Rumah Idaman: Rapih dan Penuh Manfaat - Tugas 1 Konmari
Bagi saya, kerapihan adalah awal produktivitas. Teringat dulu jaman kuliah, begitu memasuki masa ujian semester, yang pertama saya lakukan adalah bersih-bersih kamar kos. Rasanya tidak bisa berpikir jika melihat kamar berantakan. Bagaimana kondisi sekarang setelah 2 tahun berumah tangga? Masih jauuuh sekali dari kata rapih 😅. Dulu jaman mahasiswa, kamar hanya sepetak, yang menghuni hanya satu orang, sekarang mengurus rumah, yang dihuni dua orang dewasa dan satu balita, pastilah berbeda kepentingan dan kebiasaan. Sampai saat ini rumah rapih masih menjadi idaman. Rapih menurut saya adalah masing-masing barang ditempatkan sesuai dengan tempat yang telah disediakan, berjajar indah, nyaman dipandang. Selain rapih, rumah idaman menurut saya adalah tiap ruangan haruslah bermanfaat. Ada aktivitas di tiap ruangan setiap harinya. Rumah idaman saya, tak perlu luas dan megah yang terpenting nyaman. Karena jika terlalu luas, takut tak sanggup merawat dan membersihkannya 😅. Cukuplah ruang tamu untuk menerima tamu, menyambung dengan ruang keluarga yang bisa dibuka jika ada suatu acara, kamar tidur orangtua dan anak, dapur merangkap ruang makan, kamar mandi, mushola, ruang baca, dan yang terakhir adalah taman belakang rumah tempat bercengkerama bersama keluarga. Rumah tersebut masih sekedar dalam bayangan saya saja, karena saat ini rumah masih mengontrak 😂. Yang bisa saya lakukan saat ini adalah mengupayakan rumah sementara ini selalu nyaman ditinggali, dengan cara selalu menjaga kerapihan dan kebersihannya. Tantangan terberat adalah semenjak pindah rumah setahun yang lalu, kami belum menentukan 'rumah' dari masing-masing barang, apalagi barang selalu bertambah membuat banyak barang bertumpuk sulit mengatur mana yang masih sering digunakan dan tidak. Untuk itu saya sangat tertarik mendalami konmari agar bisa diterapkan di rumah saya. Bismillah 😊








