The Password
(2005)
Sukses adalah cita-cita atau impian yang mengkristal menjadi tujuan. Yang dijabarkan menjadi rencana dan dilaksanakan dengan kerja keras, keuletan, niat baik, dan keyakinan. Karena keyakinan, aku menjadi sangat berani. Keberanian akan memberikan kekuatan sehingga aku bertarung sepenuh kekuatanku dan menang. Aku akan berpikir bukan lamanya waktu yang aku gunakan, melainkan waktu yang aku gunakan untuk apa. dan bukan yang aku lakukan bermakna, melainkan apa yang aku berikan untuk orang lain. Dalam mencapai tujuan, aku perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun oleh upaya sendiri. Dibalik semua pencapaian, terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila aku melakukan dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilanku. Kebesaranku tidak terlihat ketika aku berdiri dan memberi perintah. Tetapi ketika aku berdiri sama tinggi dengan orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari mereka untuk menjadi sukses. Inilah kepemimpinan yang sejati. Jangan berharap bisa mencapai langkah keseribu apabila langkah pertama tidak dilakukan. Aku takkan pernah terlarut dan terbuai mimpiku. Aku akan bekerja dan terus berusaha. Dan di sinilah aku akan mengawali niat suciku, langkah pertamaku untuk menjadi seorang pemimpin.
(2007)
Aku adalah seorang manusia Yang bertujuan untuk hidup di dunia ini Mencapai kemenangan, atas prestasi diri Namun, bukan berarti sukses Karena sukses adalah suatu hal yang sukar diraih Butuh pengorbanan besar tuk mencapainya Sukses bukan berasal dari diri sendiri Melainkan atas bantuan dari orang-orang sekitar kita Yang mau merelakan waktu dan tenaganya Untuk membantu mencapai cita-cita Aku adalah seorang pemimpin Yang selalu meminta pertolongan Kepada Sang Penguasa di alam semesta Yang selalu berkaca pada bayang-bayang hitam Tuk menutupi bekas luka yang kelam Pemimpin tidak hanya berbicara, namun juga bekerja Tidak hanya bekerja, namun berdo’a Tidak hanya berdo’a namun berusaha Karena dibalik semuanya tersimpan rahasia il’ahi Aku hanya segumpal tanah Yang diselimuti oleh tulang belulang Dan diisi oleh darah yang mengalir Namun aku tak boleh hanya diam Aku harus mencapai yang ku inginkan Aku akan terus belajar dan berusaha Tuk menjadi pemimpin yang bijaksana Karna tlah tertanam di hatiku Dan aku yakin AKU BISA AKU BISA
(2009)
Saya belajar bahwa dunia dan waktu akan terus berputar, dan saya ada di dalam mereka. Maka langkah demi langkah saya tidak akan sama setiap waktu dimanapun saya berada. Saya belajar nantinya saya akan bertemu dengan berbagai manusia yang berbeda-beda. Maka saya harus memutuskan, apakah akan melebur dengan mereka atau membaur apa adanya diri saya. Saya belajar untuk bisa menjadi apa yang saya mau, bukan untuk diri saya tapi untuk mereka dan dunia. Dan bahwa menjadi bijaksana adalah sesuatu yang harus saya kuasai di tengah-tengah dunia yang penuh dengan benar dan salah. Maka kebijaksanaan itu akan membawa saya menjadi manusia yang hidup dan tidak lemah.
(2010)
Menjadi pion catur yang terus maju, itulah ibarat aku. Setiap pijakanku adalah belajar dan berlatih. Terus maju, menapaki kotak-kotak baru dan menambah ilmu. Jalanku adalah panjang dan berliku, sementara langkahku hanya mampu satu demi satu. Tapi tekadku tidak pernah ragu. Bahkan jika nanti aku terkalahkan takdir, akan ku pastikan pengorbanan itu membuka jalan untuk penerusku. Aku bukanlah pemimpin terbesar, bukan manusia terhebat. Tapi pasti kan kutulis kebijakan-kebijakan di atas pasir. Agar angin keikhlasan menerbangkannya jauh dari ingatan. Agar ia terhapus, menyebar bersama butir pasir ketulusan. Karena aku bukan apa-apa melainkan seorang hamba. Dengan nama Tuhanku, aku memulai perjuangan ini.
(2011)
Aku akan terus membangun jejakku, menjalani peran sebagai manusia pembelajar. Bersama manusia lainnya menggerakkan dunia yang dinamis. Bagai roda-roda gigi yang bersinergi. Menegakkan kerja besar: memperbaiki diri pribadi dan umat ini. Meski beratnya perjuangan sering membuatku lelah, tapi Tuhan tahu akan kelelahanku. Maka aku akan berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalananku, untuk menengok keadaan jiwa dan memompa semangatku. Aku akan berusaha karena kutahu dan percaya: sesungguhnya kehidupan itu hanyalah suatu permainan yang terus berputar. Walau kadang aku berada diatas atau dibawah. Namun aku yakin, sekecil apapun kebaikan yang kuperjuangkan, aku akan ikut membawa perubahan besar untuk peradaban dunia.
