Kumal. Saya periksa tahun terbitnya, tercatat tahun 2001. Jadi pada tahun ini, uang pecahan lima ribuan ini kurang lebih sudah beredar 9 tahun.
Mungkin karena telah melalui proses edar yang panjang, akhirnya uang pecahan lima ribuan ini jadi kumal. Sedikit banyak, kita turut andil menjadi penyebabnya.
Saya sering mengamati, kita kerap melakukannya: uang lembaran digulung sedemikian rupa, lalu digenggam di tangan. Mungkin karena jarak kita ke toko atau warung yang dituju saking dekatnya, sehingga kita kerap malas membawa dompet. Atau mungkin karena kita kerap kali berkaos oblong serta bercelana kolor yang tanpa saku sehingga kita tak dapat menyimpannya di saku pakaian.
Mungkin ada faktor lain juga, seperti kebiasaan para pelaku transaksi pembayaran di pasar-pasar tradisional, terutama di bagian daging dan ikan. Soalnya di bagian ikan dan daging, kemungkinan uang itu basah lebih besar. Sudah basah, digulung-gulung pula. Jadilah kumal.
Pernah ada pembeli yang membayar belanjaannya di toko kami, menggunakan uang pecahan sepuluh ribuan yang sudah kumal, juga sobek. Tapi dengan tidak enak hati, saya menolaknya. Lantas meminta ganti uang yang lebih baik. Rasanya cukup malas menukarkannya di bank.
Mungkin anda mempunyai pengalaman juga tentang uang kumal?