Suatu hari, kehidupan ini akan berbicara tentang keberpihakannya pada hal-hal yang kolot.
paragraf

seen from Malaysia
seen from Kosovo
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from China

seen from Canada

seen from Canada
seen from Netherlands

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Russia
seen from South Korea
Suatu hari, kehidupan ini akan berbicara tentang keberpihakannya pada hal-hal yang kolot.
paragraf
Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika berhenti mendengarkan , kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang ini, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal.
Maka di atas sukses ada signifikan. Jadilah manusia yang penuh nilai, bukan sekedar sukses yang meskipun tampaknya berkelimpahan namun kosong secara spiritual.
Pribadi yang signifikan, dirinya penuh makna sehingga dirujuk oleh orang lain sebagai teladan; bukan sekedar pengetahuannya yang luas tapi tutur katanya yang santun, menghargai dan memuliakan.
Islam sejak awal kehadirannya memposisikan dirinya sebagai "sikap penuh ketundukan". Islam adalah sikap bukan merujuk pada subjek atau seseorang yang "bangga" dengan keshalehan formalnya. Berislam berarti bersikap signifikan. Islam itu mashdar bukan isim fa'il. Islam itu memwujud dalam ketundukan yang shaleh. Islam bukan goretan aksara pada KTP, baju koko, gamis, sorban besar, jabatan ormas keislaman, haji berkali-kali, gelar ustadz atau bahkan hafalan Al-Quran.
Islam itu memwujud pada signifikasi ketundukan yang membumi, menyadari pengawasan Allah bukan sekedar pada keberadaan pribadi tersebut, bahkan pada setiap huruf yang keluar dari mulut-nya, pada setiap desah nafas, pada setiap angin yang mendesir pelan, pada setiap daun yang berguguran, pada setiap gerak ikan yang berenang, maupun pada setiap detik kejadian.
Arogansi seringkali menutup diri dari kesadaran ruhani semacam ini. Segera temukan kesadaran diri, dimana kita dengan penuh kearifan mengakui sisi paling lembut dari kekhilafan dan kezaliman kita. Laa ilaaha illaa anta Subhaanaka innii kuntu min azh-zhaalimiin.
[enha] Helwa
Jatuh padamu itu selayaknya terjun bebas tanpa parasut. Sudah tahu begitu entah kenapa aku masih mau?!
@armmrtksr