S U A M I A B L E
Rasa – rasanya istilah istriable atau suamiable sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Apalagi di zaman milenial macam sekarang ini, yang mana akses informasi sudah sangat mudah didapat. Entah dari mana istilah able ini muncul, yang pasti makna dari istilah tersebut adalah perilaku dimana seseorang memiliki sifat kebapakan atau keibuan terlalu dini, yakni ketika masa remaja atau bahkan kanak – kanak. Hal ini memang tidak menimbulkan efek negatif, atau mungkin malah mempunyai efek positif, yang mana cepat atau lambat mereka juga pasti akan menjadi satu diantara kedua – duanya bukan ?
Hal ini memiliki korelasi dengan kondisi madrasah kami. Disini kami dituntut menjadi pribadi yang berjiwa pemimpin, peka, peduli, paham kondisi umat dll. Sifat yang kurang lebih sebelas dua belas dengan suamiable -karena kami sekolah cowok- yang sedang marak sekarang ini. Belum lagi ada pula diantara kami yang di beri amanah menjadi mujanib -pendamping santri di asrama- yang mana mau tidak mau pasti lansung dihadapkan dengan anak. Bisa kita bayangkan, seorang anak remaja labil yang masih duduk di bangku SMA, ilmu psikologi seadanya, amatiratin. Langsung dihadapkan pada 500an anak. Belum lagi mujanib ini juga masih duduk di bangku sekolah, pun juga tanggungan organisasi yang tiada habisnya. Dan yang lebih membuat pusing lagi, sekali mereka melakukan kesalahan, maka siap – siap saja mendengarkan caci makian ustadz, pamong asrama bahkan direktur -untuk level expert-. Belum lagi orang tua dengan embel – embel HAM siap menerkam bagai singa yang lapar. Namun dibalik itu semua, hal itu seolah menjadi santapan wajib dengan doktrin bahwa hal ini merupakan ujian menuju kesuksesan.
Namun pada intinya, pentinglah bagi kita untuk menyadari sedari dini bahwa hal ini merupakan perkara penting. Toh juga tidak ada ruginya pula jika kita membiasakan hal itu. Apalagi jika sudah dibiasakan sejak sekarang, buka hanya keuntungan jangka pendek saja yang kita peroleh. Banyak pula keuntungan jangka panjangnya. Mulai dari memikat hati calon mertua hingga terwujudnya rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah. Semoga saja.
Hari ke 80, November 2017 00.29










