Panjang ya judulnya? Kemarin-kemarin sempat nulis tentang diet,, makan sehat, makan benar, dietnya syifa gitu. Mangga di cek #makanbenar Sebelumnya pernah ngobrolin tentang liur; lidah (rasa), sekarang akan ngobrolin tentang tekstur yang berkaitan dengan fungsi gigi. Anak bayi yang baru lahir Allah beri asupan gizi dari Ibunya berupa air susu ibu, yang bentuknya? Cair. Iyalah, anak baru lahir kan belum punya gigi. Tambah bulan, hadirlah gigi terus setelah asi eksklusif 6 bulan diperkenalkan mpasi (makanan pendamping asi). Dari buka instagram, gue jadi tau mpasi gak cuma bubur-bubur atau nasi tim, tapi ada juga metode BLW (kalo g salah, bayi 6 bulan keatas dikasi makanan bukan yang lembek, tapi kayak sayur buah dengan potongan yang bisa digenggam sang anak. Makin besar balita misalnya hingga usia tk, dikasi makan bentuk utuh, nasi, roti, biskuit (misal). Makin dewasa udah ada tambahan geraham bungsu makin bisa makan se'enak'nya kan? Makan apa aja. Kok tetiba kepikiran nulis ini? Suatu waktu, beberapa hari/minggu lalu tiba2 rasanya gue males ngunyah, tapi ngunyah basreng gue masih mau. Loh?? Kan basreng juga dikunyah. Oh. Ternyata, gue lagi suka ngunyah yang teksturnya kayak basreng, kriuk2, kres2, bkan kayak tekstur tomat, labu, bayem dsb. Tekstur yang mirip sama tekstur basreng menurut gue bengkoang potong atau timun, tapi waktu itu ga nyetok beengkoang. Jadilah gue bikin/beli jus. Dalam menyusun diet juga bisa dipertimbangkan tentang tekstur, apa mau jus (yang lembek terus, jadi langsung temen, tapi minusnya ga dikunyah jadi kurang tau kecampur sm liur dan enzim di mulut atau ga), atau rebus-rebus, atau campur2 tapi yang penting rasa? Apapun itu teksturnya, Allah menciptakan sesuatu dengan tujuan tertentu, kayak gigi manusia yang taring ya cuma 2, berarti makan dagingnya juga secukupnya, gak kayak harimau yang giginya taring semua, gigi gerahamnya ditambah juga pas dewasa jadi emang disuruh buat ngunyah. Jadi, itu semua pilihanmu! :)