Thinking many, many thoughts…

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Yemen
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Brazil
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
Thinking many, many thoughts…
Leroy
NegaraSport.com - Jakarta, Liverpool diragukan dan Man City jadi favorit. Terlebih manchester united bisa membuat kejutan untuk fans nya.
NegaraSport.com – Jakarta, Liverpool diragukan dan Man City jadi favorit. Mantan pemain timnas Inggris, Chris Waddle, menilai Manchester United tidak bisa diremehkan di Premier League 2020/2021.
Bahkan, Setan Merah dianggap bisa mengejutkan di papan atas klasemen.
Duel PES Lawan Sentung
Main PES lagi nih setelah lama yang sekian. Kali ini lawan si Sentung, fans Manchester City dan fanboy-nya Yaya Toure. Kami main tiga pertandingan. Saya menang satu kali dan dia dua kali. Pertandingan berjalan biasa saja. Tapi tetap akan tetap saya tulis dan posting di wordpress. Biar apa? (Biar gak sia-sia punya akun tumblr).
Pertandingan Pertama
Pertandingan pertama dibuka dengan biasa saja dan strategi seadanya. Namanya juga pemanasan tidak butuh waktu lama untuk mengatur formasi beserta line up.
Si sentung pake Man-city main default dengan formasi yang lagi trend sekarang ini yaitu 4-5-1 dengan double pivot di lini tengah, serta mengandalkan Aguero sebagai pusat serangan. Sedangkan saya pake Man-Utd dengan formasi 4-3-3 setting-an instan; main quick counter dengan dua gelandang serang dan tiga penyerang. Kurang nyerang gimana tuh strategi. Satu level di bawah All out attack lah.
Di pertandingan pembuka saya main menyerang dan seperti biasa mengandalkan banyak R2. Tahan-tahan bola, dan placing. Setiap serangan berpusat di dua gelandang serang yang saya pasang. Bola dari belakang selalu diusahakan untuk sampai ke Mkhitaryan atau pun Mata yang ditugaskan memenangkan area pertama di lini pertahanan lawan. Setelah bola sampai di antara dua gelandang serang ini barulah bola coba didistribusikan ke ketiga penyerang. Apabila ketiga penyerang sudah tertutup maka fulbek akan naik membantu penyerangan lewat kedua sisi. Sedangkan bek tengah tetap di belakang jaga daerah. Sementara Pogba bertugas untuk men-delay bola. Di saat-saat tertentu ketika pemain lawan sudah terlalu sesak di daerah pertahananya, sesekali Pogba akan melakukan tembakan dari jarak jauh.
Si sentung main dengan gaya main seserebetan dan maen tuar. Hal tersebut didukung dengan skill pemainnya yang memang memiliki akselerasi tinggi. Seringkali Aguero, Sterling dan Sane tidak terkejar oleh empat bek sejajar yang saya pasang. Beberapa kali gawang Man-Utd hampir bobol oleh kecepatan ketiganya. Beruntung De Gea sedang ‘merah’ saat itu.
Di sisi lain ternyata Sentung belum terbiasa main PES dengan saya yang senang memainkan ‘R2’. Alhasil di pertengahan babak pertama Otamendi sudah kena kartu merah. Gara-gara si Sentung salah melakukan tackel pada Ibra. Ibra yang mendapatkan bola daerah dari Mata, dengan awak jangkungnya berusaha berlari meninggalkan Otamendi yang kalah start karena harus balik badan untuk mendapatkan bola. Alih-alih disangka akan sprint dengan menekan ‘R1’ sekuat tenanga Ibra malah men-drible bola dengan kecepatan normal dan menguatkan kuda-kudanya dengan ‘R2’. Otamendi yang kepanikan kala itu langsung melakukan sliding tackle tekan ‘O’ keras dari arah belakang.
Setelah kehilangan satu pemain Sentung enggan menambal satu lubang di lini belakang tersebut. Dia masih percaya diri dengan materi pemainnya. Terlebih Aguero berkali-kali masih membuat banyak peluang berbahaya di lini serang.
Namun tidak bisa dimungkuri. Meski lini serang Sentung sangat merepotkan pertahanan yang saya bangun tetap saja lini pertahanan dia sangat keropos dengan hanya menyisakan satu bek tengah di area pertahanan untuk menahan tiga penyerang yang saya turunkan. Tak lama berselang gol pun datang dari sundulan Ibra. Skor “1-0” di babak pertama. Dengan penguasaan bola seimbang 50-50.
