Tidur
Sudah lama memang aku menyadari kalau tidur bisa menjadi obat bagi buruknya kondisi fisik, hati, ataupun bunteknya pikiran. Tak perlu lama-lama, cukup 1-2 jam asal itu tidur yang berkualitas, itu akan sangat banyak membantu. Tidak jarang setelah seharian tubuh ini banyak mendapatkan beban fisik, dan menyebabkan kelelahan di beberapa bagian tubuh. Tidur menjadi obat yang tiada tandingannya. Namun untuk kasus lelah fisik seringkali dibutuhkan waktu yang relatif panjang untuk mengembalikan lagi kondisi tubuh seperti sedia kala.
Merasa banyak kegalauan ataupun hati tidak nyaman? Untuk kasusku sendiri, tidur juga menjadi jawaban. Kalau ini biasanya hanya butuh beberapa jam asal berkualitas. Saat bangun tidur, kondisi hati jadi lebih baik, dan bisa lebih santai serta bijak dalam mengurai beban hati yang sebelumnya menimbulkan kegalauan dan ketidaknyamanan.
Ada pula kasus dimasa tidur memberikan jawaban atas masalah yang sedang dipikirkan. Tidak sering, tetapi beberapa kali pernah ada masalah yang tidak selesai dirampungkan sampai akhirnya memutuskan untuk segera tidur. Anehnya, saat tidur, mimpi yang muncul adalah diri ini yang sedang berusaha menyelesaikan yang sebelumnya belum tuntas. Dengan jelas terpampang rumus atau skema yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dipikirkan. Untungnya mimpi ini masih teringat sampai aku bangun tidur. Karena, sering pula aku merasa bermimpi, tapi lupa apa yang ada dalam mimpi. Setelah bangun, aku pun langsung mencoba rumus yang ada dalam mimpiku, dan akhirnya selesai apa yang sebelumnya menjadi permasalahan.
Namun, tidak semua tidur bisa memperbaiki hari. Posisi tidur salah yang berujung pada sakitnya otot leher justru memperburuk hari dan merusak suasana hati. Sering sekali saat kondisi ini muncul bahkan komunikasi dengan kolega pun menjadi bermasalah.












