Belajar dari seorang petani
2 Timotius 2 : (6)Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. Seorang petani tidak pernah bermalas malasan, seorang petani pasti bekerja keras. Tiga hal kerja seorang petani adalah membajak, menabur dan menuai. Dan sesuai dengan firman di atas, seorang petani bekerja keras pasti yang pertama menikmati hasil usahanya. Tahukah kita bahwa pekerjaan petani yang paling susah adalah "membajak". Membajak tidaklah gampang, di perlukan ketelitian, kejelian dan pusat perhatian yang seorang petani harus tahu dimana tanah yang baik dan tanah yang tidak baik. Membajak dan menabur di tahah yang tidak baik(subur); tentulah akan menuai hasil yang tidak baik. Salah satu contoh seperti yang di katakan di kitab Markus 4 : (7) Ketika sebagian benih lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga benih itu tidak berbuah. Jadi seorang petani tidak perlu mengkhawatirkan benihnya; benihnya pasti datang dari Tuhan, tetapi yang perlu di khawatirkan adalah tanah dan musimnya. Salah satu pembelajaran hari ini, bahwa sering kali benih yang datang dari Tuhan tidak selalu membuahkan hasil yang baik, dikarenakan kita tidak terlebih dulu membajak tanah hati kita. Seperti firman Tuhan yang murni dan kekal ketika di tanam dalam hati kita setiap minggu saat kita dengar khotbah, tidak selalu berbuah karena benih itu tidak bertumbuh di tanah yang subur. Kita harus terlebih dahulu membajak hati kita, mempersiapkan dan memusatkan hati kita pada firman yang dibagikan, sehingga ketika benih yang ditabur dalam hati kita itu membuahkan hasil yang baik; ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, bahkan ada yang seratus kali lipat. Kata bekerja keras itu adalah membajak, kita harus terlebih dahulu membajak di tanah yang subur, lalu menabur benih yang datang dari Tuhan sehingga ketika menuai; percayalah bahwa hasil yang kita tuai pasti melampaui apa yang kita inginkan. Tuhan Yesus memberkati.













