Jangan Anggap Remeh, Ini Kekuatan dibalik Kelembutan Istri Sholihah
(Mahasiswa Program Kuliah Kepakaran Khusus At-Taqwa College, Depok)
Nabi Musa sejak kandungan sudah menjadi buron Fir'aun.
Saking paranoidnya sama mimpi, dia sudah membunuh ribuan bayi laki-laki.
Namun Allah punya rencana lain.
Bayi yang dia cari itu masuk sendiri ke istananya dengan cara yang paling lembut.
وَقَالَتِ ٱمۡرَأَتُ فِرۡعَوۡنَ قُرَّتُ عَيۡنٖ لِّي وَلَكَۖ لَا تَقۡتُلُوهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗا وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Dan istri Fir‘aun berkata, “(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak, sedang mereka tidak menyadari”
Istri Fir'aun hanya mengingatkan, bayi itu jangan dibunuh. Meyakinkan, bayi itu bisa bermanfaat buat kita atau dijadikan anak.
Bermanfaat buat Asiah tapi musuh bagi Fir'aun.
Mana ada orang yang punya musuh sejak lahir?
Kezaliman Fir'aun ternyata luluh lantah dengan cara yang paling halus. Satu bayi akhirnya lolos dari pengecualian hukum Fir'aun.
Kalau mimpi tadi, yang buyar pikirannya.
Kalau saran istrinya, yang goncang perasaannya.
Wahai para lelaki, berhati-hatilah dengan sentuhan perasaan wanita!
Fir'aun yang kejam membunuh banyak bayi ternyata bisa luluh lantah karena perasaan istrinya.
Begitupun pesan buat para istri, sampaikanlah saran masukan yang baik. Jangan meminta atau menginginkan hal-hal yang bisa membuat suami jauh dari kebahagiaan.
"Carilah rezki yang halal nan thayyib" pesan istri-istri salaf terdahulu.
"Karena kami bisa menahan lapar, tetapi tidak bisa menahan panasnya api neraka"
Istri yang sholehah selalu mengingatkan kebaikan pada suaminya.
Dibalik kelemah lembutan wanita ada kekuatan dapat meluluh-lantahkan kezaliman.
Bayi (Nabi Musa) akhirnya masuk istana Fir'aun.
Allah pun sebaik-baik pembuat makar dengan cara yang paling halus.
Lalu bagaimana bayi Nabi Musa menjadi sumber kesedihan bagi Fir'aun?