dalam kabut aku dan kamu gagal tumbuh menjadi kita
dalam kabut, aku dan kamu melahirkan botol-botol beling, membesarkan dan mengasuh mereka dengan kitab suci pohon-pohon kaktus. berharap pada saatnya mendapati mereka menjelma kebun anggur yang meredakan kegaduhan kosongmu dan kegaduhan kosongku. dalam kabut, matahari adalah sebuah konon yang membenderangi matabatin. di luar warna-warna berdiri ragu, memaksa aku dan kamu menjelmakan diri menjadi hidung anjing yang paling mancung. dalam kabut, aku dan kamu saling raba, saling luka, mungkin juga saling cinta. tapi saat aku mengulurimu hutan tanda seru, kamu berkata “kenapa menyuguhiku melulu rimba tanda tanya?” dalam kabut, aku dan kamu gagal tumbuh menjadi kita.
2012
Malkan Junaidi
diambil dari www.kemudian.com/node/266116