Di babak ke dua tidak banyak perubahan yang terjadi. Sampai akhirnya Aguero yang sepanjang babak pertama terus meneror gawang De Gea akhirnya benar-benar membuat gol. ‘1-1’ Skor sementara. Setelah gol tersebut saya pun menaikan tempo permainan dengan memasukan Rooney menggantikan Mata. Mkhytaryan di tarik sedikit ke belakang mendekati Pogba. Sedangkan Rooney berada tepat di belakang Ibra sebagai penyerang lubang. Saya pun tidak lagi banyak menekan ‘R2’ dan terus melakukan umpan-umpan terobosan ke sisi lapangan. Depay dan Martial dikebut dengan terus menekan ‘R1’. Sentung yang hanya memiliki seorang Kompany di lini belakang akhirnya keteteran dan beberapa kali melakukan tackle. Beberapa saat berselang Kompany akhirnya diusir juga dari lapangan setelah mendapatkan kartu kuning ke dua. “Game Over” sampai pertandingan berakhir Sentung kalah telak “4-1” berkat tambahan gol Martial, dan dua gol Depay.
Pertandingan ke Dua
Pada pertandingan ke dua Sentung mulai mempersiapkan timnya dengan serius dan hati-hati. Kami masih menggunakan tim yang sama di pertandingan ke dua. Tapi kali ini Sentung memainkan Si Eweuh Kacape (gak ada capenya) “Yaya Toure” di lini tengah. Yaya Toure menggantikan peran Gundongan untuk mematikan dua gelandang serang yang masih tetap akan saya gunakan di pertandingan ke dua ini. Sedangkan di lini belakang kesalahan Otamendi yang di kartu merah karena kalah lari di minimalisir dengan memasang garis pertahanan lebih rendah. Selain itu ketiga penyerang yang saya pasang langsung di-marking. Otamendi dan Kompany bertugas mematikan Ibra, sedangkan Sagna dan Kolarov masing-masing menempel Depay dan Martial. Selebihnya semua masih sama seperti pada pertandingan pertama dengan formasi 4-3-3 melawan 4-2-3-1.
Di awal babak pertama Sentung seperti biasa memanfaatkan kecepatan para pemainnya langsung melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan. Sterling dan Sane bergantian mengajak adu lari Shaw maupun Valencia untuk mengejar umpan cantik dari David Silva. Aguero pun tak kalah berbahaya meski dihapit dua center bek dia seringkali lolos dan berhasil membuat tembakan on target. Beruntung De Gea masih cukup tangguh di bawah mistar gawang.
Khawatir serangan-serangan lewat adu lari ini akan berbuah petaka. Saya coba untuk bereaksi dengan menaikan garis pertahanan. Dengan begitu diharapkan Sane dan Sterling akan banyak terjebak offside sehingga saya tidak lagi perlu repot-repot menekan ‘R1+kotak+X’ sampe jebol. Meski dengan resiko apabila pemain tersebut lolos jebakan offside sudah tentu serangan akan jauh lebih berbahaya.
Benar saja di akhir babak pertama petaka itu muncul setelah Pogba gagal mengantisipasi pergerakan Silva di lini tengah karena saya telat pijit ‘O’ mengakibatkan Silva dengan leluasa memberi umpan pendek ke Aguero. Sentung yang sadar dua Wingernya selalu saja dalam posisi offside memaksakan Aguero untuk menerobos Smaling lalu menekan “R1” sejadi-jadinya. Smaling yang sudah tertinggal menyebabkan situasi one on one antara De Gea dan Aguero. Dengan mulus ‘R2+kotak’ menjadi gol penutup pada babak pertama di pertandingan ke dua ini.
Pada awal babak ke dua terjadi dua gol cepat yang proses golnya kurang lebih sama dengan gol pertama. Sane dan Sterling bergantian membobol De Gea. Sedangkan ke tiga penyerang saya masih sibuk melepaskan diri dari marking pemain lawan. Belum lagi Mata yang mati kutu di hadapan Yaya Toure. Hadirnya Yaya Toure di lini tengah membuat lini tengah yang saya bangun tidak dapat berbuat apa-apa. Pogba jadi lebih sibuk menjaga pergerakan David Silva yang licin. Mata dan Mkhtaryan yang di pertandingan sebelumnya menjadi motor serangan berbahaya seperti kehabisan bensin. Sementara Fernando begitu bebas meninggalkan pos-nya untuk membantu Silva membongkar pertahanan lawan.
