Standar
Standar disusun manusia untuk segera lekang tepat setelah berjumpa kenyataan baru diciptalah standar baru, lebih layak terap lebih layak bagi ia yang merasa penting atasnya
Bahwa hidup manusia itu (rupanya) dipenuhi relativitas
seen from Taiwan
seen from China
seen from China

seen from Maldives

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from China
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States

seen from Netherlands
seen from China

seen from Malaysia

seen from Philippines
Standar
Standar disusun manusia untuk segera lekang tepat setelah berjumpa kenyataan baru diciptalah standar baru, lebih layak terap lebih layak bagi ia yang merasa penting atasnya
Bahwa hidup manusia itu (rupanya) dipenuhi relativitas
Bila kau lihatku kini yang nampak sebagai diri tegar, maka kan kujawab bahwa (ternyata) aku pernah lalui masa sebagai diri yang terhempas-hempas, di kedalaman diri.
inspired by highschool friend’s stories
Cerita takkan utuh bila kau tak tuntas menuliskannya. Jangan berhenti.
- Ay, Bait-Bait Cerita
Ketika kita panjatkan pinta pada-Nya, Dia beri permintaan kita dengan cara lembut dan elegan; terpenuhi pinta kita, sepaket pula dengan pembelajarannya.
Ay - Elegan
Kepastian yang niscaya adalah KETIDAKPASTIAN. Mengapa? Sebab sepasti-pastinya putusan manusia, siapa boleh mengelak putusan berbeda dari-Nya, alih-alih merunduk yakin putusan-Nya lah yang Maha Pasti Maha Adil?
Ay - Kepastian
Hidup jangan terjun bebas saja. Ibarat penerjun, jika kita biarkan diri kita hampa tangan, kita hanya akan tersedot gravitasi bumi dan jatuh sedalam-dalamnya, sesakit-sakitnya. Bawa parasut, alat pengaman tubuh yang memadai, dan jangan lupa.. pelajari dulu ilmu terjunnya, sambil belajar mengalaminya. Dari jatuh sedikit, akan semakin belajar tuk tidak jatuh.
Ay - Terjun Bebas
Pembanding
Manusia hidup banding-membandingkan
Benar salah Baik buruk Disuka tak disuka Untung rugi Adalah timbangan-timbangan yang niscaya
Berbeda halnya diri manusia sendiri Adakah kita pernah membandingkan diri kita dengan orang lain Adakah diri kita merasa lebih ini lebih itu dari si dia Adakah kita sesekali merasa kurang ini kurang itu bila dibandingkan dengan ia
Adaa saja tolok ukur kapasitas diri kita, salah satunya membandingkan diri kita dengan orang lain
Namun.. cukuplah No need to compare anyone else between us It further just hardly force ourselves claim them as our rival Sebab itu hanya akan menjadikan kita perlahan sebagai bukan-diri-kita
Lupa lagi mimpi kita
Dan, apakah kita cukup yakin bahwa sedemikian perlu kita mencurahkan energi untuk mencari-cari subjek pembanding itu?
Cukuplah merasa cukup. Rasa syukur perlahan kan deras mengalir, dan itu lah sejatinya energi positif yang menguatkan kita tuk pahami sisi-sisi anugerah Allah di dalam diri kita
dan berjuang tuk fokus optimalkan kita
bukan yang bukan-kita
Logically, world is a trial.
ay