(2012)
Dengan mengucap nama Tuhanku, akan kuteruskan perjuangan ini. Aku bukanlah panah yang lupa pada busurnya, melainkan ibarat pedang yang setia pada tuannya. Kurasakan berkali-kali asahan dan tempaan hingga aku menjadi sangat tajam, dan aku siap menggantikan yang terdahulu. Aku tidak peduli seberapa kuat musuhku saat itu karena aku dibuat bukan untuk menorehkan luka, bukan pula mematikan, melainkan menjaga tuanku. Aku tak mau berdiam diri hingga karat menyelimuti. Bersama pedang lainnya akan kutebas penjajah pengancam tuanku, menuntaskan mimpi yang terdahulu dan mengusahakan yang terbaik bagi penggantiku. Meski gagal menghampiri, aku akan terus mengasah, mengalahkan ketumpulan diri. Karena medan laga adalah pembelajaran bagiku. Aku bukan senjata nomor satu, namun aku yakin Tuhan tahu tanpa aku berucap. Tuhan mengerti maksud hati hanya dengan aku percaya: bahwa aku sedang dibutuhkan dan kepadaku tuanku berharap.
(2013)
Kupejamkan mata, tenangkan hati, tunduk merendah menghadapNya Kukuatkan hati, melangkah tuk bersemi Bertahan dihempas badai, panas dan dingin demi pertumbuhanku Kan kucari jati diri, kokohkan niat tuk berdiri Kala bencana menghampiri, kan kuperlakukan secara manusiawi Kala kemenangan berkobar, kumerendah menunduk dihadapanNya Karena kutahu kubukan padi yang lupa tuannya Kurela letih tertatih demi kehidupan tuan yang bersahaja Tak perlu lagi kutanyakan apa yang kudapat Melainkan mencari jalan bagaimana memberi Kala sinar tak lagi teraih, tak kubiarkan diriku membusuk sia-sia Kan kucari hakikat arti kehidupan hingga diri ditelan bumi Hingga sinar mengejar sejauh mana peluh diri Hingga senyum sang tuan menghiasi diri yang mulai melemah Memang tak pernah mudah menjadi sebuah padi, apalagi manusia seutuhnya Namun, kan kucoba memulai dengan menjadi padi yang memanusiakan manusia
(2014)
Kutenangkan diri berserah dalam setiap hembusan namaNya. Kumantapkan hati tuk memperjuangkan yang terbaik Karena kutahu aku diciptakan dari sesuatu yang baik untuk menjalani proses yang baik Aku tak peduli kala dunia tak bersahabat denganku Terkadang duniapun menuntutku untuk melupakan tugasku Namun aku tahu ku tak boleh bertopang dagu Menunggu lenyapnya ratuku dan digantikan yang baru Maka inilah perjuanganku untuk ketenangan dan kehidupan ratuku dalan kejayaan Bagiku menjalani takdir terasa berat Namun aku bersama lebah-lebah lain kan selalu yakin Bahwa apapun dan bagaimanapun kami kan selalu menawarkan sayap kami pada yang lain Bersama membangun satu tuju karena kami adalah lebah penjaga ratu Ketidaksabaran dan keegoisan terkadang melahapku habis Sama seperti kesenangan dan waktu yang tiada batas Namun kekuasaanNya lah yang benar adanya Maka kumulai perjuangan ini dengan ridhoNya Sebagai lebah yang memahai arti jati diri dan makna kehidupan
(2015)
Kutenangkan hati, lantunkan doa berserah kepadaNya Teguhkan niat, kokohkan diri dalam tundukku Memulai tuk lalui perjalanan panjangku Kutahu angin tak pernah maklumi pertumbuhanku Walau begitu, tak pernah aku takluk Karena kutahu aku berdiri tegak di sini bukan tanpa alasan Ketika badai menghampiri, kuyakin diri mampu hadapi Namun kusadari, mengakar bersama kan lebih berarti Tuk menaungi kehidupan di sekitarku Meski diri ditelan bumi, tetap ku tumbuhkan asa kala tiada lagi titik pengharapan Kala kurasa tiada yang mampu teraih, kutahu perjuangan ini tak pernah ditujukan hanya untuk seorang hamba Melainkan juga pada mereka yang membersamai langkahku hingga musim silih berganti Kumaknai pertumbuhanku sebagai jalan tuk mendekat padaNya Berharap perjalanan ini kan tumbuhkanku bak biji yang baru Tangguhkanku layaknya pohon yang siap tuk memberi lebih Dengan nama Tuhanku, kuawali niat suciku, langkah awal tuk menjadi insan yang bermanfaat














