"Mereka yang dikategorikan buta huruf di abad 20 bukanlah individu yang tidak bisa membaca dan menulis, melainkan orang yang tidak mampu belajar, tidak mau belajar dan tidak kembali belajar", Alvin Toffler.
Setiap anak pasti bisa belajar, dengan cara yang berbeda. Untuk itu, kita sebagai orangtua harus mampu mengajar dengan cata mereka bisa belajar. Pada game level 4 Kelas Bunda Sayang ini, kami diarahkan untuk memahami gaya belajar anak.
Ada 3 macam cara belajar anak, yaitu:
1. Auditory
Yaitu mengakses segala macam bunyi, suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dll.
2. Visual
Yaitu mengakses cara visual, warna, gambar, catatan, tabel, diagram, dan peta pikiran.
3. Kinestetik
Yaitu mengakses segala jenis gerak, aktivitas tubuh, emosi, dan koordinasi.
Dari penjelasan tersebut, menurut pengamatan singkat saya, Salma lebih dominan belajar dengan cara visual karena sangat tertarik dengan gambar-gambar yang ia temui di buku, baju, dinding, dan lainnya. Namun, usia Salma yang masih 16 bulan ini nampaknya gaya belajarnya masih akan berubah-ubah. Untuk itu, sesuai dengan apa yang pernah di sampaikan oleh Ibu Septi Peni, "Sebelum usia 2 tahun, diperbanyak stimulus yang berkaitan dengan panca indera. Karena pendekatan gaya belajar auditory, visual, kinestetik, berkaitan dengan panca indera.
Setelah itu silakan diamati yang paling dominan". Maka tugas saya ke depan adalah memperbanyak stimulus dengan aktivitas yang berkaitan dengan panca indera.