I won't send you any messages or reply your messages (if any). What for? You've already been forgiven without you ask. Because I can't find a reason to hate you or get angry although you've hurted me. :)

seen from T1

seen from Singapore
seen from T1

seen from T1
seen from United States

seen from Brazil
seen from China
seen from Türkiye
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Russia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Australia
seen from Russia

seen from United States
seen from China

seen from United States
I won't send you any messages or reply your messages (if any). What for? You've already been forgiven without you ask. Because I can't find a reason to hate you or get angry although you've hurted me. :)
Semalam kamu datang di mimpiku. Akankah malam ini kamu datang lagi?
On Your Wedding Day
To the groom, Deny Surya Yudha
Setelah kamu memutuskan untuk ngga mau lagi bicara sama aku tanpa alasan yang jelas selama hampir 2 bulan, mimpiku 3 hari yang lalu cukup jadi oase buat aku. Ya. 3 hari yang lalu tiba-tiba aku ngimpiin kamu, Mas. Seneng? Iya. Sempet aku mikir bahwa mungkin karena lagi kangen aja sama kamu. Tapi ternyata itu adalah sebuah pertanda.
Di mimpi itu, kamu datang ke rumah sama seorang anak usia-usia SD naik motor. Padahal aku tau kamu ngga lancar naik motor. Kedatangan kamu waktu itu sangat tiba-tiba. Kamu ngga ngabarin aku. Tau-tau dateng aja. Kamu ketemu sama Mama. Dan Mama nanya, “Jadi… Gimana nih kelanjutannya?”. Waktu itu kamu jawab, “Nanti sekitar 2-3 hari lagi, saya ke sini lagi, Tante. Sama orang tua saya. Untuk resminya.” Aku yang denger waktu itu jelas seneng karena pada akhirnya kamu menunjukkan keseriusan kamu dengan melamarku. Waktu pulang pun, kamu sempet cium aku lama di depan mobil yang parkir di garasi. And after that, I woke up.
Hari Jumat, kegiatanku cukup padet. Sampe akhirnya sore hari aku iseng buka FB. Ada pesen masuk dari temen smp kamu. Aku buka pesennya, ternyata dia kirim foto undangan pernikahan kamu tanggal 30 April 2017. Speechless. Ngga tau harus ngerasa apa. Campur aduk rasanya. Yang aku inget cuma waktu itu aku mendadak pusing, ngeblank, lemes. Sampe nyetir pun aku sampe bengong. Ternyata mimpi semalam adalah pertanda. Bukan karena aku lagi kangen sama kamu, Mas.
Perasaanku gimana???
Aku ikut seneng karena pada akhirnya kamu menikah. Juga sedih karena ternyata selama ini, it’s nothing. Entah aku yang ke-GR-an sama kode-kode dari kamu, ato…. Ah sudahlah aku ngga tau. Sekitar akhir Desember 2016, setelah pertemuan singkat kita di Gambir, aku pernah nanya sama kamu, “Kapan ya bisa ketemu kamu lagi?”. Setelah itu, iseng aku bilang, “Taun depan ya dek… Sekalian nglamar kamu.” Waktu itu kamu jawabnya, “Hehehe… Insya Allah.” Ya. Kamu bilang “Insya Allah”, which means ada sebuah janji di sana. But you broke your “Insya Allah” finally. Sementara di sini, aku masih menjaga sebuah nama, Deny Surya Yudha, di hati. Dan aku juga merasa sedikit lega dengan berita pernikahan kamu, Mas. Kenapa lega? Karena pada akhirnya our story yang menggantung selama belasan tahun, has its end. Meskipun endingnya tidak seperti yang aku harapkan 😊
Begitu tau kamu mau menikah hari ini, aku langsung WA kamu. Tapi ternyata juga ngga kamu bales. Sudah kamu end chat mungkin sebelum kamu baca. Dan pagi ini pun juga aku coba kirim lagi, cuma kamu diemin aja. Apakah berat sekali buat kamu Mas, walopun cuma sekedar balesin, “Makasih ya…”? I won’t annoy you again. Don’t worry. Apakah ada alasan lain? I don’t know.
Dan sampai sekarang pun, aku masih ngga tau alasan apa yang membuat kamu ngga mau ngasih tau aku tentang rencana pernikahan kamu. Toh aku sudah pernah bilang, kalo ada apa-apa bilang aja, walopun mungkin itu menyakitkan buat aku. Siap ngga siap, I have to prepare the worst. Apa karena kamu ngga mau bikin aku sedih? Ato ada alasan lain? I don’t know…
