Sebenernya masih belum paham sama konsep hidup minimalisme yang muncul beberapa waktu lalu. Entah, apa mungkin aku saja yang baru tau, atau memang baru diperkenalkan di Indonesia. Oiya, konsep ini berasal dari jepang dan barat. Kalau ada yang tahu Marie kondo, dengan bukunya yang berjudul "The life-Changing Magic of Tidyng up" eh betul ga sih (?) Nah beliau salah satunya. Kalau anak etos pasti tahu, karna buku itu pernah dijadikan materi pembinaan dulu, berkaitan dengan 5R yang bikin kita rasanya mau beberes kamar teruss hehe.
Tapi ternyata konsep hidup minimalisme yang dimaksud itu bukan hanya itu
Waktu dijelasin bahwa minimalisme adalah cara hidup simpel, mengurangi apa apa yang tidak penting dalam hidup kita, baik dari segi waktu, harta benda, maupun aktivitas...kupikir oh ternyata relate nih sama salah satu prinsip dalam islam, zuhud. cmiiww.
Tapi ternyata, penjelasan setelahnya mengatakan bahwa minimalisme itu tidak sama dengan konsep zuhud, beliau bilang kalau zuhud adalah meninggalkan dunia dan fokus pada akhirat saja, sedangkan minimalisme tidak meninggalkan dunia seutuhnya, tetapi hanya mengurangi apa apa yang tidak memberikan manfaat bagi kita (ini bukan kata Marie kondo, tapi kata salah satu influencer yang ku baca tulisannya)
Mungkin kita perlu menyamakan persepsi dulu yang dimaksud zuhud dalam islam itu seperti apa.
Aku ragu, jika ada konsep hidup buatan manusia yang lebih baik daripada konsep islam (dalam case yang sama). Karena menurutku, ajaran dalam islam sudah paling paripurna meskipun dalam ikhtiarnya kita masih belum bisa melaksanakannya secara kaffah. Jangan jangan selama ini kitanya saja yang belum paham, sehingga konsep hidup dari yang selain islam rasanya lebih relevan dan praktis, seperti sesuatu yang baru, padahal sudah lama diajarkan oleh Nabi.
Misalnya, kurang minimalism apa, seorang Abdurrahman bin auf yang ketika ditawari harta, justru ia meminta ditunjukkan pasar untuk melakukan usaha. Padahal saat itu ia berhak sekali mendapat bantuan dari saudaranya, sebab hijrah tiada sedikitpun harta yang ia punya. Namun setelah itu, kita kenal Abdurrahman bin auf sebagai orang terkaya seMadinah.
Atau mungkinkah kita pernah mendengar dan mengetahui seperti apa tata letak rumah Rasulullah dan aisyah, dan properti yang ada di dalamnya. Atau sedikit maju ke depan lagi, pernahkah kita mendengar kisah kesederhanaan khalifah umar bin abdul aziz (?) Jangan tanyakan apa prestasi atau pencapain beliau semua. Ah, sungguh terlalu sedikit pengetahuan kita tentang agama ini dan para tokohnya :"
Teman, jika ingin hedon, merekalah yang paling bisa melakukan itu semua pada zaman nya. Tapi itu tida dilakukan. Tidak, mereka tidak melupakan urusan duniawi, mereka menggunakan waktu, harta, benda, keahlian, dan jabatan duniawi by akhirah oriented. Lalu apakah ada hal yang tida bermanfaat yang mereka sukai (?) Hampir tidak terpikirkan oleh kita. Ah lagi lagi bicara manfaat itu bicara kerelatifan, sebab setiap orang berbeda.
Mereka semua zuhud, tapi mengapa istilah minimalism lebih kita sukai (?) Kalau dengan konsep hidup minimalisme kita bisa lebih tenang dan bahagia, maka dengan konsep zuhud pun mustinya begitu :)
Zuhud bukanlah meninggalkan semua keduniawian, lalu hanya fokus pada akhirat saja.
Zuhud tersimpul dalam dua kalimat di Al Qur'an, agar kamu tidak bersedih hati karena apa yang lepas dari tanganmu, dan tidak terlalu gembira(bangga) dengan apa yang diberikanNya kepadamu. (Q.S. 57: 23)
Seandainya kita mengerti betul agama islam yang diajarkan Rasulullaah itu, sungguh sebenarnya kita tida perlu mengadopsi konsep hidup buatan manusia lainnya.
*btw kalau bukunya Marie kondo itu tentang tata cara melipat pakaian dan lain lain, ala jepang, itu keren banget, ku udah nerapin :D