
seen from Greece
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Singapore
seen from Romania
seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye
Cat lover #5.
Marlina Vera
remade some refs for older ocs :3
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak
Sebelum mulai kerja hari ini, saya ingin mengulas film yang tadi malam saya tonton. Itulah itu, Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Sebuah film yang sudah ditunggu-tunggu oleh saya, sederhananya karena lagu dari film ini yang sudah saya sukai dan putar ulang berkali-kali dari bulan lalu. Dari lagu itu saya jadi penasaran seperti apakah film Marlina ini. Ditambah lagi dalam judul ada hal yang menarik, yaitu Pembunuh dalam Empat Babak.
Dari sejak awal film ini menyajikan suasana yang agak serupa film koboi barat, dari musik dan latar lokasi. Tapi yang membuat berbeda tentu latar alamnya. Meskipun sama-sama kering, latar film ini sungguh menakjubkan. Hamparan sabana luas dan pengambilan gambar yang apik membuat penonton tidak hanya menikmati cerita, tapi juga suasana dan panorama.
Berkebalikan dengan latar alam yang hening, luas, dan menggambarkan kebebasan, cerita Marlina tidak demikian. Bagi yang sudah menonton trailernya mungkin sudah sedikit menangkap rangka awal cerita, minimal sampai babak kedua. Saya sendiri hanya menikmati musik dan video musiknya sebelum menonton, dan belum menonton trailernya. Jadi perkara cerita baru saya dapat saat menonton.
Apa yang saya dapat justru hal yang lagi-lagi menakjubkan. Sebuah cerita yang sebenarnya dark dengan banyak jokes satir yang miris dan tragis. Tapi itu yang membuat film ini menarik. Ulasan ini mencoba untuk tidak memberikan spoiler, sehingga membuat impresi pembaca yang akan menonton berkurang saat nanti menonton. Jadi saran saya, jikalau memang penasaran, silakan ditonton sendiri.
Pembabakan yang dilakukan pun menarik, saya yakin ada makna tersirat daripada sekadar pembagian cerita di film ini. Memang ada perbedaan penamaan babak, yaitu versi bahasa inggris dan bahasa indonesia. Masing-masing kita bisa punya intrepetasi dari setiap judul babak di kedua bahasa tersebut.
Marlina seorang janda yang ditinggal mati suaminya, hidup sendiri di tengah padang rumput di Sumba (sebenarnya berdua dengan mayat suaminya yang diawetkan, karena Marlina tidak punya uang untuk pemakaman, sialnya ini saya baru tahu di akhir cerita). Kedatangan sekumpulan perampok yang ingin mengambil ternak-ternaknya, dan juga memperkosanya. Marlina membunuh mereka di rumahnya. Ada konflik yang tidak mudah saya pahami. Mungkinkah karena saya laki-laki? Tapi dari apa yang saya pelajari dulu, saya sedikit menangkap bahwa film ini ingin menyampaikan sesuatu yang terpendam dan mungkin tabu, perkara relasi gender laki-laki dan perempuan. Entah sengaja tersangkut paut dengan adat atau tidak. Marlina dan tokoh perempuan lainnya semacam menjadi simbol. Masing-masing punya makna. Marlina dan perlawanannya, tokoh perempuan lain dengan perkaranya masing-masing. Semua tokoh perempuan di film ini adalah Hero. Saya hampir tidak menemukan tokoh laki-laki yang benar-benar baik di film ini, kecuali satu. Selain karena tokoh di film ini tidak banyak. Permasalahan ketimpangan pembangunan, akses, dan keadilan juga mencuat dari film ini. Dan yang terakhir mengenai kematian dan kelahiran yang sangat dekat, digambarkan begitu simbolik dalam film ini.
Sebanarnya menarik untuk membahas babak perbabak, sayangnya itu bisa dilakukan dengan yang sudah menyaksikan. Kalau kapan-kapan kita punya waktu untuk berdiskusi, mari kita bahas ini.
Marlina adalah film yang epik dengan musik yang apik. Sungguh sebuah perpaduan yang asik. Saya menanti-nanti kapan musik kesukaan saya muncul, ternyata setelah selesai filmnya, yaitu dibagian credit. haha
I doodled some Marlina