Tanah
Apa yang kamu harapkan dari kaki manusia?
Apa yang membuatmu rela diinjak suka suka?
Apa yang membuatmu bungkam saat tumpukan batu bata dan semen menindihi engkau wahai tanah?
Seakan tak habis nyawa dikau disia siakan begitu saja.
Saya pernah menyadari peringatanmu lewat erosi yang beberapa kali menghancurkan sebagian peradaban manusia.
Namun, sudahlah sia sia saja peringatan itu rupanya.
Panjang umur ya.
Aku masih membutuhkanmu.
Untuk menimbun diriku ketika datang masa dimana umurku sudah pergi meninggalkan darah dan tulang.
-pionirrenung-
semoga puisi diatas mampu mengantarkan kalian kepada renung untuk sadar perihal alam yang butuh pemahaman














