"Mendekatlah, Maka Kau Akan Tau"
Hai, kamu yang tak mengenal ku namun sudah menyebarkan berita tanpa fakta. Kemari lah, aku ingin bicara. Tenang aku tak akan memarahi atau pun bertindak kasar terhadapmu.
Aku hanya ingin bertanya, kenapa kau menyebarkan fitnah ? Bukankah kita tak saling kenal ? Lalu kenapa kau memperdaya orang lain agar sejalan denganmu ?
Kenapa kau berlaku seperti sudah mengenalku ? Bukankah bertemu saja kita baru sekarang ? Lalu dari mana datangnya kebohongan itu ? Apa yang mendorong mu melakukan hal itu ?
Wahai saudara/i ku sekalian. Berhenti lah menyebarkan fitnah. Sungguh fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Bukankah kalimat seperti itu tak asing di telinga mu ? Berhentilah menghasut orang lain agar sepemikiran dengan mu.
Bukan ku bermaksud mengajari kalian. Aku sendiri pun belum cukup ilmu untuk itu. Aku hanya memberitahu apa yang aku tau. Aku hanya membantu mengingatkan.
Berhenti dan jangan lah kau ulang perbuatanmu itu. Sungguh hal semacam itu bisa melukai perasaan orang lain. Lagi pula apa yang kau dapat setelah menyebarkan fitnah itu? Kepuasan? Aku yakin itu hanya sementara kau rasakan.
Jika ini lahir karena dendam dan rasa sakit hati mu. Lupakan lah dendammu. Sesunguhnya dendam hanya akan mempersulit mu menggapai ridho-Nya. Dendam tak akan membuatmu merasa tenang. Malah sebaliknya. Hati kecil mu tanpa kau sadari menyesali perbuatan mu itu.
Tak kau pikirkan kah akan bagaimana akhirnya jika kau terus menerus menyimpan dendam? Hatimu akan luka dan rasa sakit itu akan menyiksa. Itu semua hanya akan membuat mu semakin terlihat lemah.
Huda A. Hidayat









