Mengukir |Asa/Cita| (2)
Hai namaku Kurara
Aku kura-kura kecil yang suka bermimpi
Siang itu, angin berhembus menggerakkan lembaran-lembaran hijau di langit biru Menghalau berkas-berkas sinar yang mencoba menyapa telapak tanganku Memberi kehangatan tanpa bisa ku genggam Memberi penerangan tanpa bisa ku raih Memberi harapan kepadaku ntuk terus melihat indahnya dunia Melihat keramaian manusia yang terus berusaha ceria walau dilanda ujian Melihat keceriaan manusia yang terus terpancar walau penuh kebohongan Melihat kebohongan manusia yang terus terulang walau penuh penyesalan
Apakah salah? Tentu tidak pikirku
Itu hanya sebagian cara kita untuk terus berjalan Berjalan di dunia yang penuh ketidakpastian Ketidakpastian yang terus memaksa kita melakukan yang terbaik Disetiap harinya, setiap jamnya, setiap menitnya, setiap detiknya, Sampai akhirnya kita tidak memiliki detik untuk terus melangkah Sampai akhirnya kita tidak memiliki detik untuk terus terdiam Sampai akhirnya kita tidak memiliki detik untuk terus mencoba Mencoba yang terbaik walau tahu hasilnya tidak sempurna Mencoba yang terbaik walau tahu nantinya tidak akan sesuai rencana Mencoba yang terbaik walau tahu semuanya hanya akan tinggal kenangan
Namun Itulah yang membuat dunia ini indah
Seseorang pernah berkata kepadaku "Aku tahu hal baik tentangmu, akupun tahu hal buruk tentangmu, dan aku memilih keduanya"
Indah bukan? Begitu pula dengan dunia, Bila kita hanya menginginkan yang baik saja, tentu tidak akan ada rasa syukur Bila kita hanya menerima yang buruk saja, tentu tidak akan ada rasa nikmat Dengan memilih keduanya, Kita dapat merasakan indahnya dan nikmatnya bersyukur akan dunia Laksana anak kecil bermain-main dengan riangnya Berlari-lari dengan senyuman tulus yang terpampang di wajahnya Senyuman tanpa dibalut kebohongan Senyuman tanpa berdasar paksaan Senyuman ikhlas yang mengajak sekitarnya, Ntuk ikut tersenyum bahagia bersamanya Rindu memang, Masa kecil yang penuh kejujuran Jujur akan dirinya yang apa adanya Tanpa dibalut rasa gengsi ataupun takut akan sekitarnya Hanya dengan mengamati ku dapat melepas rindu Mengamati kepolosan dan ketulusan mereka yang penuh dengan asa Mengamati kejujuran dan keikhlasan mereka dalam mengejar mimpinya
Ah, Aku bermimpi, Melihat mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh Melihat mereka dapat berkembang menjadi pribadi yang bijak Melihat mereka dapat memberi manfaat kepada sekelilingnya Sebagai balasan atas pemberian yang kami beri kepada mereka Semoga mimpiku ini dapat menjadi nyata Dan kita dapat kembali saling menyapa Saling bertukar salam kepada kalian, Siswa-siswi SD Pareang.. (Bersambung)
[🐢]












