Why are mild-tempered ones happy?
Lack of mildness of temper is the result of insecurity, frustration, lack of faith and hope, and even desperation.
Kurangnya kelemahlembutan adalah akibat perasaan tidak aman, frustrasi, kurangnya iman dan harapan, dan bahkan perasaan putus asa.
Sejatinya perangaimu adalah cerminan ibadahmu. Hampir dua puluh tiga tahun hidup di dunia, tak terhitung telah kutemui berapa banyak wajah dan karakter yang kuhadapi. Semasa menempuh pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan kerja, bahkan masyarakat. Orang yang bersikap lemah lembut pasti ada, namun yang bersikap arogan dan kasar juga tidak sedikit.
Allah berfirman dalam Q.S : Ali Imran: 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
Ayat tersebut pertama kali ku ketahui ketika saya duduk di tingkat pertama sekolah menengah atas. Sungguh, aku baru memahami maknanya setelah lulus kuliah. Begitu banyak hari-hari yang berat dan melelahkan semasa kuliah, khususnya dalam hal memahami karakter orang lain.
Secercah nasihat dariku malam ini adalah jadilah sosok yang lembut dan tenang. Meskipun orang-orang disekitarmu mungkin bersikap kurang baik. Satu hal yang perlu diingat, mereka tidak berhak mempengaruhi caramu bersikap dan merespon. Mudah-mudahan ibadah kita yang tulus, semata mengharap ridho-Nya membawa pengaruh baik terhadap perilaku kita.
Percayalah semua orang ingin diperlakukan dengan baik, dengan lemah-lembut. Namun tidak semua orang mampu memulainya dari diri sendiri. Mari buktikan bahwa kita adalah insan yang beriman.
10:56 PM II 10.25.2020
















