Perubahan Iklim
Kegiatan manusia dalam menggunakan bahan bakar telah melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca yang sangat besar, sehingga mempengaruhi iklim global.
Konsentrasi karbon dioksida meningkat lebih dari 30% sejak memasuki jaman praindustri, menyaring panas di bagian bawah atmosfer.
Perubahan iklim global membawa berbagai macam resiko kematian.
Suhu tinggi yang ekstrim mengakibatkan pola dan infeksi penyakit menyebar.
Cuaca ekstrim seperti banjir bandang di kejadian Badai Katrina , telah menghancurkan kota New Orleans, di Amerika Serikat, yang mengakibatkan harta benda dan mata pencaharian hilang.
600000 kematian terjadi di seluruh dunia akibat bencana alam yang berhubungan dengan cuaca pada 1990-an. 95% terjadi di negara berkembang.
Hyperthermia dan Hipotermia menyebabkan angka kematian meningkat pada penyakit jantung dan penyakit pernafasan.
Naiknya permukaan laut meningkatkan resiko banjir di daerah pesisir, sehingga memaksa penduduk untuk berpindah tempat.
Kurangnya kualitas air meningkatkan resiko orang terkena penyakit diare, yang meyebabkan 2.2juta kematian tiap tahunnya.
Peningkatan suhu dan curah hujan yang tidak menentu, meningkatkan jumlah gagal panen di wilayah tropis, dimana ketahanan pangan masih menjadi suatu permasalahan.
“Jika kamu merusak alam, alam akan merusakmu jauh lebih kejam.”













