Setiap perempuan berpotensi untuk menjadi seorang istri yang baik -bahkan teramat sangat baik-, sepanjang ia tidak salah dalam memilih lelakinya. @kurniawangunadi
seen from Finland

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Philippines
seen from Germany
seen from China

seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from China
seen from Philippines
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Philippines
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
Setiap perempuan berpotensi untuk menjadi seorang istri yang baik -bahkan teramat sangat baik-, sepanjang ia tidak salah dalam memilih lelakinya. @kurniawangunadi
Membenahi diri, menerima gagal, dan move-on
Beberapa saudara, teman, dan relasi menyayangkan keputusan saya untuk keluar dari pekerjaan yang mereka ketahui saya sangat amat menyenangi apa yang saya lakukan.
Banyak yang berkomentar:
‘orang lagi pandemi begini susah dapat kerjaan kok malah keluar, kan sayang..’
’Aduh, udah posisinya bagus malah keluar dari kerjaan’
Iya, sayang tidak dapat gaji bulanan, itu pasti resiko utama yang tentunya sudah saya pikirkan. Sebagai seorang yang terbiasa independen secara finansial saya sudah dengan pertimbangan yang matang untuk itu. Ada hal yang lebih besar dari masalah materi dan posisi yang menjadi pertimbangan utama menyudahi pekerjaan itu. Dan salah satunya adalah ingin menjalani hidup yang lebih sehat, lebih bermakna, dan lebih baik.
Tidak terasa 7 bulan sudah terlewati dengan ritme hidup yang sangat saya syukuri. Setelah memutuskan resign dari pekerjaan, saya merasa lebih bisa menata pikiran, menata hati, (belajar) berdamai dengan segala kekecewaan, detox dari sosial media, dan banyak lagi hal-hal kecil namun berarti untuk dilakukan.
Allah itu Maha Baik ya... Iya...
Banyak rencana yang tertunda karena pandemi. Kecewa. Iya. Namanya manusia, jika manusia luput dari kecewa maka bisa dibilang hakikatnya sebagai manusia diragukan. Jangan-jangan malaikat hahahaha
Tetapi rasa kecewa itu juga hadir bukan semata-mata terbatas untuk dirasakan, tetapi ada pelajaran besar dibalik itu. Ada kemudahan dan kebaikan dibalik gagalnya suatu rencana.
Salah satu rencana yang tidak terealisasi adalah lanjut study di kampus idaman yang sudah disiapkan jauh-jauh hari. Karena pandemi regulasi pelaksanaan pembelajaran di pendidikan tinggi, terutama untuk mahasiswa internasional mengalami perubahan setiap saat.
Singkat cerita, 3 kampus tujuan saya menutup course yang saya targetkan, 2 kampus lainnya tetap membuka program course yang sama namun pelaksanaannya blended learning, tetapi masa study berubah dari satu tahun menjadi dua tahun, dan ini tidak sesuai dengan kriteria dari pemberi beasiswa. Qadarullah, beasiswanya juga tidak lulus.
Yang Maha Penyayang memang teramat besar sayangNYA.
Alhamdulillah terbuka jalan untuk bisa mendapatkan online-course yang sama dengan yang ditargetkan untuk lanjut study. Sebagai wujud sayangNYA, kesempatan study secara online ini berupa program course kerjasama beberapa universitas yang 5 diantaranya adalah kampus idaman saya. Banyak kemudahan yang didapatkan, tidak hanya mendapatkan materi belajar yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja (yang penting ada sinyal internet), tetapi juga kesempatan berjejaring dengan pelajar dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Selama beberapa waktu kedepan saya akan share refleksi pembelajaran dan review materi course-nya melalui akun ini. Itung-itung biar tumblr-nya bermanfaat dan ngga karatan karena sangat jarang di update.
Bagi teman-teman yang membutuhkan source-list literasinya juga bisa saya share (tentunya yang memang aksesnya terbuka dan boleh dibagikan).
Padang, 03022021