Biasakan Untuk Biasa
seen from Argentina

seen from Netherlands
seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Argentina
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Germany
seen from Argentina
seen from Netherlands
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
Biasakan Untuk Biasa
. . #8 . //BASMALLAH// . Mengapa dalam melakukan aktivitas apapun kita disarankan untuk mengucap -Bismillah- ? . Bismillah. Dengan nama Allah. Allah adalah satu kata, namun didalamnya telah ada asmaul husna yang jumlahnya 99. Itulah mengapa kita seharusnya melakukan aktivitas atau semua kegiatan diawali dengan basmallah. . Minum obat misalnya, kita diharapkan membaca basmallah, karena didalam kata Allah terdapat Asy Syifa, yaitu Maha Pemberi Kesembuhan. Bukankah kita menginginkan kesembuhan dariNya? . Bismillahirrahmanirrahim . Setelah kata bismillah dirangkai dengan Arrahman dan Arrahim. Mengapa? Semua asma Allah akan berkumpul menjadi satu dalam kata -Allah-. Dan turunan kata Allah ada 2, Arrahman Arrahim dan semua asmaul husna berkumpul dalam kata 2 itu. . Arrahman.. Artinya memberi ke semua makhluk tanpa pandang bulu. . Arrahim.. yaitu kasih sayang Allah di akhirat khusus yang diridhoiNya. . Wahai diri, Allah memasukkan kita bukan karena pahala kita,, pahala hanya memberi semangat kita untuk istiqomah.. . Kita meminta ke Surga Firdaus? Tapi amal kita apa? Yg kita cari di dunia adalah belas kasihan Allah. . Ridho Allah adalah belas kasihan Allah.. Kalau Allah udah sayang sama kita, pasti semua akan diberi oleh Allah, termasuk Surga FirdausNya dan berdampingan dengan Rasul serta orang2 yang dicintai oleh Allah.. . Jadi, jangan lupa awali harimu dengan bacaan basmallah ya.. #yukistiqomah #menatadiri https://www.instagram.com/p/Bzurg19np7m4qKqszOH4obOlWR7ZpS494Wk8H40/?igshid=5xkgvp64ja77
Rumah Idaman: Rapih dan Penuh Manfaat - Tugas 1 Konmari
Bagi saya, kerapihan adalah awal produktivitas. Teringat dulu jaman kuliah, begitu memasuki masa ujian semester, yang pertama saya lakukan adalah bersih-bersih kamar kos. Rasanya tidak bisa berpikir jika melihat kamar berantakan. Bagaimana kondisi sekarang setelah 2 tahun berumah tangga? Masih jauuuh sekali dari kata rapih 😅. Dulu jaman mahasiswa, kamar hanya sepetak, yang menghuni hanya satu orang, sekarang mengurus rumah, yang dihuni dua orang dewasa dan satu balita, pastilah berbeda kepentingan dan kebiasaan. Sampai saat ini rumah rapih masih menjadi idaman. Rapih menurut saya adalah masing-masing barang ditempatkan sesuai dengan tempat yang telah disediakan, berjajar indah, nyaman dipandang. Selain rapih, rumah idaman menurut saya adalah tiap ruangan haruslah bermanfaat. Ada aktivitas di tiap ruangan setiap harinya. Rumah idaman saya, tak perlu luas dan megah yang terpenting nyaman. Karena jika terlalu luas, takut tak sanggup merawat dan membersihkannya 😅. Cukuplah ruang tamu untuk menerima tamu, menyambung dengan ruang keluarga yang bisa dibuka jika ada suatu acara, kamar tidur orangtua dan anak, dapur merangkap ruang makan, kamar mandi, mushola, ruang baca, dan yang terakhir adalah taman belakang rumah tempat bercengkerama bersama keluarga. Rumah tersebut masih sekedar dalam bayangan saya saja, karena saat ini rumah masih mengontrak 😂. Yang bisa saya lakukan saat ini adalah mengupayakan rumah sementara ini selalu nyaman ditinggali, dengan cara selalu menjaga kerapihan dan kebersihannya. Tantangan terberat adalah semenjak pindah rumah setahun yang lalu, kami belum menentukan 'rumah' dari masing-masing barang, apalagi barang selalu bertambah membuat banyak barang bertumpuk sulit mengatur mana yang masih sering digunakan dan tidak. Untuk itu saya sangat tertarik mendalami konmari agar bisa diterapkan di rumah saya. Bismillah 😊
Tahun ini, saya ingin memulai kembali kegiatan beberes rumah yang ikutan hibernasi saat liburan panjang kemarin. Beberapa alasan kegiatan ini terbengkalai ketika saya menemukan permasalahan, saya berpikir ‘ah, dikerjain nanti dulu aja deh. Tanyain dulu sama yang punya barang’ atau ‘Aduh ini belom ada tempatnya, tunggu beli dulu tempatnya deh biar bagus’. Dan sampai saat ini pun belom dikerjakan. Memang harusnya divisualisasikan dulu deh biar tau jelas tujuan kegiatannya mau apa dan bagaimana. Dan sewaktu-waktu semangatnya kendor, bisa diingatkan kembali dengan tujuan ini. Beberapa kegiatan beberes yang ingin saya kerjakan: 1. Pakaian saya dan suami dalam satu lemari 2. Handuk dan seprei 3. Buku-buku 4. Obat-obatan 5. Bumbu dapur 6. Alat masak Sementara segini dulu. Beberapa sudah ada gambaran mau ditata seperti apa, tinggal action-nya aja nih yang suka kendor di tengah jalan. Yuk, ah! Jangan males, mari berger!
Menata
Untuk menjadi baik, tak perlu menjadi "tampak" baik.
Kita tak harus sama dengan orang lain. Kita tercipta denngan spesialisasi masing--masing. Lalu mengapa kita masih sering menyamakan diri kita dengan si anu dan si ono ? Sedang kita sudah jelas berbeda kan ?
Menata..
Untuk diri yang tengah gundah. Untuk hati yang baru saja patah. Untuk jiwa yang mulai melemah.. Lihatlah, jangan kehilangan arah. Ada Allah yang siap membimbingmu ke jalan penuh berkah.
Menata..
Syaikh Aaq Syamsuddin mengajarkan mental kepada Muhammad Al Fatih dengan bercerita. Menceritakan sejarah, sejarah heroik. Menceritakan kisah, kisah kepahlawanan, kisah Rasulallah dan sahabat tatkala berperang.
Maka, bagi kita, siapapun kita, penuhilah otak kita dengan cerita-cerita yang akan membangun generasi. Generasi kuat mental dan kokoh iman ||@dederohayatisaf
Ujian Menata Diri
banyak yang harus dibenahi,
banyak yang harus ditata kembali,
Iman, Hati, Pikiran, Akhlak, dan Pemahaman…
banyak yang kuketahui tidak sesuai, tapi selalu ku berpura-pura untuk tak acuh terhadapnya…
seakan-akan tidak tahu, atau malah membenarkannya…
astaghfirullah…
sungguh hina diri ini…
selalu berucap dalam hati ingin berbenah diri, ingin berbenah hati,
tapi tak kunjung dilakukan…
inilah manusia… selalu kalah oleh hawa nafsu, dunia, dan pergaulan…
mungkin karena kita belum mencintai-Nya dengan sempurna…
maka untuk memulai menata diri, mulai dengan belajar menyempurnakan cinta pada-Nya…
semoga Allah senantiasa menuntun kita ke jalan yang di ridhoi-Nya…
“setidaknya tulisan yang saya buat ini bisa menjadi alarm buat diri saya untuk terus menata diri. aamiin”