Aku sedang tak ingin menjalin hubungan lagi, entah mati rasa atau memang belum ada yang membuatku jatuh rasa.
- R
seen from Philippines
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia

seen from France
seen from Türkiye

seen from France
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Belgium
seen from France
seen from United States
Aku sedang tak ingin menjalin hubungan lagi, entah mati rasa atau memang belum ada yang membuatku jatuh rasa.
- R
Pernah Menjalin Asmara Namun Tak Berujung Pelaminan, Sheila Marcia Sebut Roger Danuarta Bukan Pria dari Tuhan - Nova
Pernah Menjalin Asmara Namun Tak Berujung Pelaminan, Sheila Marcia Sebut Roger Danuarta Bukan Pria dari Tuhan – Nova
NOVA.id –NamaRoger Danuartakini tengah menjadi perbincangan setelah menikahiIn the reduction of Meyriska.
Ya, sebuah perjuangan panjang untuk Roger di mana dirinya sempat ditolak oleh ayahandaIn the reduction of Meyriskasebelum akhirnya meminang gadis cantik yang akrab dipanggil Chika tersebut.
Masa lalu yang kelam, yakni pernah menggunakannarkobadan masuk penjara, membuat jalan…
View On WordPress
Kuatren aku kamu #1
Dalam senyap aku bercerita Pada sunyi aku mengungkap rasa Kutengadahkan kepala menikmati rintik O, hujan, dia jatuh cinta
Basahnya memulai hari Menyejukkan hati sanubari Tolong kau jangan cepat pergi Sampai embun mengering mati
Penuh pesona aku melihatnya Harapan tidak sengaja ditebarnya Wibawanya terlihat dimana-mana Aku merindu senyummu yang entah milik siapa
Apanya yang ramai Mereka saja sibuk dengan masing-masing diri Riuh tapi dingin, lebih baik sepi tapi hangat Aku menunggumu dengan sangat, diantara mereka yang tersekat
Semakin kau ikat semakin ia melekat Katamu kamu nyata tapi bagiku kamu maya merekat erat membelenggu imaji hai kenangan bisakah kau pergi?
Kau menjelma bagai Sirius Bintang paling terang diantara kita Kau terang tapi tak menyilaukan Matamu serasa memasung sukmaku didalamnya
Malamku gelap Hadirmu gemerlap Suaramu merangkai sesuatu Mozaik dirimu yang diselimuti rindu
Kita berada diantara ilalang Berpeluh nikmat tak tertahan Desir angin tak mampu goyahkan Hanya desah yang memecah keheningan
Dari langit bintang tersipu memandangi Rindumu tak perlu kau suruh sembunyi Pun kangenku tak butuh ku hakimi Biar temu memangkas temaram malam ini
Sejauh apapun kapalku berlayar Selama apapun aku pergi Tetaplah kau dermaga tempatku pulang Tempat dimana aku mengistirahatkan hati
Terperangkap harap, Solo - Semarang, 31 Desember 2015 @bebraveyou - @menjalin
sajak/sa·jak/ n 1 gubahan sastra yang berbentuk puisi; – empat seuntai sajak yang terdiri atas empat larik dalam satu bait; kuatren;
Nyata
Solo, Desember 27 2015
: yang selalu menghadirkan hati, @menjalin
Hai, lelaki berkacamata. Terimakasih telah setia menunggu. Maaf sudah membuatmu resah dan gelisah. Tetapi, aku harap kau tidak kehilangan arah.
Kamu, benar-benar setia, ya? kaya aku. Besok jika kita diizinkan menjadi kita, kamu tidak perlu terlalu sering pergi ke warung langgananmu. Akan aku bawakan bekal makanan yang kamu suka dan sehat (pastinya juga lebih hemat) yang pastinya akan menjadi pemadam kelaparanmu. Kamu suka makan apa?
Sebenarnya untuk apa dan siapa kesetianmu kau pertahankan?
