Akan menjadi apa Marvel tanpa Sang Excelsior; Selamat Tinggal Stan Lee!
Dunia komik kontemporer tengah mengalami duka yang mendalam karena meninggalnya sesosok komikus legendaris. Stanley Martin Liebe atau familiar dikenal sebagai Stan Lee merupakan pencipta karakter-karakter komik Marvel, sebut saja X-Men, Spider-Man, Hulk, Fantastic Four, Iron Man, dan banyak karakter fiksi lainnya. Stan meninggal dunia pada Senin (12/11/2018) di Rumah Sakit Cedars-Sinai, Los Angeles, di usia 95 tahun. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Krik Schenck, seorang kuasa hukum dari anak perempuan Lee, Joanie Lee. Sayangnya dia enggan untuk mengklarifikasi tentang penyebab meninggalnya Stan Lee. Namun dilansir dari laman berita TMZ, penyebab Stan Lee meninggal adalah penyakit Pneumonia dan masalah pengelihatan yang sudah dialami Stan setahun terakhir ini. Beberapa selebritas yang pernah bekerja dibawah naungan Marvel mengungkapkan bela sungkawa atas meninggalnya Stan, tak terkecuali petinggi Sony Motion Picture Group, Tom Rothman. Dia menyampaikan bahwa Stan adalah gabungan dari sosok yang jenius dan original, tidak dapat ditahan serta digantikan. “We have all lost a true superhero. We will greatly miss our friendly neighborhood Stan Lee”.
Meski Stan merupakan orang yang menciptakan karakter kuat seperti Hulk dan Thor, rupanya tidak membuat sang komikus menjadi seorang yang kaya raya seperti yang kita pikirkan. Memang, film terbaru dari Marvel yakni The Avengers: Infinity War mendapatkan keuntungan kotor sebesar US$2 miliar. Kendati demikian, keuntungan yang diperoleh tidak terlalu berpengaruh terhadap kekayaan Stan. Menurut situs Celebrity Net Worth, kekayaan bersih yang dimiliki Stan Lee pada 2018 hanya mencapai US$50 juta sampai US$70 juta atau sekitar Rp743 miliar hingga Rp1 triliun. Tentu saja nominal tersebut tergolong kecil mengingat banyak film-film Marvel yang juga sempat booming di tanah air seperti Spiderman,Thor, Iron Man, dan Doctor Strange. Bisa dikalkulasikan jika pendapatan kotor perfilm rata-rata meraup keuntungan US$2 miliar, maka perkiraan total pendapatan dari kelima film diatas dapat mencapai sekitar US$8 miliar atau sekitar Rp. 104 triliun. Ratio pendapatan yang kontras bukan mengingat peran Stan sebagai pemberi “ruh” para karakter pahlawan komik Marvel?
Film garapan Marvel sendiri memang mempunyai ciri khas sendiri, yang saya maksudkan bukanlah tentang teknik pengambilan gambar maupun efek CGI nya, namun yang saya maksud entah kalian sadar juga apa tidak— adalah scene cameo Stan Lee yang ditampilkan secara implisit disetiap film-film yang diproduksi Marvel. Untuk menemukan lakon Stan didalam film, kamu diharuskan jeli dalam melihat tiap scene yang ditampilkan, karena kehadiran Stan kadang muncul dibagian yang dianggap tidak penting sehingga kita cenderung menyepelekan atau dalam Bahasa jawanya ngepehne yang ujungnya membuat kamu melewatkan scene cameo dari Stan. Dari data yang saya himpun dari beberapa media online, setidaknya ada 35 film yang menampilkan Stan sebagai cameo. Misalnya saja Stan menjadi seorang penumpang dikereta pada film Doctor Strange (2016), wajah Stan menjadi lukisan mural di film Deadpool 2 (2018) dan yang terakhir pada film Venom, Stan muncul dibagian akhir film dengan berkata kepada Brook (pemeran Venom) "Don't give up on her -- either of you".
Nah, yang menjadi pertanyaan menarik sekarang adalah bagaimana nasib Marvel Cinematic Universe kedepannya tanpa Sang Excelsior? Bisa dibilang dengan hilangnya sosok Stan Lee sebagai bapak pahlawan Marvel, mungkin akan menjadi titik balik tentang konsentrasi media waralaba ini kedepannya, karena sebagian besar film-film live action yang diproduksi MCU bersumber dari komik yang diciptakan oleh Stan. Selain itu bagi saya yang seorang #TeamMarvel, menganggap bahwa Marvel sangat identik dengan Stan Lee dan halal hukumnya jika saya menyebut keduanya merupakan 2 sosok yang tidak terpisahkan. Apakah kamu juga setuju wahai para #TeamMarvel dimanapun kau berada?
Jadi dapat saya simpulkan bahwa dengan sepeninggalnya Stan Lee tidak akan terjadi apa-apa terhadap MCU kedepannya. “Apa? Serius lu ngomong gini?” teriak para fans yang triggered. Kalem-kalem bung, disini saya akan menjelaskan penyebabnya menurut sudut pandang saya sendiri. MCU masih mempunyai banyak seniman hebat yang membuat komik maupun film, misalnya saja Jack Kirby dan Steve Ditko. Sehingga walaupun tanpa seorang Stan, beberapa komik masih akan tetap berlanjut tanpa mengalami hiatus. Contohnya komik Spiderman yang masih akan tetap berlanjut karena komik tersebut dikerjakan oleh 2 orang, yakni Stan Lee dan Steve Ditko. Setidaknya nasib serupa juga dialami oleh komik-komik lain yang diciptakan oleh hasil kolaborasi antara Stan dengan komikus lain. Tentunya teori ini hanya berdasarkan sudut pandang saya saja sih, toh jika memang ada perubahan mendasar terhadap MCU kelak, kita hanya dapat menikmati sembari berharap yang terbaik untuk Marvel Universe.
Hanya saja dengan meninggalnya Stan Lee, kita akan kehilangan sosok Stan dalam memerankan adegan Cameo disetiap film Marvel selamanya. Karena kurang menggelitik rasanya jika ditengah jalan cerita yang seru tiba-tiba muncul Stan yang sedang melakukan adegan cameo. Namun dengan pesatnya perkembangan teknologi pada industri perfilman, tidak menutup kemungkinan jika Marvel memunculkan sosok Stan dalam wujud CGI ataupun hologram.
Tahun ini memang merupakan tahun yang pahit bagi penggemar Marvel, pasalnya dalam satu tahun ini secara beruntun mendapatkan kabar yang kurang mengenakan hati. Mulai dari kabar pensiunnya Chris Evan dalam memerankan Captain America, kenyataan bahwa The Avengers 4 merupakan sekuel terakhir, hingga meninggalnya Stan Lee. Sebuah kebetulan memang, namun apakah ketika Thanos berkata "The End is Near.." dalam cuplikan Avengers: Infinity War adalah peringatan untuk kita untuk bersiap-siap menerima hal-hal seperti ini? Wallahu A'lam. Walaupun demikian, saya berharap penuh kepada Marvel agar kedepannya dapat menyuguhkan sesuatu yang dapat menutup lubang kesedihan para #TeamMarvel diseluruh belahan dunia. EXCELSIOR!