But I want you to know… Demi apapun, aku cuma pengen kamu bahagia, Mas. Termasuk keputusan kamu untuk mendiamkan aku tiba-tiba tanpa penjelasan apapun waktu itu, asal itu bisa bikin kamu tenang, kamu bahagia, it’s ok. Aku ikuti alur yang sudah kamu buat. Aku ngga akan memaksakan apapun. Mungkin untuk sebagian orang, akan beranggapan bahwa apa yang sudah kamu lakukan ke aku itu jahat. Tapi buat aku, kamu tetep orang yang baik. Karena aku yakin kamu bukan orang yang seperti itu. Dan pasti kamu punya alasan sendiri kenapa kamu bersikap seperti itu sama aku. Dan tentang alasan itu, hanya kamu sendiri yang tahu. It was nice to know you, Mas. Really nice. Mengenal seorang Deny Surya Yudha dalam waktu yang lama. Menyesal? Sama sekali tidak. Mencintai seorang Deny Surya Yudha, I learnt lot of things. Terutama belajar sabar, tulus dan ikhlas. Kamu paling ngga suka kalo aku nangis. But I’m sorry, kemarin aku nangis ke Mama sambil cerita berita pernikahan kamu. Terima kasih buat semuanya. Terima kasih buat kebersamaan yang indah walopun harus menunggu lama untuk bisa kembali lagi deket sama kamu. Dan terima kasih sudah mengakhiri cerita ini dengan indah. Janji ya, Mas…. Kamu harus bahagia. Jadi imam yang sholeh dan bertanggung jawab. Jadi suami yang baik dan jadi ayah yang hebat. Happy Wedding, Mas Deny Surya Yudha… -dee-
i miss you, Mas Den... that's all.
Hanya dengan-Nya aku bisa bercerita apapun tentang kamu... :)
I love you ^Oppa^...
Cukuplah aku tidak membuatmu khawatir di saat-saat seperti ini. Take care, love...
salah satu lagu dengan tingkat kebaperan yang cukup tinggi :’( sediiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhh........... nyeseeeeekkkk..... bawaannya denger lagu ini pengen nangis. Jung Seung Hwan’s voice really plays my emotion T___________T
apalagi dengerin lagu ini pas masa-masa abis berantem sama mas den. bawaannya pengen mewek terus. hiks hiks hiks.... sedih berantem sama mas den. sedih udah bikin dia kesel. sedih udah bikin di jengkel. wa trakhir juga ngga dibales sama dia. entah udah dibaca ato belom. soalnya read receipt aku matiin. dan sampe saat ini kita masih blom ngobrol. :’( nyesek banget rasanya menahan semuanya. apa dia ngerti ya kalo aku sampe kaya gini? engga deh kayanya.... :(
sedih rasanya waktu dia bilang ‘cuman males aja.....’. rasanya kaya ditampar mukanya. being slapped. being rejected. telfon direject, it’s ok lah... tapi kalo cinta ditolak? *amiiittt amiiiitttttttttt* jangan Ya Allah....... kaya selama ini semuanya jadi sia-sia. yah mungkin waktu itu emang dia bener-bener lagi kesel sama aku jadinya males ngomong di telfon. cuma rasanya jleb banget di dalem. :’(
sementara cuma bisa bukain wa-nya, baca chat history, liat status dia, dan beneran itu nyesek rasanya. pengen banget wa, tapi aku ngga berani. aku takut bikin dia kesel lagi. pretend everything is just fine? saat ini aku belum bisa. rasanya masih campur aduk di dalem sini.
aku takut dia pergi lagi. aku takut kehilangan dia lagi. * ini kalo ngga di perpus, aku udah mewek dari tadi :’( * mungkin aku tunggu sampe yang di dalem sini bener-bener baik lagi kondisinya, baru aku hubungi dia lagi. kecuali.... dia tiba-tiba hubungin aku dulu. tapi untuk yang ini kemungkinannya 1 dibanding banyak. alias 99% ngga mungkin.
* masih banyak jalan ke roma * sementara ngga ngobrol sama dia, tapi tadi aku kirim paket buat dia. ngga tau deh besok kalo nyampe dia bakal confirm apa engga. ngga ngarep juga kok akunya. cukup diterima aja dengan baik itu sudah lebih dari cukup. selain itu aku kirim mug kejutan. pengennya sih ditulisin macem-macem. tapi takut dia kabur lagi. yang ini dari toko langsung dikirim ke rumahnya dia. sendernya aku minta dibikin anonim. syukur-syukur dia bisa ngeh yang kirim siapa. tapi kalo ngga ngeh ya ngga papa. cukup diterima dan dipake dengan sebaik-baiknya aja.
i know you’re a good man. i know you would never hurt others. and i know that you didn’t mean to hurt me with your words. but i need a time to heal the pain. the pain of your words ‘cuman males aja....’. i’m sorry.....
but still....
i miss you...
i love you...