Syahdu nian lagunya. Kalau diputar di bus yang mengantarkan pulang dari rantauan, ingin rasanya waktu perjalanan jadi sangat ringkas, ingin segera tiba di rumah, menyantap masakan racikan Mamah.
Seorang kawan bilang bahwa ini tipe-tipe lagu yang cocok diputar saat study tour. Bener juga. Di chat saya berseloroh, mendengarkan lagu ini membuat jadi kangen pada kekasih yang tak pernah dimiliki. Bentar, kalau tak sempat memiliki, apakah layak dengan seenaknya disebut kekasih? He.















