Kuatren aku kamu #1
Dalam senyap aku bercerita Pada sunyi aku mengungkap rasa Kutengadahkan kepala menikmati rintik O, hujan, dia jatuh cinta
Basahnya memulai hari Menyejukkan hati sanubari Tolong kau jangan cepat pergi Sampai embun mengering mati
Penuh pesona aku melihatnya Harapan tidak sengaja ditebarnya Wibawanya terlihat dimana-mana Aku merindu senyummu yang entah milik siapa
Apanya yang ramai Mereka saja sibuk dengan masing-masing diri Riuh tapi dingin, lebih baik sepi tapi hangat Aku menunggumu dengan sangat, diantara mereka yang tersekat
Semakin kau ikat semakin ia melekat Katamu kamu nyata tapi bagiku kamu maya merekat erat membelenggu imaji hai kenangan bisakah kau pergi?
Kau menjelma bagai Sirius Bintang paling terang diantara kita Kau terang tapi tak menyilaukan Matamu serasa memasung sukmaku didalamnya
Malamku gelap Hadirmu gemerlap Suaramu merangkai sesuatu Mozaik dirimu yang diselimuti rindu
Kita berada diantara ilalang Berpeluh nikmat tak tertahan Desir angin tak mampu goyahkan Hanya desah yang memecah keheningan
Dari langit bintang tersipu memandangi Rindumu tak perlu kau suruh sembunyi Pun kangenku tak butuh ku hakimi Biar temu memangkas temaram malam ini
Sejauh apapun kapalku berlayar Selama apapun aku pergi Tetaplah kau dermaga tempatku pulang Tempat dimana aku mengistirahatkan hati
Terperangkap harap, Solo - Semarang, 31 Desember 2015 @bebraveyou - @menjalin
sajak/sa·jak/ n 1 gubahan sastra yang berbentuk puisi; – empat seuntai sajak yang terdiri atas empat larik dalam satu bait; kuatren;
