Setelah tertinggal 3 gol saya mengubah lagi taktik dengan menurunkan kembali garis pertahanan. Sampai garis pertahanan yang paling rendah dengan empat bek sejajar. Sehingga ada jarak antara fulbek saya dengan winger yang Sentung turunkan. Dengan begitu setiap penyerang lawan hanya akan mendapatkan bola jauh dari area pinalti. Sebelum mendekati kotak pinalti mereka akan selalu mendapatkan hadangan face to face dengan pemain bertahan. Sehingga kecepatan penyerang lawan sudah tidak berguna lagi.
Sementara itu tiga penyerang saya yang buntu dikondisikan untuk merapat ke kotak pinalti lawan. Kecuali Ibra. Ibra ditarik agak ke belakang di posisi No.10. Dengan skema macam itu saya harap dua center bek yang mengawal Ibra akan tertarik untuk naik ke depan dan memberikan ruang yang cukup untuk Martial juga Depay merangsak ke kotak pinalti.
Yaya Toure tetap akan dipaksa berduel dengan Mata dan di tambah lawan baru yaitu Ibra tentunya, yang ditarik sedikit mundur ke lini tengah. Sementara Fernando tidak akan leluasa lagi karena Mata tanpa kawalan sekarang.
Beberapa saat setelah perubahan skema tersebut tim saya jadi lebih solid dalam menjaga para penyerang si Sentung. Namun kesulitan pada saat menyerang karena lini tengah yang terlalu sesak. Sementara sektor sayap tidak lagi dapat di ekspolitasi. Saya pun mengganti Martial yang shoot-nya kebanyakan ngawur dengan Rooney.
Dengan kesabaran dan ketekunan akhirnya gol yang ditunggu-tunggu lahir juga dari el captano yang baru masuk. Siapa lagi kalo bukan Rooney. Rooney yang baru masuk langsung mendapatkan umpan dari Mata setelah kutak-kutik di sisi kiri pertahanan lawan. Meninggalkan kompany dan kolarov di belakang Rooney dengan ‘tekan kotak ¾’ mulus mencetak satu-satunya gol yang saya buat di pertandingan ke dua ini. Skor akhir 3-1 tetap untuk kemenangan Sentung.
Pertandingan ke tiga
Pertandingan ke tiga ini adalah laga pamungkas antara saya dan Sentung di hari itu. Pertandingan pun masih mempertemukan Man-utd melawan Man blue. Sentung masih menggunakan the winning timnya di pertandingan terakhir ini dengan hanya sedikit mengutak-ngatik settingan game default-nya yang tidak begitu saya perhatikan. Dan tak lupa Marking pemain menyerang saya satu-satu.
Sedangkan Kali ini saya menerapkan taktik yang berbeda dari dua peratndingan sebelumnya. Jika di dua pertandingan sebelumnya saya menggunakan formasi 4-3-3, kali ini saya akan menggunakan formasi 3-5-2 yang oleh pandit-pandit sepakbola di luar sana dianggap sebagai kontra strategi dari formasi 4-5-1 dengan double pivot yang digunakan oleh Sentung.
Dengan formasi 3-5-2 memungkinkan duel satu lawan satu di setiap lini. Tiga pemain belakang akan berhadapan dengan satu striker dan dua winger lawan. Sementara satu gelandang jangkar saya (dalam pertandingan ini masih akan tetap Pogba) akan berhadapan langsung dengan pengatur serangan lawan ‘Silva’. Sementara dua gelandang serang saya akan langsung berhadapan dengan Double pivot lawan. Dan Wing bek saya akan menghadapi fulbek. Dua penyerang saya tentu akan bertemu dua center bek. Pas satu lawan satu.
Saya menggunakan tiga bek sejajar bukan tiga bek dengan komposisi satu libero dan dua stoper yang sempat kapiran di sepakbola Indonesia. Dengan tiga bek sejajar ini memungkin saya dapat mem-build up serangan dengan lebih baik dan masih bisa menerapkan perangkap offside.
