My Love~
Teruntuk laki lakiku. Aku sedang sangat malas untuk patah hati dan jatuh cinta lagi. Fase nya benar benar sangat melelahkan. Apalagi bagian hapus hapus memori.
Aku sadar betul, sedang banyak yg kamu pikirkan. Di fase awal mu meniti karir ini, kamu harus dan ya memang harus membahagiakan orangtua mu. Bahkan kalau bisa gaji pertama mu harusnya untuk mereka. Bersemangatlah sayang.
Aku ada di fase tergila gila denganmu. Tapi aku sadar betul, fase ini sangat meresahkan untukku dan pasti akan berefek padamu.
Selain jarak umur, kita juga dipisahkan pulau rupanya. Bagaimana khawatirku disini, sering merasa tdk dicintai. Sangat melelahkan perasaan ini kan sayang. Maafkan aku ya.
Jika lagi dan lagi ujungnya kita tidak bersama, dan jika ujungnya lagi aku yg akan kamu lepaskan diantara banyaknya beban dan tanggung jawabmu. Maka, tolong ingat aku dalam setiap
pencapaianmu, bahwa aku tdk pernah sekalipun menyerah dalam menemanimu.
Banyak memang yg lebih. Hartanya, fisiknya, kepintarannya. Tapi dalam mencintai, kita harusnya sudah berdampingan dengan syukur. Bahwa rasa cinta yg dihadirkan tentu sudah atas persetujuan Tuhan. Maka, manusia tidak boleh terlalu tamak. Atau dia akan kehilangan semuanya. Maka itu, aku memutuskan memilih untuk mencintaimu dengan rasa cukup.
Saat kamu memilih untuk kembali ke keluargamu, sebetulnya kamu sudah satu tahap melepaskan aku.. tapi aku mempercayaimu. Katamu, kita bisa. Katamu, aku adalah rasa syukur mu paling besar. Aku tak mau jadi perempuan, yg menghalangimu dalam bakti pada ibu dan ayahmu. Maka itu, aku percaya kata katamu. Dan seperti kamu juga bilang “sabar sayang”.
Tenang, aku ga pernah main hati. Karna ketika aku mencintai. Berjalan dengan siaapun tidak ada rasanya sama sekali. Akhirnya aku akan mencintamu dengan doa dan rasa pasrah.













