JUNI | Jadikan aku milikmu untuk selamanya sebab, niatku memang bersamamu saja. Ini komitmen dan do'a panjang ku.. Aamiin.
seen from Italy

seen from United States
seen from China
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States

seen from Portugal
seen from China
seen from China

seen from Guatemala

seen from New Zealand

seen from Philippines

seen from Singapore
seen from Hong Kong SAR China
seen from Australia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
JUNI | Jadikan aku milikmu untuk selamanya sebab, niatku memang bersamamu saja. Ini komitmen dan do'a panjang ku.. Aamiin.
Perempuan itu Bukan Aku
Perempuan yang selalu bersedia menanggapi obrolanmu itu bukan aku. Deretan topik pembicaraanmu sebenarnya asyik untuk dijadikan obrolan panjang. Sayangnya, aku bukan perempuan seperti itu.
Aku perempuan yang was-was memperhatikan gerak perasaan yang bisa hadir diam-diam. Perempuan yang mati-matian menjaga perasaan, untuk jatuh pada yang berhak.
Perempuan yang bersedia kamu ajak untuk berkomitmen sebelum pernikahan itu bukan aku. Bukan karena lemah dalam berjuang, tapi karena hal tersebut terlalu rentan untuk rapuh di tengah jalan atau bahkan di sentimeter mendekati tujuan. Bukanlah saat ini perjuangan dan janji sudah menjadi hal yang mudah untuk diingkari?
Perempuan yang bersedia untuk dibawa pergi kemana saja olehmu itu bukan aku. Tidak peduli ke kota atau ke kampung, pantai atau pulau, danau atau sungai.
Aku bukanlah perempuan yang selalu bersedia menemani perjalanan itu. Bukan karena ciut dalam usaha, bukan juga karena mudah mengingkari kesetiaan. Tapi karena aku adalah perempuan yang percaya dan berkomitmen untuk menjaga diri sebelum pernikahan.
Perempuan itu bukan aku. Pikirku tidak sama dengan pikirmu. Entah apa yang sedang kamu cari dari cara-cara yang sedang kamu usahakan. Aku akan seperti ini, meski yang kudapat bukan kamu.
Mengucap komitmen terkadang memang mudah tetapi bertahan untuk berada di jalur komitmen itu rasanya butuh kaki yang kuat, hati yang tulus, dan terkadang keberanian yang dipaksakan agar tak gamang tatkala hanya segelintir orang yang berusaha, berupaya, dan bersikukuh menyelesaikannya. Bahkan tatkala hanya dirimu seorang diri yang menjalaninya.
Komitmen.
Kala banyak mereka yang memilih bersemikan cintanya dalam hubungan yang bernama pacaran. Ada perasaan lelah seketika melakukan semuanya serba sendiri. Berbeda ketika melihat mereka yang memiliki pacar. Ada yang jemput, ada yang beliin makan, ada yang ngajak jalan, ada yang bantuin ngerjakan tugas, ada yang dengerin cerita mau selarut apapun itu, ada yang setia mendukung kala diri sedang ingin dikuatkan.
Sebetulnya, mereka yang berkomitmen untuk tidak berpacaran sampai halal tidak benar-benar iri pada apa yang dilakukan. Namun, ada satu titik dimana rasa lelah ketika diri merasa insecure atas apa yang sudah dilakukan. Tidak ada yang mendukung. Tidak semua orang terlahir dari keluarga yang bahagia, dari keluarga yang baik-baik saja. Tidak ada tempat untuk sekadar bercerita. Selebihnya terasa menyenangkan dilakukan dengan sendiri.
Ketika ada seseorang memberikan perhatian lebih. Terkadang ada perasaan bahagia sebab ada yang memperhatikan. Namun, bila bukan karena ingin taat. Barangkali mereka yang sungguh menjaga diri, akan jatuh pada hal yang demikian.
Seorang teman pernah berujar, "kalau bukan karena dosa, aku tidak akan pernah melepaskannya."
Ya, benar. Kalau bukan karena dosa dan ingin taat kepadaNya. Barangkali kita akan jatuh pada hal demikian, pacaran. Atas pertolongan Allaah yang berkali-kali menguatkan untuk berkomitmen menjaga diri dengan sebaik-baik penjagaan.
Setiap orang memiliki keputusannya. Jalan menuju Allaah tidak pernah mudah. Ada banyak ujian dan cobaan yang akan kamu temui. Ketika berkomitmen untuk menjaga diri dengan sebaik-baik penjagaan semoga komitmen itu Allaah tolong sampai akhir hayat. Tidak hanya ketika menuggu jodoh, ketika sudah berjodoh pun komitmen menjaga diri tetap harus terus diupayakan.
Tidak ada yang salah pada rasa suka. Perasaan itu fitrah. Yang terbaik adalah mengolah perasaan itu agar tetap pada tempatnya. Tidak melebihi batas sebelum waktunya. Sebab jatuh cinta sebelum waktunya adalah sebuah ujian.
Dan yang kini tetap pada komitmennya untuk tidak berpacaran. Semoga Allaah menolong kita semua ya. Dari hal-hal yang telah Allaah larang untuk tidak mendekatinya . Tidak mudah memang. Sebab kita sedang berada dalam keterasingan. Dimana pacaran sebelum menikah adalah hal yang biasa.
Selamat menjaga diri, sebab yang terjaga hanya untuk menjaga. Terimakasih sudah menjaga diri dengan baik ya. Jangan pernah lepas untuk meminta pertolongan Allaah dalam penjagaan diri..
Rindu kedua || 09.57
follow us on instagram @yumiirai
𓂃𝆹 najimi (komi-san) ፧ wallpapers 𖦹
@ria-eri @i97yeri @harumi-web @jnnizip @jennibomb @2060s @choerrybombz @vg-k @v-ampiros @mnartts @sh4world
Ide yang spektakur tanpa konsistensi tingkat tinggi tidak akan jadi apa-apa.
Konsistensi tingkat tinggi dengan ide yang biasa-biasa saja akan jadi sesuatu yang luar biasa.
Keahlian itu bertumbuh ketika diasah. Pengetahuan juga akan begitu.
Karnanya kalimat "menuntaskan apa yang sudah dimulai" bukanlah kalimat sederhana.
"There is a difference between interest and commitment. When you're interested in something, you do it only when it's convenient. When you're committed to so...
"There is a difference between interest and commitment. When you're interested in something, you do it only when it's convenient. When you're committed to something, you accept no excuses, only results."
- Kenneth H. Blanchard