pintu kamar rumah kontrakan bolong wkt itu suamiku pukul saat marah sama mansa, pagi ini giliran aku yg meninggalkan jejak tendangan di pintu yg sama bagian bawahnya retak ga sampai bolong 🥺😵ðŸ˜
aku tendang pintu kamar setelah mansa lempar toples berisi teh dr kasur ke arahku, mansa marah besar karena frustasi membangun tenda dari kadur bekas AC dan berteriak memanggilku yg tak kunjung datang karena lagi memandikan mansa, setelah sebelumnya juga bersitegang karena menurutku mansa memaksakan kardus yg sudah ga kokoh untuk berdiri tegak, dan di waktu yg sangat mepet harus bersiap sekolah.
ðŸ˜ðŸ˜ betapa menyesalnya aku kembali kalah dengan emosiku sendiri, setelah aku ikut marah karena tendangan pintu itu justru emosi mansa mereda, dia mandi dengan terpaksa tp sukarela, memakai seragam sekolahnya sendiri lengkap dengan topi dan rompi rimbanya, menghaniskan sarapannya sendiri tanpa nada nada sumbangku yg biasanya terdengar mengingatkannya duduk makan sampai selesai, tersisa celana dalam mansa di sofa mungkin td ga keliatan, aku suruh dia pake sambil bilang "gimana sih gadipake udah ada di situ dr tadi, pun kl ga ada cari aja sendiri atau tanya ibu"
"tapikan ibu lg marah" timpal mansa.
kuantar mansa sampai gerbang sekolah, masih basah lisanku denga doa tapi hatiku masih rapuh , kuajak mesta ke danau, sesungguhnya aku ingin menetralkan perasaan kalau ke danau tidak hanya udara sejuk yg kurasa tp yg kulihat juga berbeda, air yg tenang , pohon² hijau, bungawarna warni, bukit, kucing, ayam, kabut yg masih nampak seiring sinar matahari yg makin tinggi..
aku merenung recalling sejak senin,
senin marah karena mansa lama bersiap, seragam kena cat air
selasa marah karena bercadain semesta jatuh, air tumpah ke seragam
Rabu marah dipulang sekolah usil gangguin mesta jadi kena cubit punggung tangannya
hari ini kamis marah karena mansa marah frustasi mau bkin rumah-rumahan dr kardus.
ternyata aku menyadari satu hal, tidak ada hari tanpa warna, setiap hari anak-anak pasti dengan kesibukannya sendiri yg seringnya kita bilang "bikin ulah" lalu aku bertanya, apakah setiap hari itu kita akan hadir dengan emosi respon² yg sama, ikut marah-marah, ikut menyakiti, ikut frustasi?
atau setiap hari kita bisa upayakan terus dengan respon yg lebib baik, semakin baik dan terus bertambah baik bertambah tenang, lapang, lembut ?
mesta nangis pengen nonton eh hp nya mati tambah nangis, dikasih vidio kaka kecil ga ada ujungnya nangis juga akhirnya , diajak ke warung ambil lele ke bu rudi terus jajan , sampe rumah baru mau cobain sepatu bootnya, tadi pagi ngambek pengen bawa sapu, pas siang jemput pengen pegang kunci motor 😚😵😵
sampe rumah abis jemput ada yg marah ga dibeliin sepatu booth kaya mesta.. ibu bilang udah lelah lagi ga bisa banget menghadapi mansa yg ga tenang.. ðŸ˜ðŸ˜ŒðŸ¥²
sekarang akhirnya pd tidur
kita liat sore sampai malem akan ada apa.. huhu bismillah semoga tetap tenang ya alloh hamba mohon