Jangan fokus pada apa yang kita tunggu, tapi fokuslah pada apa yang harus kita lakukan saat menunggu. Agar lamanya waktu tak begitu terasa, agar waktumu penuh makna dan tidak terbuang sia-sia.
Selamat bersabar jiwa-jiwa yang tegar.
@penaalmujahidah
seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Russia
seen from China

seen from India
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from Italy
seen from Italy
seen from Philippines
seen from Italy

seen from Italy

seen from Germany
seen from Italy

seen from Thailand

seen from United Kingdom

seen from India
Jangan fokus pada apa yang kita tunggu, tapi fokuslah pada apa yang harus kita lakukan saat menunggu. Agar lamanya waktu tak begitu terasa, agar waktumu penuh makna dan tidak terbuang sia-sia.
Selamat bersabar jiwa-jiwa yang tegar.
@penaalmujahidah
— Diantara Hujan dan Tangisanmu —
Seperti hari-hari sebelumnya
Langit nampaknya masih sering menurunkan hujan
Namun ada yang berbeda
Dari hujan yang turun hari ini
Dari kejauhan samar terlihat dirimu
Berpayung teduh menghindari serbuan hujan
Yang akan menghantam dirimu
Dan juga menghantam perasaanmu
Pada saat itu
Kau menangis
Dan tak dapat kubedakan lagi
Apakah itu air hujan atau air mata yang membasahi pipimu?
Ternyata benar kata orang
Terkadang hujan tak hanya menurunkan air saja
Tapi lebih dari itu yakni kucuran air mata
Lantas ada apa dengan dirimu?
Jika kau menangis untuk mengekspresikan kekecewaanmu
Meluapkan rasa sedihmu
Meluapkan rasa marah dan bahagiamu
Tak apa, lanjutlah menangis
Jika selesai meluapkan ekspresimu dengan tangisan
Mulailah bercerita dengan orang terdekatmu
Bisa ke orang tuamu atau sahabat karibmu
Ceritakanlah semua masalahmu
Walau dengan bercerita belum tentu menyelesaikan masalah
Tapi setidaknya bisa mengurangi rasa cemasmu
Mungkin terdapat solusi satu dua
Yang akan meringankan hatimu
Selain itu,
Kau tak boleh lupa cerita kepada Rabb-Mu
Melalui ibadah dan doamu
Tentang semua masalah hidupmu
Ingatlah jika masalahmu seluas kapal
Maka pertolongan-Nya seluas samudra
Jika masalahmu seluas isi bumi
Maka pertolongan-Nya seluas jagad galaksi
Jika lukamu sedalam laut, Maka ikhlasmu harus seluas langit.
Sebesar apapun ombaknya, jangan lompat dari kapalnya.
Ingat hidup itu berat, tapi semuanya akan lewat. @naim_ku
AKHIRNYA KITA JAUH JUGA
Wajar, jika hari itu kamu begitu antusias mengenalku. Mengirim beberapa pesan, pertanyaan dan juga diskusi dengan topik yang kamu lihai dalam mencarinya.
Wajar bukan? Jatuh cinta pada seseorang yang begitu bersinar di matamu. Dengan pencapaian dan juga kehangatan yang ia punya. Kamu begitu menginginkannya.
Tapi kamu lupa, bahwa aku hanyalah manusia. Tidak selamanya bersemangat meraih mimpi. Adakalanya dalam hidupku, aku begitu kehilangan. Kehilangan banyak hal yang ingin sekali aku genggam. Bahkan, kadang hampir merasa sepi setiap kali membuka mata. Hampa.
Susahkan mencintai seseorang yang sedang kehilangan semangat? aku lihat kamu sudah pergi. Menjadi asing, sangat asing. Bukannya menemani dan membangun kepercayaanku, kamu begitu saja memilih sosok yang lain. Yang katanya tak pernah berubah semenjak pertama kali bertemu.
Akhirnya kita jauh juga. Meski jarak begitu mudah untuk dijangkau, tapi perasaan lebih menentukan seberapa jauh jarak yang membentang. Aku paham, bahwa memang tidak mudah mencintai seseorang yang terlihat murung dan sedih, tapi aku juga menjadi sadar, bahwa perasaanmu hanya sekedar menginginkan ceriaku dibanding menemaniku disaat sepi, hampa dan hilang kepercayaan.
Kamu lupa, bahwa aku juga manusia biasa.
Realitanya
Seperti seakan-akan Allah memberikan petunjuk padaku.
Mereka yang ada di masalaluku bahagia dengan pasangannya masing-masing.
Padahal, kontak secara langsung melalui aplikasi apapun juga tidak.
Kita hanya tetap berteman di sosial media, dan sepertinya aku belakangan ini tidak mencari tau tentang mereka.
Aku juga jarang sebenarnya membuka instagram dan melihat story wa.
Aku hanya iseng, scrol dan tiba tiba muncul, aku klik. Dan dueng :D
Jadi,
Dalam beberapa bulan ini aku memang aktif banget di Tiktok dan Twitter
Dengan alasan, karena gak ada masalaluku disana.
Dan aku bisa bebas dari polusi mata yang saat ini menjadi sebuah masalah bagiku.
Kayaknya aku harus bener bener off dari semua sosial media deh.
Karena twitter dan Tiktok pun juga sudah gak aman.
WHY ? karena sudah mulai ada dari mereka yang memfollow
Kayaknya gak usah main sosmed. Hadapi Realita.
And bye all, see you on top
Menetralkan Hati
Perlu dipertanyakan, jika tak ada sendu sama sekali dalam perpisahanmu. Sampai yang harusnya merasa sedu pun, mimik muka justru nampak bahagia, atau bahkan tidak ada ekspresi apa-apa. Seolah hal yang menimpa bukanlah hal yang patut untuk di dukacita.
Ada apa dibalik semua itu? Apakah kesedihan memang tidak seharusnya ada dalam setiap perpisahan, atau perpisahan kali ini bukan yang pertama kali kamu rasakan. Jika benar adanya, kuakui kamu hebat bisa dengan cepat menetralkan hati, hebat dalam menghilangkan rasa benci, pun hebat bisa tetap tegar saat melepaskan orang yang kamu cintai. Karena bagiku puncak kesedihan ada saat berhadapan dengan perpisahan.
Bisa saja tidak adanya sedih dalam berpisah, kamu hanya lelah telah melakukan banyak hal yang indah. Kata 'bosan' mungkin bisa mewakili keadaanmu. Ya, 'bosan dipermainkan semesta'. Saat usaha menata bahagia untuk orang yang kau cinta, justru orang lainlah yang dengan leluasa merasakan hasilnya.
Tetapi tenanglah, setiap kehilangan selalu ada yang menggantikan. Mungkin saat ini adanya perpisahan adalah demi kebaikanmu juga. Rute Tuhan memang tidak ada yang tahu, bagi kita terasa rumit, namun tidak bagi-Nya. Maka lapang dadamu sekarang adalah hal yang tepat dilakukan.
Dunia memang tempatnya beranekaragam rasa, dan hati dituntut untuk selalu siap menghadapi semuanya.
Terlihat baik baik saja didepan semua orang adalah caraku untuk belajar tenang