Aku setia untuk diriku sendiri. Aku bertahan pun untuk diriku sendiri. Tetapi terkadang aku merasa bodoh menjadi setia–sendirian. Setia meski disakiti berkali-kali. Setia padahal seringkali ikut melukai. Setia walau tidak hanya padaku dia berlari. “Belum jatuh cinta namanya kalau belum gila.” (kata seseorang). Gabungan masa lalu dan masa kini membuatku membuang jauh-jauh mindset yang lalu. Jatuh cinta tidak harus membuatmu gila. Pun membuatmu bodoh. Bukankah setelah kau jatuh kau membutuhkan tenaga yang lebih agar dapat bangun? Aku bertahan hingga akhirnya aku belajar melepaskan. Kita tidak bisa memaksa orang untuk setia pada kita, kan? Karena setia itu dari dalam hati, berasal dari nurani, terletak di diri sendiri.
Bagaimana denganmu?
Jika aku terka, banyak keturunan adam disana yang mengagumimu terlepas kau setia atau tidak
Aku menjawab lewat kutipan pada buku, ya.. “Kadang tak tau lebih baik dari tau. Lebih baik daripada tau sesuatu tapi tak jujur. Atau tau setengah-setengah, tapi ujungnya kita salah menduga. Atau tau yang jujur, tapi terlalu pahit.” (Kica, Teman Imaji, 2015). Dan aku memilih tidak tau ada yang mengagumiku atau tidak. Perempuan lebih suka yang jelas-jelas. Meskipun perempuan suka memberi kode, tetapi perempuan tidak begitu dalam memecah kode. Mainnya main ekspektasi. Bermain harapan.
Tetaplah ada. Tetaplah nyata, seperti bayang-bayang. Yang selalu ada, yang selalu setia–meskipun sering terlupa. Selamat berlayar. Selamat menemukan tempat berlabuh. Kalau ada yang mau ngasih aku bros kerang, aku mau lhoh..
yang sedang bermain dengan bayangan, -af
Hujan
: yang kesetiaanya melebihi pungguk, @menjalin
Hai. Selamat membaca sapaku yang kuharap menjelma suara hingga menenangkanmu. Ada riak bergemericik saat kau berkata kau menungguku. Syukurnya baru riak, belum tsunami, hehe.
Tentang pungguk, kau mengagumi kesetiaannya. Apakah kau akan tetap setia jika dia tak kunjung merengkuhmu, pun memperjuangkanmu?
Mengapa kau tidak mau diibaratkan seperti pungguk?
Bukan, bukan karena pungguk tidak tahu diri dalam mencintai. Hanya saja aku lebih menyukai merpati. Yang selalu tahu tempat untuk pulang, setia, serta romantis. Kisah cinta merpati tidak bertepuk sebelah tangan, eh sayap. Bukankah tidak ada yang berharap mempunyai perasaan seorang diri? Karena aku yakin, ada salah satu sisi dari hati ada yang mengetuk meminta balasan(–meskipun dalam doa).
Salammu sudah sampai tujuan. Sampaikan sapaku pada mama, papa, dan putri kecil. Semoga ada kesempatan untuk bertukar tatap dengan mereka.. (sssst, ini hanya modusku untuk meminta temu).
Semoga kau tetap menjadi hadiah. Layaknya hujan; dari langit untuk bumi, dan selalu kusukai.
pemadam kesunyian, -af
Matahari
December, 10 2015
: yang selalu bersemangat mendengarkan, @menjalin
Hai. Bagaimana harimu? Kalau aku boleh geer, kau sedang menunggu balasanku. Maaf sudah membuatmu menunggu. Aku takut kamu jadi pelarian diatas kesibukanku.
Kau bertanya mengapa aku setia merangkai kata(–rasa) lantas (hampir) selalu mengirimkannya pada tujuanku. Sederhana. Setiap surat yang datang adalah pertanda bahwa mereka ada. Pertanda bahwa mereka adalah tujuan. Dan setiap manusia, aku yakin mereka mempunyai sisi untuk dianggap ada.
