When it’s only stop on 2/3
Algorithm of youtube, spotify, instagram or any other social medias sometime very annoying. However, sometimes it will show what I really need at that moment. Contohnya hari ini, saat iseng mendengarkan YouTube, tiba-tiba ada video yang direkomendasikan dengan judul “Apakah harus meng-qodho sholat jika pernah lalai atau lupa sebelumnya?”
Sebenarnya sebelum kuputuskan untuk memainkan isi video tersebut, aku menebak jawaban dari Ustadz Adi Hidayat akan mengarah ke pendapat beberapa mazhab yang memang kupahami berbeda akn hal itu. Namun, dengan kedalaman ilmu yang beliau miliki, apa yang dijelaskan seketika benar-benar menjelaskan mengapa akhirnya muncul beda pandangan antara satu mazhab dengan mazhab yang lain.
Selain itu, yang cukup menarik dari video ceramah tersebut adalah saat beliau memulai dengan kondisi manusia berbuat dosa. Awalnya aku bingung kok gak nyambung banget ya jawabannya. Namun, jika diresapi lalai sholat juga merupakan sebuah kesalahan/dosa. Kemudian, beliau pun melanjutkan penjelasannya jika ada 3 tahapan yang dapat dilakukan saat berbuat dosa.
Yang pertama adalah menyadari akan kesalahan yang diperbuat. Meskipun ini merupakan permulaan, tetapi sampai ke tahap ini merupakan sebuah anugerah yang sangat berharga. Kemudian tahapan kedua adalah memohon ampun atas dosa yang pernah diperbuat. Mungkin di titik ini kebanyakan orang termasuk saya sudah merasa cukup. Padahal harusnya ada satu hal lagi yang diperbuat. Hal itu adalah membuktikan penyesalan terdalam dengan melakukan perbuatan yg lebih baik.
Tahapan kedua menuju ketiga memang bukan hal yang ringan. Perlu energi dan kesungguhan extra agar tidak mengulangi kembali kesalahan dan justru istiqomah dengan beragam kebaikan.











