
seen from Russia

seen from Poland
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Russia
seen from Maldives
seen from Azerbaijan
seen from T1
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
Makan Enak Di Ubud | Kulineran Asik dengan View Alam Terbuka!
Halo Semuanya! Selamat datang kembali di channel ini. Kali ini kita melipir sedikit ke daerah Ubud untuk kulineran di salah satu tempat yang super estetik dan nyaman banget, yaitu Ankhusa. Sambil menikmati udara segar Ubud, kita dimanjakan dengan arsitektur bangunan bambu yang megah dan pemandangan alam hijau yang bikin suasana makan jadi makin spesial. Ankhusa Restaurant Ubud by Wonderspace…
Semesta bertasbih
Ikan dilautan burung diudara….. Berbagai jenis hewan.. Tanaman yang menghasilkan bunga dan buah dikebun dan ditaman…. Bentuknya macam macam Indah indah…. Semua itu didandani Allah Dihias oleh Allah Dijamin rizkinya Oleh Allah… Lalu dilenyapkan /dibinasakan dan kembali kepada Allah….
Ada yang lebih kuat dari nyanyian digereja ….. Ada yang lebih kuat dari suara adzan dimasjid…. Ada yang lebih berkesan dari khutbah ustad dan pendeta…
Pagi malam Hujan kemarau Aktifitas istirahat Makan minum Pernikahan kelahiran kehidupan kematian…. Yaitu semesta mewartakan kebesaran dan keagungannya…. Dan dia yang hidup kekal…. Walau semua yang dialam dunia binasa…
@teenagegothintegrity mentioned some sequel Alan x Sam stuff which inspired me to yap a bit about what I think their relationship was before Sam died in the Tribe
Sam definitely stayed with Alan, idc what canon says. After he heard Alan was a halfling he popped in to try and convince him to feed and then never left.
And yes they got together- If they weren't together as kids then there was definitely some pining.
Alan really should have had a moment like this when Edgar explained what happened to Sam:
The reason Sam went after Edgar wasn't really personal (Like he said, whatever Edgar did is water under the bridge), he just figured that Edgar was one of the last things making Alan hold onto his humanity so if he was gone then Alan would turn fully and they could be together forever. He toyed with the idea of turning Edgar too, but he knew that probably would end with Edgar killing him so he decided to just go straight for the kill.
Didn't really work out for him…
Rehat Sejenak, Mari Membaca Isyarat Alam.
Duduklah dengan tenang, tarik napas dalam-dalam, dan mari kita resapi kembali pesan-pesan sunyi yang dikirimkan alam.
Coba pandang sejenak kelembutan kelopak putih pada tangkai itu. Di dahan itu, ada bunga yang sudah menyerahkan dirinya pada angin, mekar dengan anggun. Namun tepat di sebelahnya, ada kuncup-kuncup kecil yang masih menutup rapat, seolah sedang berbisik, "Belum saatnya."
Mereka tumbuh dari akar yang sama, meminum air yang sama, namun tidak saling mendahului. Kuncup itu tidak merasa tertinggal, dan bunga yang mekar tidak merasa paling hebat. Mereka tahu ada waktu yang pas untuk segalanya. Begitu juga dengan jiwamu. Jika hari ini kamu merasa belum "merebak" seindah orang lain, ketahuilah bahwa kamu tidak terlambat. Kamu hanya sedang dirawat oleh waktu untuk mekar di saat yang paling tepat.
Tidak perlu merasa tertinggal hanya karena orang lain "mekar" lebih duluan.
Di antara buah mangga yang tumbuh besar, kokoh, dan hijau, ada satu buah kecil di bagian bawah yang menyerah pada warna kuning sebelum sempat membesar.
Alam sedang bercerita bahwa tidak semua hal dalam hidup ini harus berakhir megah untuk dianggap berharga. Ada mimpi-mimpi kita yang sengaja dihentikan oleh-Nya, bukan karena Ia tak sayang, melainkan karena dahan hidup kita mungkin tak akan sanggup menopang bebannya kelak. Menerima yang "menguning tanpa membesar" adalah cara terbaik untuk melatih hati agar selalu berprasangka baik pada setiap ketetapan-Nya.
Tataplah pohon dengan bunga kuning yang kontras dengan latar belakang area industri mengingatkan kita pada roda kehidupan. Ada masa di mana dahan-dahan dipenuhi bunga yang indah, dan ada masa di mana bunga-bunga itu harus gugur, jatuh, dan berserakan di jalanan. Tidak ada yang abadi; kejayaan akan berganti, kesedihan pun akan berlalu. Allah mempergilirkan hari-hari itu di antara manusia agar kita tidak sombong saat di atas, dan tidak putus asa saat di bawah.
"Setiap masa ada namanya, dan setiap nama ada masanya."
Tarik napasmu kembali, dan hembuskan perlahan. Kamu sudah berada di musim yang tepat dalam hidupmu saat ini. Tidak ada yang keliru dengan langkahmu.
Menyadari bahwa kita tidak perlu berkompetisi dengan "tangkai" atau "tandan" lain adalah kunci kedamaian hati. Kita hanya perlu fokus bertumbuh dan menyelesaikan tugas kita di musim kita sendiri.
@clichemistry
Tuhan harta satu satunya disaat semuanya binasa
Klo jasad menua dan mati dan jasad hancur jadi tulang belulang….klo alam binasa….yang tersisa hanya Tuhan yang ada sebelum alam yang ada sebelum roh ,jiwa dan jasad manusia…….itu tempat kita kembali….itu harta kita satu satunya yaitu Tuhan…bahasa islamnya Alloh…bahasa yahudinya Adonay… bahasa hindunya sang hyang widi bahasa jawanya Pengeran…bahasa bataknya Debata bahasa chinanya Tien..bahasa Inggrisnya God