Perihal dia setia atau tidak, biarlah menjadi urusannya.
Bagaimana jika dia-mu tidak setia padamu? Emmm… Kau pernah mengalaminya?
Aku akan tetap menulis(–mengetik) surat meskipun tanpa balasan. Meskipun aku menekan dalam-dalam harapan suatu saat akan datang tukang pengantar surat mengetuk pintu rumah dengan namaku sebagai alamatnya. Layaknya matahari setia hadir dipagi hari memberikan harapan baru. Tidak mengharap balasan bahwa bumi akan balik menyinarinya.
Selamat menyapa malam. Tetaplah menjadi bintang yang tidak selalu terlihat tetapi selalu ada. Selamat menyetiakan diri.
Penikmat segala tetes rindu, -af
Setia
December, 7 2015
: yang tidak lelah menunggu jawaban @menjalin
Hai. Sini aku sapa. Aku baca, kau tidak pernah mendapatkan balasan ya? Sama, aku juga. Jangan-jangan kita… orang yang setia?
Perihal orang setia, setiap manusia menurutku diciptakan untuk setia. Mengapa? Karena dari awal manusia hanya punya satu ayah dan satu ibu. Apakah ada hubungannya? Anggap saja ada. Yang membuat mereka tidak setia hanya rasa dan keadaan.
Kamu, bicara soal setia ketika aku bilang terlanjur sayang pada layar kecil yang aku genggam. Bukan karena aku tidak melepaskannya ketika berada dihadapanmu, tetapi karena aku masih menggenggamnya disaat aku bisa menggantinya dengan yang baru. Dengan yang lebih keren. Ah sini aku beri tau. Keren itu hanya masalah waktu. Yang lebih-lebih juga. Suatu saat yang lebih keren, lebih lebih itu juga akan kalah dengan yang lebih lebih lebih lagi. Tidak percaya? Coba buat daftar yang pernah mengisi hatimu. Aku yang gantian tidak percaya jika kau bilang kau tidak pernah mengenal kata bosan pada mereka. Ciyee mereka. Hehe..
Aku, bicara soal setia dalam menunggu jawaban dari surat (cinta)-surat (cinta) yang aku kirimkan. Kalau bahasa kekiniannya, ‘adek sudah lelah bang, lelaah~’. Sampai-sampai tidak dapat lagi menggantungkan harap pada tukang pos. Meskipun aku tau tukang pengantar surat (-dunia maya) sudah hafal alamat tujuan surat-suratku. Tetapi aku entah mengapa kehilangan harap untuk mendapat balasan. Eemmm mungkin dia-dia sedang sibuk membalas surat yang lain ya..
Pernah merasa tidak di-setia-in? Kalau iya, sama. Aku juga. Setia bukan hanya perihal men-satu-kan. Karena mungkin kamu tidak di-dua-kan, tetapi di-tiga-kan, atau bahkan di-n-kan. Eh maaf, itu aku. Bukan kamu. Tapi kalau kamu ya, nggapapa. Biar kita samaan lagi.
Bagaimana rasanya? Sakit?
Sudah dulu ya. Jangan tanya mengapa aku mengakhiri surat ini dengan tanda tanya. Terimakasiih.
Yang mempunyai harapan baru tentang surat, af
menjalin hubungan mitra yang saling menguntungkan
menjalin hubungan mitra yang saling menguntungkan
Ada saat dimana anda berada dilingkungan yang benar-benar baru, sehingga butuh adaptasi total agar anda dapat menempatkan diri anda pada lingkungan tersebut dengan siklus kehidupan yang baru. misalnya anda berada diposisi sebagai karyawan baru pada suatu perusahaan dan ingin mudah menempatkan diri dan bergaul dengan nyaman pada semua karyawan yang ada dan berikut ini adalah beberapa tips menjalin…
View On WordPress