon maaf lahir dan batin Menjadi selamat datang di Indomaret
Kalimat itu mengalir deras di manis Marjan Coco Pandan Remuk jadi remah Di kaleng Monde dan Khong Guan
Selalu terucap saat membelah ketupat Yang melompat kedalam mangkuk opor ayam Menumpahkan kuahnya ke baju putihku Meninggalkan pisau membuat garis tangan baru
“Hehehe maafin dong, kan lagi lebaran.”
Kau ingin minta maaf, atau makan ketupat?
(Jakarta, 7 Juni 2017)
cc: @kelaspuisi @menatapmu @jeinoktaviany
Menjemput Sahut
“menjauhlah!
kembalilah jika telah surut amuk.
sebelum usap badai menyentuh tubuh pantai, pergilah engkau bersama rantau arakan beramai
pun, bawalah serta kantukku yang pasai ini agar tak lelap aku mencurimu pulang lewat mimpi,”
tapi maaf, Nyonya.
tak ada libur bagi segulung debur.
mereka terbentur, terbentur, terbentur dan terbentuk! (1) jadi kepalanya!
dia itu pelaut
ombak menumis didih dalam darahnya
jikalau marah laut itu memintanya, gairah bibir mana sanggup dikecupnya?
“tapi, lihatlah!
jauh ufuk menyediakan teluk.
apatah dapat kupasung kehendak pasang?
itu amarah, ataukah amaran?
huncamlah sauhmu! tanjung itu ialah lenganku sebagai kabar bagi layarmu tuk berlabuh dalam dekap telukku,”
e'tidak, Nyonya!
laut itu membalik kasih ibu.
sekali meminta, usah ada harap yang membagi kembali..
(1) terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk - Tan Malaka
*Writing project kolaborasi untuk kelas puisi oleh Bagas Nik Harsulang ( @taikupukupu) Dan Rie Cc @kelaspuisi @menatapmu @narasibulanmerah
Lelucon
1/
Kali ini kuhentikan sudah
Seluruh bising yang tak kau suka
Lagu-lagu cinta yang menyentuh
Penuh harapan sekaligus menyedihkan
Seperti lelucon, katamu dulu
2/
Menyalahkan semesta aku pernah
Membencimu pun kurasa tinggal percuma
Aku ingin berpamitan,
Mengucap selamat tinggal diatas sandiwara
Kini ku tahu, kamu ialah sekadar lelucon
Jakarta Selatan, 16 Februari 2017
Cc : @menatapmu @kelaspuisi
Perhitungan
bulan puasa ialah saat aku belajar matematika menghitung jarum detik yang gugur menuju imsak dan buka menaksir biaya makan tiga butir kurma menimbang zakat fitrah untuk satu kepala menjumlah rakaat tarawih: 4-4-3 yang mirip formasi sepak bola memprediksi pada malam ganjil ke berapa akan kujumpai layla hingga aku lupa untuk apa aku puasa Jakarta, 19 Juni 2017 oleh: @umiazh
Pengasingan
dalam pengasingan ini aku terus saja bertolak dari dosa ke dosa seperti seorang pelayar yang kemudian diterjang badai-badai aib. aku tak tahu akan berlabuh di mana mungkin maut yang akan menunjukan di mana dermaga terakhirku. 2017. oleh: @cahyasederhana
Layla
jernih tutur kalam Ilahi merasuk kalbu ketika di sepertiga akhir yang syahdu kutemukan layla di sujud panjangku Jakarta, 19 Juni 2017 oleh: @umiazh
Kerinduan yang Belum Usai
Aku ingin lebih lama Rinduku belum usai Aku masih ingin Ramadhan tak cepat berlalu Sebab diri masih terlalu lalai Pada bulan yang penuh rahmat-Mu Aku masih ingin Memeluk setiap ayat-Mu Pada Ramadhan yang suci Memohon ampunan Di kala pintu terbuka luas Hingga segala dosa akan terampuni Kuharap kelak Akan kembali bertemu, Ramadhan-Mu. Jakarta, 2017 oleh: @aylavianty