Babak pertama sudah dimulai. Yaya Toure masih begitu tangguh memimpin lapangan tengah sementara Silva selalu menjadi otak serangan dengan mengarahkan bola ke sisi kiri, kanan, tengah, bahkan belakang. Pogba beberapa kali harus melakukan pelanggaran pada Silva.
Bola yang dikirimkan Silva selalu dimanfaatkan dengan baik oleh dua winger mereka. Namun kali ini tugas winger Sentung sedikit lebih berat karena harus melewati dua lapis pertahanan. Yang pertama adalah melawan wingbek antara Valencia dan Shaw setelah itu bek antara Blind dan Baily yang siap di lini pertahanan terakhir.
Di lini penyerangan tim saya, Ibra dan Rooney yang di-marking ketat harus berusaha keras melepaskan diri dengan banyak pijit ‘R2’ dan ‘R1’ secara bergantian. Rooney dan Ibra saya usahakan untuk selalu bergerak melebar menjauhi kotak pinalti supaya Mata dapat celah dan merangsak masuk ke jantung pertahanan.
Akhirnya pada menit ke 40 (hitungan waktu di PES) kesempatan itu beberapa kali muncul. Mata yang memiliki drible yang lumayan bisa diandalkan masuk ke kotak pinalti dan melakukan beberapa tembakan berbahaya namun tidak terjadi gol.
Tak lama berselang babak pertama pun usai. Skor masing-masing ‘kosong nol‘.
Babak ke dua langsung dimulai terlihat kami berdua kompak pencet ‘X’ teterusan. Serangan langsung dibangun si Sentung di mulai dari Yaya Toure yang berhasil melewati Mkytaryan dan Pogba sekaligus. Umpan pendek pada Silva lalu ‘L1+segitiga’ tepat pada Aguero yang tidak terkawal. Bola pun langsung dilesakan dengan ‘kotak full’ tanpa ampun skor berubah menjadi satu kosong.
Gol mengejutkan itu membuat saya harus mulai membenahi lini belakang yang mulai bisa ditembus dengan cara memanfaatkan lebar lapangan lalu cutting inside. Di pertandingan ini Silva lebih banyak bergerak ke sisi lapangan membantu Sterling dan Nolito yang kesulitan menembus dua lapis pertahanan.
Hal tersebut terbukti sangat efektif. Silva yang juga punya kecepatan beberapa kali merangsak ke sisi kiri dan kanan pertahanan. Lalu memberikan umpan tarik (‘O’3x’’) untuk langsung di hujam Nolito, Sterling, Yaya, bahkan Fernando yang bergantian muncul dari lini ke dua. Beruntung skema tersebut tidak membuahkan hasil lebih banyak. Karena tendangannya kebanyakan melenceng dan ngapung ka bulan.
Memanfaatkan kekosongan lini tengah karena lini ke dua Sentung yang dipaksa naik untuk melakukan Cannon ball. Sesekali Mata dan Mkytaryan berdiri tidak terkawal pada saat melakukan serangan balik. Otamendi dan Kompany selalu kebingungan memilih tetap menempel Ibra plus Rooney atau langsung merebut bola di kaki Mata dan Mkytaryan.
Pada momen-momen tersebut akhirnya saya menggunakan jurus terlarang yaitu one two pass ‘(L1+X)+X’ atau (L1+X)+(L1+segitiga) dan terbukti ampuh Ibra menjebol gawang Sentung dengan tendangan voley di akhir babak ke dua. Skor pun kembali imbang ‘1-1’
Di saat skor sudah hampir pasti imbang karena waktu sudah menunjukan menit ke 91+4. Si Aguero yang kesurupan berhasil membawa bola dari lini tengah melewati tiga pemain; Pogba, Blind, Smaling. De Gea yang berhadapan satu lawan satu dengan Aguero pun di-gaclek dengan cara L1+kotak. Goooool. Manchester City kembali memimpin 2-1.
Waktu hanya tersisa untuk bola kick off. Setelah bola disodorkan Rooney pada Ibra peluit panjang langsung berbunyi tanda akhir pertandingan. Pertandingan terakhir dimenangkan oleh Sentung.
Setelah pertandingan tersebut tanpa basa basi saya tekan “Alt+F4” terus pijit “Reset” agak lama. Lalu pulang takut keburu di-bully…
Daaaahhhhhh………